KUNINGAN, (BK) –
Sekitar 200 guru madrasah dari berbagai wilayah di Kabupaten Kuningan memadati Ballroom Setda Kuningan, Sabtu (25/4/2026), dalam kegiatan Workshop Kepala Madrasah dan Guru yang dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Cabang (PC) PGMNI Kuningan V.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting konsolidasi organisasi profesi guru madrasah, sekaligus ruang penguatan kapasitas sumber daya pendidik dalam menghadapi tantangan pendidikan yang semakin kompleks.
Ketua PGMNI Pusat, Heri Purnama, menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar seremoni pelantikan organisasi, melainkan langkah strategis untuk memperkuat posisi guru madrasah, baik dari sisi kualitas maupun kesejahteraan.
“Ini bukan hanya pelantikan biasa. Ini adalah awal dari gerakan besar guru madrasah untuk bersatu dalam wadah organisasi profesi yang sehat, kuat, dan berkualitas,” ujar Heri.
Saat diwawancarai awak media usai kegiatan, Heri kembali menegaskan bahwa keberadaan PGMNI harus mampu menjadi solusi konkret bagi persoalan guru madrasah, terutama terkait peningkatan kompetensi dan kesejahteraan.
Ia menyebut, selama ini masih terdapat kesenjangan perhatian terhadap guru madrasah, sehingga organisasi profesi seperti PGMNI harus hadir sebagai kekuatan kolektif yang memperjuangkan aspirasi tersebut.
“PGMNI harus hadir bukan hanya sebagai simbol organisasi, tetapi benar-benar menjadi rumah perjuangan bagi guru madrasah, baik dalam peningkatan kualitas maupun kesejahteraan,” tegasnya kepada wartawan.
Menurutnya, guru madrasah memiliki peran strategis karena berakar langsung dari masyarakat dan berkontribusi dalam membentuk karakter generasi daerah. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pendidikan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan guru.
Heri juga menekankan pentingnya sinergi antara kepala madrasah dan guru sebagai kunci dalam menciptakan lembaga pendidikan yang unggul.
“Sinergi ini penting untuk melahirkan madrasah yang bermartabat, unggul, dan mampu bersaing di tingkat global,” katanya.
Sementara itu, kegiatan workshop yang digelar usai pelantikan difokuskan pada penguatan kolaborasi dan peningkatan kompetensi tenaga pendidik. Para peserta yang berasal dari wilayah Kuningan V, seperti Kecamatan Subang dan Cilebak, terlihat antusias mengikuti setiap sesi yang disampaikan.
Secara keseluruhan, kegiatan ini tidak hanya menjawab kebutuhan peningkatan kapasitas guru, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam membangun sistem pendidikan madrasah yang adaptif dan berdaya saing.
“Tujuan akhirnya jelas, yakni mencetak peserta didik yang berakhlak, berilmu, dan mandiri,” pungkas Heri. (Apip/BK)






