Post ADS 1
Post ADS 1
Minggu, 5/24/2026 08:21:00 AM WIB
HeadlinePendidikan

Kepala SMA Negeri 1 Kadugede Rhida Jaya Bhuana SPd, MPd, Dapat Kepercayaan Untuk Menduduki Jabatan Ketua Aksi Kabupaten Kuningan

 


Rhida Jaya Bhuana SPd, MPd, dilantik menjadi  Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (DPC AKSI) Kabupaten Kuningan masa bakti 2026-2030 berlangsung di Teras Pendopo, Rabu (20/5/2026).

 


KUNINGAN, (BK).-

Kepala SMA Negeri 1 Kadugede, Rhida Jaya Bhuana SPd, MPd, mendapat kepercayaan untuk menuduki jabatan  Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (DPC AKSI) Kabupaten Kuningan masa bakti 2026-2030 yang dikukuhkan di Teras Pendopo, Rabu (20/5/2026).

 

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPC AKSI Kabupaten Kuningan, Rhida Jaya Bhuana SPd, MPd, mengemukakan, atas nama seluruh pengurus DPC AKSI Kabupaten Kuningan tak lupa menyampaikan rasa hormat setinggi-tingginya dan terima kasih sebesar-besarnya terhadap  Pemerintah Kabupaten Kuningan, DPD AKSI Provinsi Jabar, Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kab Kuningan, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap terbentuknya organisasi ini. Kehadiran AKSI ini merupakan sebuah ikhtiar bersama sebagai  wadah untuk memperkuat profesionalisme, solidaritas, dan kolaborasi antar kepala sekolah demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Kuningan.

 

“Pengukuhan DPC AKSI Kabupaten Kuningan  ini bukan hanya seremonial organisasi, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam mendukung visi besar Pemerintah Kabupaten Kuningan Melesat. Kami memandang bahwa semangat Kuningan Melesat bukan sekadar slogan pembangunan, melainkan sebuah gerakan bersama untuk mempercepat kemajuan daerah dalam berbagai bidang, terutama pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan,” ujar Rhida.

 

Ditambahkan Rhida, sesungguhnya pendidikan itu merupakan pondasi utama dalam menciptakan generasi yang unggul, berkarakter, kreatif, inovatif, dan mampu bersaing di masa depan. Oleh sebab itu, AKSI Kabupaten Kuningan siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung berbagai program pembangunan, khususnya dibidang pendidikan dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia di Kabupaten Kuningan.




“Kami meyakini bahwa dalam pengelolaan pendidikan tidak boleh ada dikotomi antar sekolah maupun antar jenjang pendidikan. Tidak boleh ada sekat antara sekolah negeri dan swasta. Tidak boleh ada perbedaan cara pandang antara jenjang PAUD, SD, SMP/MTs, SMA/SMK dan Madrasah Aliyah (MA) maupun pendidikan lainnya. Semua itu adalah bagian penting dalam ekosistem pendidikan yang saling menguatkan dan saling melengkapi satu sama lain,” tutur Rhida.

 

Oleh sebab itu, lanjut Rhida, AKSI Kabupaten Kuningan hadir untuk membangun semangat kebersamaan, kolaborasi, dan saling mendukung demi terciptanya kualitas pendidikan yang merata, berkualitas, dan berkeadilan. Ditegaskan dia, bahwa keberhasilan pendidikan tidak dapat dicapai secara parsial. Pendidikan harus dibangun melalui sinergi seluruh elemen, baik pemerintah daerah, dinas pendidikan, kepala sekolah, guru, pengawas, dunia usaha, organisasi profesi, perguruan tinggi, termasuk masyakat.

 

“Melalui Aksi, kami berkomitmen menjalin kerja sama lintas jenjang dan lintas sektoral sehingga terbangun komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan saat ini. Dalam halk ini, AKSI harus menjadi ruang bersama: untuk berbagi praktik baik  memperkuat kompetensi kepemimpinan sekolah, membangun inovasi pendidikan, meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta mempererat solidaritas antar kepala sekolah yang  di Kabupaten Kuningan,” paparnya.

 

Ia menyadari bahwa dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan. Perubahan teknologi, perkembangan karakter generasi muda, transformasi digital, serta tuntutan peningkatan mutu pendidikan mengharuskan kita terus bergerak maju dan mampu beradaptasi. Karena itu, kepala sekolah tidak hanya dituntut menjadi administrator, tetapi juga harus mampu menjadi pemimpin pembelajaran, agen perubahan, dan penggerak inovasi di lingkungan sekolah masing-masing. Melalui organisasi aksi ini, diharapkan lahir budaya kolaboratif antar kepala sekolah sehingga tidak ada lagi sekolah yang berjalan sendiri-sendiri. Yang kuat membantu yang belum kuat, yang maju mendampingi yang sedang berkembang, sehingga kemajuan pendidikan dapat dirasakan secara merata.

 

“Kami mengajak seluruh kepala sekolah yang ada di Kab Kuningan untuk menjadikan AKSI ini sebagai rumah besar bersama. Rumah untuk saling belajar, saling menguatkan, saling mendukung, dan saling menginspirasi demi kemajuan pendidikan. Mari kita hilangkan ego sektoral, perbedaan, dan sekat-sekat yang dapat menghambat kemajuan pendidikan. Saatnya kita memperkuat persatuan, mempererat komunikasi, dan membangun langkah bersama demi masa depan generasi Kab Kuningan yang lebih baik. Mari kita bergerak bersama, bersinergi  dan melesat bersama demi kemajuan pendidikan di Kab Kuningan,” harap Rhida.

 

Dalam hal ini, Bupati  Dr H. Dian Rachmat Yanuar MSi, memberikan arahan dalam acara Pengukuhan DPC  AKSI Kabupaten dengan penuh semangat dan edukatif. Kegiatan tersebut  menjadi momentum penguatan kolaborasi antar kepala sekolah lintas jenjang pendidikan dalam mendukung visi “Kuningan Melesat”.

 

“Keberadaan AKSI harus menjadi energi baru dalam membangun sinergi pendidikan di Kabupaten Kuningan. Saya mengapresiasi semangat organisasi yang mampu menyatukan kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan, baik di lingkungan pemerintah daerah, Kementerian Agama, maupun pemerintah provinsi. Dengan adanya AKSI ini mudah-mudahan sekat-sekat antar jenjang pendidikan bisa melebur dan bersinergi membangun dunia pendidikan di Kabupaten Kuningan yang semakin melesat,” tutur H Dian.



Selan itu, dia juga menyoroti kompleksitas tugas kepala sekolah di era digital saat ini. Menurutnya, kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai manajer pendidikan, tetapi juga harus mampu menjadi pengelola anggaran, mediator persoalan sekolah, hingga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan media sosial. Jangan sampai murid sudah bermain Artificial Intelligence, kepala sekolah masih bingung membuka PDF. Kepala sekolah hari ini harus melek teknologi dan terus meningkatkan kapasitas diri.

 

Bupati juga menekankan pentingnya pendidikan karakter di tengah derasnya pengaruh teknologi dan media sosial. Ia mengingatkan bahwa kecerdasan intelektual harus diimbangi dengan akhlak, sopan santun, dan moralitas yang baik. Pintar itu penting, tapi jauh lebih penting memiliki adab dan karakter. Jangan sampai anak-anak kita cerdas secara akademik tetapi kehilangan nilai-nilai moral. Dalam hal ini, bupati  menaruh perhatian serius terhadap persoalan bullying dan kekerasan di lingkungan pelajar. Ia meminta seluruh kepala sekolah menjadikan sekolah sebagai rumah kedua yang aman dan nyaman bagi peserta didik.

 

“Sekolah harus menjadi tempat yang aman dari perundungan. Pendidikan karakter dan pengawasan harus diperkuat bersama. Dalam h al ini pentingnya kekompakan antara kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga tenaga honorer. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak dapat dicapai tanpa kebersamaan seluruh unsur sekolah,” ujarnya.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut,  Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Dr  Carlan, Sekdisdikbud H Pipin Mansur Aripin MPd, perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuningan, Ketua DPD AKSI Jawa Barat Imam Lubis Sasono,  M.Pd, perwakilan KCD Pendidikan Wilayah X Jawa Barat, unsur perbankan, organisasi profesi pendidikan, serta para kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan dari TK  hingga SLTA se-Kabupaten Kuningan. (HEM/BK)