Post ADS 1
Post ADS 1
Kamis, 3/19/2026 08:10:00 AM WIB
BirokrasiHeadline

Bupati Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi Resmikan Tugu Angklung Karya Putra Kuningan Terbaik Kabid Ekrap Disporapar

 

 

Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi, meresmikan Tugu Angklung terletak di simpang tiga Jl Cipari-Cisantana Kecamatan Cigugur Rabu 18 Maret 2026.



KUNINGAN, (BK).-

Gagasan Bupati Dr H Dian Rachmat Yanuar Msi kini terwujud dalam peresmian Tugu Angklung digarap salah seorang putra terbaik Kuningan Kabid Ekrap Disporapar, terletak di simpang tiga kawasaan wisata Cipari-Cisantana Kecamatan Cigugur, Rabu 18 Maret 2026.

 

Monumen Tugu Angklung penuh artistik itu memperkuat identitas Kuningan sebagai Kabupaten Angklung sesuai cita-cita bupati yang kini menjelma secara menumental. Peresmian Tugu Angklung yang banyak mengundang perhatian masyarakat itu, dipimpin langsung Bupati H Dian Rachmat Yanuar disaksikan Wakil Bupati Hj Tuti Andriani  beserta para pejabat lainnya. Termasuk perwakilan dari Saung Odjo Bandung hadir dalam acara tersebut. Sebab seni budaya angklung ini berasal dari Kuningan yang banyak  memberikan kontribusi terhadap  perkembangan angklung diatonis maupun pentonis,  sehingga  cukup dikenal tidak hanya ditingkat  nasional bahkan internasional.

 

Hadir juga  dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forkopimda,  para camat, Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), pimpinan BUMD, tokoh masyarakat maupun serta undangan lainnya. Termasuk Kepala Bidang (Kabid) Ekonomi Kreatif Dan Industri Pariwisata Dinas Pemuda Dan Olahraga (Disporapasr) Kab. Kuningan, Dading Fajarudin S.Si, M.AP beserta rengrengannya.




“Peresmian Tugu Angklung ini bukan sekadar pembangunan simbol fisik, melainkan bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang dan perjuangan para tokoh budaya dalam mengembangkan angklung sebagai warisan budaya bangsa. Hari ini merupakan momentum yang  bersejarah serta  menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Kuningan. Tugu Angklung ini sebagai penegasan bahwa daerah kita memiliki peran penting atas lahirnya angklung diatonis yang kini  mendunia,” ungkap H Dian.

 

Ditebahkannya, bahwa angklung saat ini tidak lagi  dipandang sebagai alat musik tradisional, melainkan telah berkembang menjadi media komunikasi budaya yang bersifat universal. Sehingga mampu menjangkau berbagai kalangan lintas negara. Adapun  peran tokoh budayawan Kuningan, salah satunya adalah Kuwu Citangtu atau yang dikenal sebagai Pak Kucit, bersama muridnya Daeng Sutigna, sangat  berjasa dalam mengembangkan angklung dari tangga nada pentatonis menjadi diatonis. Inovasi tersebut menjadi tonggak sejarah  dalam perjalanan angklung sehingga dapat diterima secara luas di dunia internasional.


Sebagaimana tertulis dalam prasasti; dari Kuningan menyapa dunia yang terukir pada prasasti bukanlah sekadar slogan, melainkan refleksi dari kontribusi nyata daerah ini dalam memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia global. Selain memiliki nilai seni dan budaya, bupati juga menyoroti nilai historis angklung bagian dalam perjalanan bangsa, termasuk sejarah nasional lewat diplomasi Perundingan Linggarjati.



Peresmian Tugu Angklung ini juga menjadi simbol penguatan nilai-nilai toleransi yang telah lama tumbuh di wilayah Cigugur, yang dikenal sebagai daerah keberagaman budaya dan keharmonisan sosial yang selalu terjaga. Peresmian Tugu Angklung yang cukup  khidmat dan meriah itu, ditandai dengan penandatanganan prasasti serta penampilan seni budaya dari DNR dan Diwangkara sehingga menambah semarak suasana tersebut.

 

Melalui peresmian ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap Tugu Angklung dapat menjadi ikon baru daerah, sekaligus sarana edukasi dan destinasi budaya yang mampu menarik minat masyarakat serta memperkuat kebanggaan terhadap warisan budaya lokal.

 

“Insya Allah, ke depan, keberadaan Tugu Angklung diharapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga menjadi penggerak dalam pelestarian dan pengembangan seni budaya, khususnya angklung di Kuningan agar tetap lestari dan selalu berkembang di tengah arus globalisasi,” pungkas H Dian. (HEM/BK)