![]() |
| Petugas kepolisian memeriksa kondisi bus bernopol E 7608 H yang mengalami kerusakan parah pada bagian depan usai menabrak pohon mahoni di Desa Gunungkarung, Kecamatan Luragung, Selasa (25/11/2025). |
KUNINGAN, (BK) –
Sebuah bus kuning bernopol E 7608 H mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Luragung–Cidahu, tepatnya di dekat kolam pemancingan Desa Gunungkarung, Kecamatan Luragung, Selasa (25/11/2025) sekitar pukul 14.30 WIB.
Bus yang dikemudikan Kusnali (32), warga Desa Bojonggebang, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, tersebut diketahui melaju dari arah Luragung menuju Cidahu dengan membawa satu penumpang yang merupakan kondekturnya. Menurut keterangan pihak kepolisian, kecelakaan terjadi saat kendaraan tiba-tiba hilang kendali dan menabrak pohon mahoni di pinggir jalan.
Kapolsek Luragung, Iptu Topan Alamsyah, menuturkan bahwa kecelakaan itu diduga akibat kendala teknis pada kendaraan. Ia menyampaikan bahwa bus mengalami masalah pada sistem rem sehingga pengemudi tidak bisa mengendalikan laju kendaraan.
“Benturan cukup keras membuat bagian depan kendaraan mengalami kerusakan dan menyebabkan kebocoran pada minyak rem, sehingga bus tidak dapat melanjutkan perjalanan dan harus dievakuasi menggunakan mobil derek,” ujarnya.
Akibat insiden tersebut, kondektur bus mengalami luka sobek pada bibir kanan dan lecet di tangan kiri diduga akibat terkena pecahan kaca. Sementara sang sopir, Kusnali, dilaporkan dalam keadaan selamat tanpa luka. Ia mengaku sempat mencoba menghentikan laju bus, namun tidak berhasil.
“Saya sudah coba injak rem, tapi respons kendaraan hilang dan bus langsung meluncur,” ungkap Kusnali di lokasi kejadian.
Unit Laka Lantas Polres Kuningan telah mendatangi lokasi segera setelah kejadian dan melakukan olah TKP untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Kendaraan saat ini sudah diamankan, sementara penyelidikan lanjutan masih berlangsung.
Kapolsek mengimbau para pengendara, terutama kendaraan besar, untuk memastikan kondisi teknis kendaraan sebelum beroperasi. Ia menegaskan pentingnya pengecekan rutin untuk menghindari kecelakaan serupa.
“Kecelakaan ini menjadi pengingat pentingnya pengecekan rutin kendaraan, terutama kondisi rem dan sistem keselamatan lainnya sebelum melakukan perjalanan,” pungkasnya. (Apip/BK)






