Post ADS 1
REDAKSI
Rabu, 12/17/2025 09:23:00 AM WIB
HeadlineHukum

Babinsa Koramil 1511/Jalaksana Ikut Patroli Gabungan Amankan Kawasan TNGC


Personel Babinsa Koramil 1511/Jalaksana bersama tim patroli gabungan TNGC saat melakukan pengawasan kawasan hutan dan hutan lindung di wilayah Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Selasa (16/12/2025).


KUNINGAN, (BK) – 

Tim patroli gabungan melaksanakan pengawasan kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) dan hutan lindung di wilayah Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Selasa (16/12/2025). Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi bencana alam serta aktivitas ilegal yang dapat merusak kawasan konservasi.

Patroli dipimpin Komandan Kegiatan Sertu Komang bersama Kopka Ari selaku Babinsa Koramil 1511/Jalaksana. Kegiatan tersebut melibatkan lintas instansi, terdiri dari personel Koramil 1511/Jalaksana, Polsek Jalaksana, petugas TNGC, Satpol PP, serta aparat Desa Sangkanherang.

Dalam patroli yang menyusuri jalur Pos Pengawas TNGC Sangkanherang, Dataran Tinggi Cigugur, hingga bantaran Sungai Cimanuk, tim tidak menemukan adanya aktivitas ilegal seperti penebangan maupun perambahan hutan. Meski demikian, petugas mendeteksi adanya potensi bencana longsor di dua titik rawan.

“Titik pertama berada di sekitar Bukit Pasir dengan kondisi lereng yang cukup curam dan vegetasi yang minim, sedangkan titik kedua terdapat di tepi Sungai Cimanuk akibat erosi tanah,” jelas Sertu Komang.



Sebagai langkah antisipasi, tim langsung memasang papan peringatan di lokasi rawan tersebut. Selain itu, petugas juga memberikan edukasi kepada 12 warga sekitar agar turut menjaga kelestarian kawasan hutan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan TNGC, karena hutan ini memiliki fungsi penting sebagai penyangga kehidupan dan sumber air,” tegasnya.

Tim patroli juga melakukan pengecekan terhadap Pos Pengawas TNGC Sangkanherang. Menurut Sertu Komang, kondisi pos masih layak digunakan, namun perlu didukung dengan sarana komunikasi tambahan.

“Pos pengawas masih berfungsi dengan baik, tetapi akan lebih optimal jika dilengkapi radio HT guna mempercepat koordinasi di lapangan,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil patroli, tim merekomendasikan sejumlah tindak lanjut, mulai dari penanaman vegetasi penahan erosi di titik rawan longsor hingga peningkatan intensitas patroli

“Kami menyarankan agar patroli rutin dilaksanakan setiap dua minggu sekali sebagai bentuk pengawasan berkelanjutan,” pungkas Sertu Komang.
(Apip/BK)