KUNINGAN, (BK).-
Universitas Islam Al-Ihya (Unisa) Kuningan dipilih oleh
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia sebagai kampus
yang melaksanakan program pemenuhan kualifikasi akademik S1/D4 guru.
Penandatanganan kerjasama kedua pihak dilakukan, di Hotel Grand Sahid Jakarta, Jumat
(6/3/2026).
Penandatanganan kerjasama tersebut dilakukan antara Unisa
Kuningan dengan Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan
Guru atau Ditjen GTK. Dalam kesempatan tersebut hadir Rektor Unisa Kuningan, Nurul Iman Hima
Amrullah, dan Dirjen GTK Kemdikdasmen, Prof. Dr. Nunuk Suryani beserta para
direktur serta undangan lainnya.
Sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang
dipercaya Kemdikdasmen, Unisa Kuningan membuka program perkuliahan Rekognisi
Pembelajaran Lampau (RPL) untuk dua program studi. Yakni; Pendidikan Guru PAUD
dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Melalui program itu, guru PAUD atau
SD yang belum bergelar sarjana atau D4 bisa melanjutkan pendidikan di Kampus
Al-Ihya Kuningan dengan biaya penuh dari kementerian.
"Untuk periode ini, kami menerima 214 kuota untuk Prodi
PG PAUD dan 68 untuk PGSD," ungkap Rektor Unisa Kuningan, Nurul Iman.
Oleh sebab itu, Nurul Iman tak luput mengucapkan terima
kasih kepada Menteri Dikdasmen, Prof. Abdul Mu'ti, Dirjen GTK, dan jajaran yang
sudah berkolaborasi serta melibatkan lembaga yang dipimpinnya. Pihaknya
berkomitmen untuk terus mendukung program-program kementerian dalam rangka
meningkatkan kualitas guru bermutu dan profesional.
"Insyaa Allah, amanah ini kami jaga sebaik-baiknya.
Kami akan selalu mendukung program pemerintah yang mendorong kualitas dan
kesejahteraan guru," tuturnya.
Dirjen GTK Kemdikdasmen, Prof. Dr. Nunuk Suryani,
menerangkan, bahwa program pemenuhan
kualifikasi akademik S1/D4 guru dilakukan sebagai upaya menuntaskan data guru
di tingkat dasar dan menengah yang belum memenuhi kriteria sarjana atau D4
serta unsur profesionalisme.
Pihaknya menyebut, ketika guru tuntas mengikuti program
tersebut, tahap berikutnya adalah pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru atau PPG
supaya setiap guru menyandang gelar profesional dan mendapatkan kesejahteraan
yang memadai.
"Lulus program RPL kemudian PPG afirmasi, dan menjadi
guru profesional," ujarnya.
Sementara, tim pelaksana program RPL Unisa Kuningan, Asep
Nugraha menerangkan, bahwa pelaksanaan perkuliahan tersebut dilaksanakan selama
tiga semester yang dimulai Maret 2026. Unisa Kuningan sebagai kampus
penyelenggara program sudah terdaftar di akun SIPKA masing-masing guru.
"Tanggal 6-8 Maret ini, kami akan menghubungi peserta
untuk melakukan pendaftaran ke laman Siakad Kampus, dilanjutkan coaching clinik
tanggal 10 Maret, asesment peserta tanggal 12, dan awal perkuliahan 30 Maret
setelah Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriyah," tutur Asep. (HEM/BK)



