KUNINGAN, (BK).-
Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Koperasi UKM
Perdagangan dan Perindustrian (Kopdagperin) kembali menyalurkan dana stimulan
bagi 309 PKL yang ada di tiga Puspa, berlangsung di kawasan Puspa Taman kota,
Senin malam (29/12/2025).
Pemberian stimulan bagi PKL Puspa Siliwangi, Puspa Langlangbuana
dan Puspa Taman Kota itu dihadiri Bupati Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi, Wakil
Bupati Hj Tuti Adriani SH, dan Sekretaris
Daerah U Kusmana, S.Sos., M.Si. Selain itu, Kepala Diskopdagperin, Dr Carlan
MSi, unsur Forkopimda, pimpinan SKPD, perwakilan perbankan, paguyuban PKL, ratusan
pedagang dari tiga Puspa serta undangan lainnya.
Kepala Diskopdagperin Kabupaten Kuningan, Carlan, mengemukakan,
bahwa pada awal penataan PKL, jumlah
pedagang yang terdata dan disahkan melalui Surat Keputusan Bupati mencapai 367
orang. Namun hingga penyaluran stimulan tahap keempat, sebanyak 58 pedagang
memilih mengundurkan diri karena usahanya tidak berkembang dan beralih ke
sektor lain. Dengan demikian, sampai malam ini terdapat 309 PKL yang masih
aktif dan tervalidasi di tiga Puspa tersebut,” ungkap Carlan.
“Adapun tantangan utama yang dihadapi para PKL adalah
fluktuasi jumlah pengunjung. Lonjakan pembeli biasanya terjadi saat ada
kegiatan berskala besar, libur panjang, maupun pelaksanaan Car Free Day. Untuk
itu, Diskopdagperin terus mendorong peningkatan kapasitas pedagang, terutama
dalam pemasaran digital dan pemanfaatan layanan belanja daring seperti GoFood
dan GrabFood. Kami juga mendorong kolaborasi dengan para content creator agar
keberadaan Puspa lebih dikenal dan transaksi tetap berjalan meskipun kunjungan
menurun,” ujar Carlan.
Berkaitan dengan hal itu, Bupati H. Dian, menegaskan bahwa kebijakan penataan dan
pemberdayaan PKL merupakan upaya memanusiakan pedagang sekaligus menjaga
ketertiban serta keindahan kawasan pusat kota sebagai etalase Kabupaten
Kuningan. PKL jangan selalu dipandang negatif. Mereka justru membantu
pemerintah dalam menyediakan lapangan kerja dan menjadi alternatif belanja
masyarakat dengan harga terjangkau.
Adanya keluhan penurunan omzet dari para pedagang, namun
pemerintah daerah tidak tinggal diam dan terus melakukan evaluasi serta
terobosan, termasuk penataan ulang lapak agar lebih estetis dan menarik minat
pengunjung.
“Kami akan terus mendorong agar kawasan Taman Kota lebih
sering diisi dengan kegiatan kreatif dan sederhana, seperti lomba menggambar,
mewarnai, puisi, atau seni anak-anak, sehingga dapat meningkatkan kunjungan
masyarakat tanpa membebani anggaran daerah. Selain itu, pentingnya konsistensi
penegakan aturan oleh seluruh stakeholder, khususnya Satpol PP dan Dinas
Perhubungan, agar penataan PKL yang sudah tertib tidak kembali semrawut,” pinta
bupati yang akrab disapa Bapa Urang itu.
Menurut keterangan, pada Triwulan IV ini, dana stimulan yang
disalurkan sebesar Rp 300 ribu per pedagang. Meski nilainya terbatas, Bupati
berharap bantuan tersebut menjadi motivasi sekaligus bukti kehadiran pemerintah
daerah di tengah para pelaku usaha kecil. Hal ini bukan soal besar kecilnya nilai, tetapi bentuk
perhatian dan kebersamaan pemerintah dengan para pedagang. Adapun penyerahan
dana stimulan dilakukan secara simbolis, selain mendapat arahan dari bupati kepada seluruh PKL untuk
terus menjaga komitmen, ketertiban, dan kebersamaan demi mewujudkan wajah Kota
Kuningan yang rapi, indah, dan berdaya saing. (HEM/BK)



