![]() |
| Petugas Bulog bersama Babinsa dan PPL menyerap gabah petani di Desa Cihanjaro, Minggu (29/3/2026). Sebanyak 2.541 kg gabah diserap dengan harga Rp6.500/kg. |
Upaya menjaga stabilitas harga dan mendukung swasembada pangan terus dilakukan di wilayah Kabupaten Kuningan. Kegiatan penyerapan gabah petani dilaksanakan di Blok Sawah Dusun Cihanjaro, Desa Cihanjaro, Kecamatan Karangkancana, pada Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Kegiatan tersebut melibatkan Babinsa Desa Cihanjaro Koramil 1505/Ciwaru, Serma Wartono, bersama Perum Bulog dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Supriatna, SP. Pendampingan ini dilakukan untuk memastikan proses serap gabah berjalan lancar serta harga tetap sesuai ketentuan pemerintah.
Serma Wartono mengatakan, pendampingan ini merupakan bentuk dukungan TNI terhadap ketahanan pangan nasional.
“Kami hadir untuk memastikan penyerapan gabah berjalan lancar dan harga tetap stabil sesuai ketentuan pemerintah, yaitu Rp6.500 per kilogram,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan memberikan kepastian harga bagi petani agar tidak dirugikan oleh fluktuasi pasar.
“Kami ingin petani mendapatkan harga yang layak sesuai ketetapan, sehingga kesejahteraan mereka tetap terjaga,” imbuhnya.
Menurutnya, sinergi antara TNI, Bulog, dan PPL sangat penting dalam menjaga keberlanjutan program ketahanan pangan. Ia juga memastikan seluruh proses berjalan transparan dan sesuai prosedur di lapangan.
Sementara itu, PPL Desa Cihanjaro, Supriatna, SP, menyampaikan bahwa gabah yang diserap berasal dari Kelompok Tani Tarunajaya milik Dahrie Lesmana. Ia menjelaskan, total gabah yang berhasil diserap mencapai 62 karung dengan berat keseluruhan 2.541 kilogram.
“Alhamdulillah, gabah petani bisa langsung diserap Bulog sebanyak 62 karung atau 2.541 kilogram dengan harga Rp6.500 per kilogram,” ungkapnya.
Ia juga berharap kegiatan serap gabah ini dapat terus berlanjut di musim panen berikutnya.
“Kami berharap penyerapan seperti ini terus dilakukan agar petani tidak kesulitan menjual hasil panennya,” katanya.
Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan stabilitas harga di tingkat petani tetap terjaga serta mampu mendorong peningkatan produksi pertanian di wilayah tersebut.
Selain itu, program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah dapat berjalan optimal.Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan tertib tanpa kendala berarti. (Apip/BK)








