KUNINGAN, (BK).-
Bupati
Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi mendapat kepercayaan setelah dilantik menjadi
Ketua Korps Alumni KNPI Kabupaten Kuningan periode 2026-20239 beserta mantan pejabat
eselon II, Drs HR Yayan Sofyan MM, diangkat sebagai Ketua Dewan Penasihat.
Dalam
kesempatan tersebut bupati juga turut menghadiri pelantikan Pengurus DPD KNPI
Kabupaten Kuningan Periode 2026–2029, berlangsung di Teras Pendopo, Senin
(11/5/2026). Kegiatan berlangsung penuh semangat kebersamaan dan dihadiri unsur
Forkopimda, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, jajaran kepala perangkat daerah,
tokoh pemuda, organisasi kepemudaan, serta para mantan Ketua KNPI dari masa ke
masa.
Ketua
Pelaksana, Intan Agustiani, melaporkan, bahwa pelantikan kali ini menjadi bukti
tumbuhnya semangat regenerasi dan kolaborasi pemuda di Kabupaten Kuningan. Ia
menyebutkan sebanyak 159 pengurus DPD KNPI Kabupaten Kuningan serta 68 pengurus
Korps Alumni KNPI Kabupaten Kuningan resmi dilantik.
“Harapan
kami, pelantikan ini bukan hanya seremonial semata, tetapi menjadi titik awal
lahirnya energi baru pemuda Kuningan untuk terus bersatu, berkarya, dan menjadi
mitra strategis pemerintah dalam membangun Kuningan yang maju, empowering,
lestari, agamis, dan tangguh,” ujar Intan.
Suasana
pelantikan terasa kian semarak dengan
tagline yang digaungkan bersama, “Pemuda Lumpat, Kuningan Melesat”, sebagai
simbol semangat baru gerakan kepemudaan di Kabupaten Kuningan.
Dalam
kesempatan tersebut, Ketua DPD KNPI Kabupaten Kuningan terpilih, Ayep Setiawan,
menegaskan bahwa kepemimpinan KNPI ke depan akan diarahkan menjadi organisasi
yang mampu menghadirkan bukti nyata bagi masyarakat. Jabatan ketua KNPI ini
bukan hadiah, ini amanah. Pemuda Kuningan sudah capek dengan pidato, pemuda
butuh bukti. Ia mengungkapkan rasa syukur atas dukungan Pemerintah Kabupaten
Kuningan yang telah memberikan Gedung Pemuda sebagai sekretariat permanen KNPI
di Jalan Ir. Soekarno. Menurutnya, fasilitas tersebut akan menjadi ruang
kolaborasi dan penguatan gerakan pemuda di Kabupaten Kuningan.
“Rencan
akami kedepan akan melakukan penyusunan buku sejarah KNPI Kabupaten Kuningan
yang akan ditulis oleh Profesor Dr. Agus Kusman sebagai upaya mendokumentasikan
perjalanan organisasi dari masa ke masa,” ungkap Ayep.
Dalam
pada itu, mewakili Ketua DPD KNPI Jawa Barat, Wakil Ketua OKK Bung Budi
Miftahudin, dalam sambutannya, menyoroti
tantangan riil yang dihadapi pemuda di era digital. Ia menekankan pentingnya
aktivasi bidang digital di tubuh KNPI untuk menangkal hoaks. ”Saat ini orang
lebih percaya apa yang dilihat mata (video) daripada kebenaran. KNPI harus
hadir memberikan informasi positif. Selain itu, peningkatan kualitas SDM dan
kemandirian ekonomi menjadi kunci agar pemuda Kuningan tidak terjebak dalam
politik praktis, melainkan program yang realistis.
Ketua
Korps Alumni KNPI Jawa Barat, H. Dian Rahardian, SH.,MH dalam sambutannya
menyampaikan apresiasi atas dilantiknya Bupati Kuningan sebagai Ketua Korps
Alumni KNPI Kabupaten Kuningan. Ia menyebut momentum tersebut sebagai sejarah
yang kembali terulang setelah 22 tahun lalu dirinya pernah melantik H Dian
Rachmat Yanuar sebagai Ketua KNPI Kabupaten Kuningan.
“Luar
biasa saya memantau sepak terjang Kang Dian ini begitu cemerlang sehingga
masyarakat Kuningan memberikan amanah untuk membangun Kuningan yang lebih baik.
Kami tekankan pentingnya peran Korps Alumni KNPI dalam mendukung pembangunan
daerah, termasuk mendorong tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas
korupsi,” kata H Dian.
Sambutan
penuh motivasi juga disampaikan Sekretaris Dewan Kehormatan KNPI Kabupaten Kuningan,
Drs. HR Yayan Sofyan, MM. Dia mengingatkan bahwa KNPI harus menjadi ruang
lahirnya karya dan pengabdian nyata bagi masyarakat. Dulu tidak ada hibah tapi
ada karya. Jadi kepada generasi muda, jangan hanya mengandalkan bantuan, tetapi
berkeringatlah dan berkaryalah yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Berkaitan
dengan hal itu,. Bupati Kuningan H Dian Rachmat Yanuar mengapresiasi semangat
generasi muda yang terus menjaga eksistensi KNPI sebagai organisasi kepemudaan
strategis di Kabupaten Kuningan. Dia mengenang perjalanan KNPI di masa
kepemimpinannya dahulu dan menegaskan pentingnya pemuda keluar dari zona nyaman
serta mampu menjawab tantangan zaman, mulai dari degradasi moral, ancaman
narkoba, pengangguran hingga maraknya hoaks dan informasi tidak bertanggung
jawab.
“Pemuda
harus menjadi variabel penting dalam membangun situasi yang kondusif. Kuningan
tidak akan maju tanpa keterlibatan pemuda. Kami berkomitmennya untuk mendukung
program-program kepemudaan yang bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya,
keberadaan Gedung Pemuda yang kini dihibahkan harus dimanfaatkan secara optimal
sebagai pusat aktivitas dan kreativitas generasi muda,” harap bupati.
Sebab
percuma jika gedung megah kalau tidak ada aktivitas. Maka dari itu diharapkan KNPI Kuningan benar-benar hidup, aktif, dan
mampu melahirkan program yang dirasakan masyarakat. Untuk itu, kami mengajak seluruh elemen pemuda dan Korps
Alumni KNPI untuk terus menjaga semangat silih asah, silih asih, dan silih asuh
demi mewujudkan Kuningan yang semakin maju dan melesat. (HEM/BK)




