Post ADS 1
Kamis, 1/22/2026 08:46:00 AM WIB
HeadlinePendidikan

Lulusan Poltekes KMC Kuningan 100 Persen Terserap Dunia Kerja Banyak Permintaan Belum Terpenuhi

 




Direktur Poltekes KMC, HE Sulaeman dalam acara Sidang Senat Terbuka Wisuda dan Sumpah Profesi Ke-I Mahasiswa Program Studi Gizi dan Fisioterapi Jenjang Diploma III Politeknik Kesehatan KMC, di sebuah hotel Jl Siliwangi Kuningan, Rabu (21/1/2026).


KUNINGAN, (BK).-

Merupakan suatu kebanggaan tersendiri bahwa lulusan Poltekes KMC Kabupaten Kuningan 100 persen terserap oleh dunia kerja baik untuk memenuhi kebutuhan daerah sendiri maupun luar kota sehingga banyak permintaan yang belum terpenuhi.  

 

Direktur Poltekes KMC, HE Sulaeman, menyebutkan, kali ini Poltekes KMC bisa melaksanakan wisuda pertama merupakan sebuah kebanggaan dengan meluluskan 14 alumni. Dari 14 lulusan tersebut semuanya sudah terserap di dunia kerja, terlebih untuk prodi gizi baru  meluluskan  dua orang sedangkan  permintaan dari MGB sebanyak 27 orang. Peminat untuk menerima lulusan Poltekes KMC datang dari bergai daerah,  baik dari dalam maupun luar Kuningan seperti Cirebon, Indramayu, Majalengka maupun kabupaten lainnya.


 


“Banyak permohonan pada kami agar lulusan Poltekes KMC Kuningan diminta untuk memenuhi  kebutuhan lapangan kerja. Kami meluluskan dua ahli gizi, karena ketat untuk menjaga kualitas, semuanya bukan dua tapi yang baru bisa diluluskan jurusan gizi  baru dua karena harus  menjaga kualitas. Jangan sampai terjadi alumni kami tidak berkualitas, lebih baik sedikit tapi kualitasnya terjaga daripada  banyak meluluskan  kualitasnya tidak terjaga.  Alhamdulillah dari 14  lulusan 100 persen terserap di dunia kerja dalam waktu 1 bulan,” tutur HE Sulaeman dalam acara Sidang Senat Terbuka Wisuda dan Sumpah Profesi Ke-I Mahasiswa Program Studi Gizi dan Fisioterapi Jenjang Diploma III Politeknik Kesehatan KMC, di sebuah hotel Jl Siliwangi Kuningan, Rabu (21/1/2026).

 

Dalam acara wisuda tersebut hadir Bupati H Dian Rachmat Yanuar, Ketua Yayasan Widya Insan Mandiri  (YWIM) Kuningan,  H. Momon Rochmana, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Dudy Pamuji, Unsur Forkopimda, Pimpinan dan Civitas Akademika Politeknik Kesehatan KMC Kuningan, serta para orang tua wisudawan/wisudawati. Untuk itu, Direktur Poltekes KMC meyampaikan  penghargaan setinggi-tingginya kepada para orang tua wisudawan dan wisudawati. Atas keberhasilan para lulusan hari ini tidak lepas dari doa, pengorbanan, dan kesabaran orang tua selalu mendorong dan berjuang demi keberhasilan putra-putrimya.

 

Bupati H Dian menyebutkan, wisuda bukan sekadar penanda kelulusan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab sosial yang lebih besar. Ilmu yang diperoleh para lulusan, merupakan amanah yang harus ditunaikan dan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Ini bukan hanya lulus atau tidak lulus, akan tetapi lahirnya tanggung jawab baru, karena ilmu itu bukan milik pribadi, melainkan amanah sosial yang harus diamalkan. Pembangunan sejatinya tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik atau angka statistik, tetapi dari sejauh mana pembangunan tersebut memuliakan manusia. Dalam konteks itu, profesi ahli gizi dan fisioterapis dinilai sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan kualitas hidup masyarakat.



Ahli gizi memiliki peran penting dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan kuat melalui edukasi dan intervensi gizi seimbang. Sementara fisioterapis berkontribusi memulihkan fungsi tubuh, menyambung kembali harapan, dan mengembalikan produktivitas masyarakat yang mengalami keterbatasan fisik. Ananda semua adalah penjaga keseimbangan kehidupan manusia. Ketika seseorang kembali pulih dan berfungsi, di situlah harkat dan martabat manusia ditegakkan,” ujar H Dian.

 

Sementara, Ketua Yayasan Widya Insan Mandiri  (YWIM) Kuningan,  H. Momon Rochmana, mengatakan, terima kasih kepada Bupati Kuningan H Dian Rachma Yanuar atas dukungan Pemerintah Daerah, termasuk fasilitasi pemanfaatan aset daerah untuk pengembangan kampus. Oleh sebab itu, kepada para lulusan agar tidak berhenti belajar, menjunjung tinggi soft skill seperti kejujuran, disiplin, dan cinta profesi, serta menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. (HEM/BK)