KUNINGAN, (BK).-
Kepala
SMA Negeri 1 Kadugede, Rhida Jaya Bhuana SPd, MPd, mendapat kepercayaan untuk
menuduki jabatan Ketua Dewan Pimpinan
Cabang Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (DPC AKSI) Kabupaten Kuningan masa
bakti 2026-2030 yang dikukuhkan di Teras Pendopo, Rabu (20/5/2026).
Dalam
kesempatan tersebut, Ketua DPC AKSI Kabupaten Kuningan, Rhida Jaya Bhuana SPd,
MPd, mengemukakan, atas nama seluruh pengurus DPC AKSI Kabupaten Kuningan tak
lupa menyampaikan rasa hormat setinggi-tingginya dan terima kasih
sebesar-besarnya terhadap Pemerintah
Kabupaten Kuningan, DPD AKSI Provinsi Jabar, Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kab
Kuningan, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap
terbentuknya organisasi ini. Kehadiran AKSI ini merupakan sebuah ikhtiar
bersama sebagai wadah untuk memperkuat
profesionalisme, solidaritas, dan kolaborasi antar kepala sekolah demi kemajuan
pendidikan di Kabupaten Kuningan.
“Pengukuhan
DPC AKSI Kabupaten Kuningan ini bukan
hanya seremonial organisasi, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkuat
komitmen bersama dalam mendukung visi besar Pemerintah Kabupaten Kuningan
Melesat. Kami memandang bahwa semangat Kuningan Melesat bukan sekadar slogan
pembangunan, melainkan sebuah gerakan bersama untuk mempercepat kemajuan daerah
dalam berbagai bidang, terutama pembangunan sumber daya manusia melalui
pendidikan,” ujar Rhida.
Ditambahkan
Rhida, sesungguhnya pendidikan itu merupakan pondasi utama dalam menciptakan
generasi yang unggul, berkarakter, kreatif, inovatif, dan mampu bersaing di
masa depan. Oleh sebab itu, AKSI Kabupaten Kuningan siap menjadi mitra
strategis pemerintah daerah dalam mendukung berbagai program pembangunan,
khususnya dibidang pendidikan dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia di
Kabupaten Kuningan.
“Kami
meyakini bahwa dalam pengelolaan pendidikan tidak boleh ada dikotomi antar
sekolah maupun antar jenjang pendidikan. Tidak boleh ada sekat antara sekolah
negeri dan swasta. Tidak boleh ada perbedaan cara pandang antara jenjang PAUD,
SD, SMP/MTs, SMA/SMK dan Madrasah Aliyah (MA) maupun pendidikan lainnya. Semua
itu adalah bagian penting dalam ekosistem pendidikan yang saling menguatkan dan
saling melengkapi satu sama lain,” tutur Rhida.
Oleh
sebab itu, lanjut Rhida, AKSI Kabupaten Kuningan hadir untuk membangun semangat
kebersamaan, kolaborasi, dan saling mendukung demi terciptanya kualitas
pendidikan yang merata, berkualitas, dan berkeadilan. Ditegaskan dia, bahwa
keberhasilan pendidikan tidak dapat dicapai secara parsial. Pendidikan harus
dibangun melalui sinergi seluruh elemen, baik pemerintah daerah, dinas
pendidikan, kepala sekolah, guru, pengawas, dunia usaha, organisasi profesi,
perguruan tinggi, termasuk masyakat.
“Melalui
Aksi, kami berkomitmen menjalin kerja sama lintas jenjang dan lintas sektoral
sehingga terbangun komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi yang kuat dalam
menghadapi berbagai tantangan pendidikan saat ini. Dalam halk ini, AKSI harus
menjadi ruang bersama: untuk berbagi praktik baik memperkuat kompetensi kepemimpinan sekolah,
membangun inovasi pendidikan, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta
mempererat solidaritas antar kepala sekolah yang di Kabupaten Kuningan,” paparnya.
Ia
menyadari bahwa dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan yang tidak
ringan. Perubahan teknologi, perkembangan karakter generasi muda, transformasi
digital, serta tuntutan peningkatan mutu pendidikan mengharuskan kita terus
bergerak maju dan mampu beradaptasi. Karena itu, kepala sekolah tidak hanya
dituntut menjadi administrator, tetapi juga harus mampu menjadi pemimpin
pembelajaran, agen perubahan, dan penggerak inovasi di lingkungan sekolah
masing-masing. Melalui organisasi aksi ini, diharapkan lahir budaya kolaboratif
antar kepala sekolah sehingga tidak ada lagi sekolah yang berjalan
sendiri-sendiri. Yang kuat membantu yang belum kuat, yang maju mendampingi yang
sedang berkembang, sehingga kemajuan pendidikan dapat dirasakan secara merata.
“Kami
mengajak seluruh kepala sekolah yang ada di Kab Kuningan untuk menjadikan AKSI
ini sebagai rumah besar bersama. Rumah untuk saling belajar, saling menguatkan,
saling mendukung, dan saling menginspirasi demi kemajuan pendidikan. Mari kita
hilangkan ego sektoral, perbedaan, dan sekat-sekat yang dapat menghambat
kemajuan pendidikan. Saatnya kita memperkuat persatuan, mempererat komunikasi,
dan membangun langkah bersama demi masa depan generasi Kab Kuningan yang lebih
baik. Mari kita bergerak bersama, bersinergi
dan melesat bersama demi kemajuan pendidikan di Kab Kuningan,” harap
Rhida.
Dalam
hal ini, Bupati Dr H. Dian Rachmat
Yanuar MSi, memberikan arahan dalam acara Pengukuhan DPC AKSI Kabupaten dengan penuh semangat dan
edukatif. Kegiatan tersebut menjadi
momentum penguatan kolaborasi antar kepala sekolah lintas jenjang pendidikan
dalam mendukung visi “Kuningan Melesat”.
“Keberadaan
AKSI harus menjadi energi baru dalam membangun sinergi pendidikan di Kabupaten
Kuningan. Saya mengapresiasi semangat organisasi yang mampu menyatukan kepala
sekolah dari berbagai jenjang pendidikan, baik di lingkungan pemerintah daerah,
Kementerian Agama, maupun pemerintah provinsi. Dengan adanya AKSI ini
mudah-mudahan sekat-sekat antar jenjang pendidikan bisa melebur dan bersinergi
membangun dunia pendidikan di Kabupaten Kuningan yang semakin melesat,” tutur H
Dian.
Selan
itu, dia juga menyoroti kompleksitas tugas kepala sekolah di era digital saat
ini. Menurutnya, kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai manajer
pendidikan, tetapi juga harus mampu menjadi pengelola anggaran, mediator
persoalan sekolah, hingga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan media
sosial. Jangan sampai murid sudah bermain Artificial Intelligence, kepala
sekolah masih bingung membuka PDF. Kepala sekolah hari ini harus melek
teknologi dan terus meningkatkan kapasitas diri.
Bupati
juga menekankan pentingnya pendidikan karakter di tengah derasnya pengaruh
teknologi dan media sosial. Ia mengingatkan bahwa kecerdasan intelektual harus
diimbangi dengan akhlak, sopan santun, dan moralitas yang baik. Pintar itu
penting, tapi jauh lebih penting memiliki adab dan karakter. Jangan sampai
anak-anak kita cerdas secara akademik tetapi kehilangan nilai-nilai moral. Dalam
hal ini, bupati menaruh perhatian serius
terhadap persoalan bullying dan kekerasan di lingkungan pelajar. Ia meminta
seluruh kepala sekolah menjadikan sekolah sebagai rumah kedua yang aman dan
nyaman bagi peserta didik.
“Sekolah
harus menjadi tempat yang aman dari perundungan. Pendidikan karakter dan
pengawasan harus diperkuat bersama. Dalam h al ini pentingnya kekompakan antara
kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga tenaga honorer. Menurutnya,
keberhasilan pendidikan tidak dapat dicapai tanpa kebersamaan seluruh unsur
sekolah,” ujarnya.
Hadir
dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Dr Carlan, Sekdisdikbud H Pipin Mansur Aripin
MPd, perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuningan, Ketua DPD AKSI
Jawa Barat Imam Lubis Sasono, M.Pd,
perwakilan KCD Pendidikan Wilayah X Jawa Barat, unsur perbankan, organisasi
profesi pendidikan, serta para kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan
dari TK hingga SLTA se-Kabupaten Kuningan.
(HEM/BK)




