KUNINGAN,(BK). –
Perjalanan hidup Enda Suhenda, M.Pd., hingga akhirnya dilantik menjadi Kepala SDN 3 Ciherang, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, penuh dengan perjuangan dan lika-liku kehidupan. Sebelum menjadi kepala sekolah, Enda pernah merasakan pahitnya gagal menjadi anggota TNI, hidup merantau di Jakarta hingga berjualan kecil-kecilan di pinggir jalan.
Pelantikan kepala sekolah yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Kuningan pada Jumat (22/5/2026) menjadi titik penting dalam perjalanan hidup pria asal Kuningan tersebut. Jabatan yang kini diembannya disebut sebagai hasil dari proses panjang yang dijalani dengan penuh kesabaran dan kerja keras.
Selepas lulus SMA, Enda memilih merantau ke Jakarta demi mencari pekerjaan. Berbagai tempat sempat ia datangi untuk melamar kerja, mulai dari rumah sakit hingga pabrik. Namun usaha itu belum membuahkan hasil.
Untuk bertahan hidup, Enda akhirnya berjualan rokok, Indomie dan minuman ringan di kawasan Jakarta Selatan sambil terus mencoba peruntungan mengikuti seleksi TNI.
“Waktu itu saya jualan rokok, Indomie dan teh botol di pinggir jalan sambil tetap berusaha mengubah nasib dengan mendaftar TNI,” ujar Enda usai pelantikan.
Tidak hanya itu, ia juga pernah menjadi tenaga honorer di Mabes Marinir Cilandak, Jakarta Selatan. Namun cita-citanya menjadi anggota TNI harus pupus setelah gagal lolos seleksi.
Pada tahun 2004, Enda memutuskan kembali ke kampung halaman dan membantu orang tuanya bertani di sawah. Di masa itu, ia mengaku sempat merasa jenuh karena belum memiliki pekerjaan tetap.
Keinginan untuk melanjutkan pendidikan muncul ketika melihat teman-temannya mulai kuliah. Meski sempat mendapat penolakan dari orang tua yang berharap dirinya kembali bekerja di Jakarta, Enda tetap nekat melanjutkan kuliah di STAI Al Ihya Kuningan yang kini menjadi Universitas Islam Al Ihya (Unisa) Kuningan.
Selama menjadi mahasiswa, Enda dikenal aktif berorganisasi. Ia pernah menjabat Ketua BEM Unisa serta aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Kuningan tahun 2009.
Perjuangan kuliahnya juga tidak mudah. Karena belum memiliki kendaraan, ia sering berjalan kaki sejauh sekitar 2,5 kilometer menuju kampus.
“Kadang hujan-hujanan jalan kaki ke kelas. Tapi saya berpikir kalau diam saja, saya akan semakin tertinggal,” katanya.
Semangat belajar itu akhirnya membuahkan hasil. Enda berhasil menyelesaikan pendidikan S1 pada 2010 dan melanjutkan pendidikan S2 hingga lulus tahun 2023.
Di tengah pengabdiannya sebagai guru honorer dengan honor sekitar Rp50 ribu per bulan, Enda juga sempat menjalani profesi wartawan selama kurang lebih empat tahun, dari 2010 hingga 2014. Bahkan, ia pernah dipercaya menjadi Bendahara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kuningan.
Menurutnya, pengalaman di dunia jurnalistik banyak memberikan pelajaran hidup, mulai dari membangun komunikasi, memperluas jaringan hingga menanamkan disiplin dan integritas.
“Dengan berbagai pengalaman di lapangan, kita juga bisa berkontribusi untuk kemajuan sekolah, baik prestasi akademik maupun non-akademik,” ucapnya.
Setelah lolos seleksi CPNS, Enda akhirnya memutuskan fokus sepenuhnya di dunia pendidikan dan meninggalkan profesi wartawan. Kini, perjuangan panjang itu mengantarkannya dipercaya menjadi Kepala SDN 3 Ciherang.
Enda berharap amanah yang diterimanya dapat menjadi langkah untuk memajukan dunia pendidikan, khususnya di lingkungan sekolah yang dipimpinnya.
“Terimakasih kepada Pemda Kuningan yang telah memfasilitasi prosesi pelantikan kepala sekolah. Semoga dengan amanah baru ini kami bisa lebih memajukan pendidikan, khususnya di sekolah yang saya pimpin dan umumnya untuk pendidikan di Kabupaten Kuningan semakin melesat,” pungkasnya.(Apip/BK)






