Post ADS 1
Jumat, 3/13/2026 08:59:00 AM WIB
BirokrasiHeadline

Ulama Dan Umaro Kabupaten Kuningan Sepakat Membangun Daerah Berlandaskan Nilai-Nilai Keagamaan

 

Bupati H Dian Rachmat Yanuar menyalami para ulama dalam rangka membangun sinergitas dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan berlangsung di Teras Pendopo, Kamis 12 Maret 2026. 


KUNINGAN, (BK).-

Sinergitas para ulama dengan umaro di Kabupaten Kuningan patut diaprisiasi, keduanya bertekad dan sepakat untuk membangun daerah berlandasakan nilai-nilai keagamaan sehingga akan terwujud kehidupan baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur.

 

Cita-cita mulia itu mengemuka saat Pemerintah Kabupaten Kuningan menggelar acara silaturahmi Ulama dan Umaro dalam agenda Dialog Pembangunan Daerah yang berlangsung di Teras Pendopo Kuningan, Kamis (12/3/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kabupaten Kuningan itu mempertemukan ratusan ulama, pimpinan pondok pesantren, tokoh agama, serta jajaran pemerintah daerah.

 

Dalam kesempatan tersebut, ketua panitia kegiatan yang juga Kabag Kesra Setda Kuningan, Emup Muplihudin, S.Pd, mengemukakan,  bahwa forum tersebut menjadi ruang komunikasi antara ulama dan pemerintah daerah guna memperkuat sinergi dalam membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan sejahtera.


 


“Semoga melalui kegiatan ini dapat terbangun komunikasi yang lebih erat antara para ulama dan pemerintah daerah, sehingga berbagai masukan, pemikiran, serta aspirasi dari para tokoh agama dapat menjadi bagian penting dalam perumusan kebijakan pembangunan di Kabupaten Kuningan,” ujar Muplihudin yang akrab disapak Kang Emup itu.

 

Menurut keterangan, kegiatan silaturahmi tersebut diikuti sebanyak  293 ulama berasal dari berbagai pondok pesantren, organisasi keagamaan, serta tokoh masyarakat dari seluruh kecamatan yang ada di  Kabupaten Kuningan.

 

Berkaitan dengan hal tersebut, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, menegaskan, bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik seperti jalan, jembatan, dan gedung. Akan tetapi harus dibarengi juga dengan pembangunan karakter serta penguatan nilai-nilai keagamaan. Kita membangun tidak hanya cukup secara kasat mata, seperti sebuah membangun secara fisik, namun berjalan simultan dengan pembangunan non-fisik, yakni karakter dan nilai keagamaan masyarakat.




“Dalam hal ini, peran ulama itu penting dan turut menentukan dalam menjaga ketenangan sosial maupun memperkuat akhlak masyarakat di tengah berbagai tantangan zaman, termasuk maraknya informasi hoaks di media sosial. Peran alim ulama sangat terasa dalam menjaga kondusivitas daerah. Ulama itu seperti oase di tengah padang pasir, yang memberikan keteduhan dan kesejukan bagi masyarakat,” tutur H Dian.


Ditambahkannya, menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, bupati  menitipkan pesan kepada para ulama agar mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya zakat, infak, dan sedekah guna membantu warga yang membutuhkan uluran tangan. Bupati tidak ingin pada hari lebaran nanti masih ada warga di Kabupaten Kuningan yang kesulitan atau tidak memiliki beras. Oleh karena itu kita memohon bantuan para ulama untuk mengingatkan masyarakat yang mampu agar menunaikan zakat dan sedekahnya yang dapat memberikan manfaat bagi kemaslahatan umat.

 

“Dalam hal ini, berharap para ulama dapat menyampaikan pesan persaudaraan, empati, dan kepedulian sosial dalam khutbah Idulfitri agar perayaan lebaran berlangsung khidmat dan memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat. Untuk itu, kami sampaikan apresiasi kepada para ulama dan tokoh agama yang selama ini berperan menjaga keharmonisan serta kondusivitas daerah. Dengan sinergi antara ulama dan umara, Insya Allah, Kabupaten Kuningan akan terus berkembang menjadi daerah yang religius, aman, dan sejahtera,” pungkas H Dian. (HEM/BK)