Post ADS 1
Rabu, 12/31/2025 08:06:00 AM WIB
BirokrasiHeadline

Pemkab Kuningan Melalui Diskopdagperin Salurkan Dana Stimulan Triwulan IV Bagi 309 PKL di Tiga Puspa

 

Bupati H Dian Rachmat Yanuar dalam acara penyaluran dana stimulan bagi 309 PKL yang ada di tiga Puspa, berlangsung di kawasan Puspa Taman kota, Senin malam (29/12/2025).

 


KUNINGAN, (BK).-

Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian (Kopdagperin) kembali menyalurkan dana stimulan bagi 309 PKL yang ada di tiga Puspa, berlangsung di kawasan Puspa Taman kota, Senin malam (29/12/2025).

 

Pemberian stimulan bagi PKL Puspa Siliwangi, Puspa Langlangbuana dan Puspa Taman Kota itu dihadiri Bupati Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi, Wakil Bupati Hj Tuti Adriani SH,  dan Sekretaris Daerah U Kusmana, S.Sos., M.Si. Selain itu, Kepala Diskopdagperin, Dr Carlan MSi, unsur Forkopimda, pimpinan SKPD,  perwakilan perbankan, paguyuban PKL, ratusan pedagang dari tiga Puspa serta undangan lainnya.

 

Kepala Diskopdagperin Kabupaten Kuningan, Carlan, mengemukakan,  bahwa pada awal penataan PKL, jumlah pedagang yang terdata dan disahkan melalui Surat Keputusan Bupati mencapai 367 orang. Namun hingga penyaluran stimulan tahap keempat, sebanyak 58 pedagang memilih mengundurkan diri karena usahanya tidak berkembang dan beralih ke sektor lain. Dengan demikian, sampai malam ini terdapat 309 PKL yang masih aktif dan tervalidasi di tiga Puspa tersebut,” ungkap Carlan.




“Adapun tantangan utama yang dihadapi para PKL adalah fluktuasi jumlah pengunjung. Lonjakan pembeli biasanya terjadi saat ada kegiatan berskala besar, libur panjang, maupun pelaksanaan Car Free Day. Untuk itu, Diskopdagperin terus mendorong peningkatan kapasitas pedagang, terutama dalam pemasaran digital dan pemanfaatan layanan belanja daring seperti GoFood dan GrabFood. Kami juga mendorong kolaborasi dengan para content creator agar keberadaan Puspa lebih dikenal dan transaksi tetap berjalan meskipun kunjungan menurun,” ujar Carlan.

 

Berkaitan dengan hal itu, Bupati  H. Dian,  menegaskan bahwa kebijakan penataan dan pemberdayaan PKL merupakan upaya memanusiakan pedagang sekaligus menjaga ketertiban serta keindahan kawasan pusat kota sebagai etalase Kabupaten Kuningan. PKL jangan selalu dipandang negatif. Mereka justru membantu pemerintah dalam menyediakan lapangan kerja dan menjadi alternatif belanja masyarakat dengan harga terjangkau.

Adanya keluhan penurunan omzet dari para pedagang, namun pemerintah daerah tidak tinggal diam dan terus melakukan evaluasi serta terobosan, termasuk penataan ulang lapak agar lebih estetis dan menarik minat pengunjung.



“Kami akan terus mendorong agar kawasan Taman Kota lebih sering diisi dengan kegiatan kreatif dan sederhana, seperti lomba menggambar, mewarnai, puisi, atau seni anak-anak, sehingga dapat meningkatkan kunjungan masyarakat tanpa membebani anggaran daerah. Selain itu, pentingnya konsistensi penegakan aturan oleh seluruh stakeholder, khususnya Satpol PP dan Dinas Perhubungan, agar penataan PKL yang sudah tertib tidak kembali semrawut,” pinta bupati yang akrab disapa Bapa Urang itu.

 

Menurut keterangan, pada Triwulan IV ini, dana stimulan yang disalurkan sebesar Rp 300 ribu per pedagang. Meski nilainya terbatas, Bupati berharap bantuan tersebut menjadi motivasi sekaligus bukti kehadiran pemerintah daerah di tengah para pelaku usaha kecil. Hal ini  bukan soal besar kecilnya nilai, tetapi bentuk perhatian dan kebersamaan pemerintah dengan para pedagang. Adapun penyerahan dana stimulan dilakukan secara simbolis, selain mendapat  arahan dari bupati kepada seluruh PKL untuk terus menjaga komitmen, ketertiban, dan kebersamaan demi mewujudkan wajah Kota Kuningan yang rapi, indah, dan berdaya saing. (HEM/BK)