Post ADS 1
Post ADS 1
REDAKSI
Jumat, 5/01/2026 12:06:00 PM WIB
Giat MasyarakatHeadline

Progres Jembatan Perintis Garuda Tahap III di Cikubangsari Baru 28,15 Persen, Pekerjaan Utama Masih Berjalan


Anggota TNI bersama warga mengerjakan pembesian konstruksi Jembatan Perintis Garuda Tahap III di Sungai Leuwi Limeng, Desa Cikubangsari, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, Jumat (1/5/2026), sebagai bagian dari percepatan pembangunan infrastruktur bagi masyarakat.





KUNINGAN, (BK). —

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III yang berlokasi di Sungai Leuwi Limeng, Desa Cikubangsari, Kecamatan Kramatmulya, Kabupaten Kuningan, terus berjalan dengan progres mencapai 28,15 persen hingga Jumat (1/5/2026).

Babinsa Desa Cikubangsari/Pajambon, Kopka Ehon, melaporkan bahwa pekerjaan jembatan yang dimulai sejak 1 April 2026 tersebut saat ini masih difokuskan pada tahap konstruksi utama, terutama pengerjaan lantai beton dan peninggian tembok penahan tanah (TPT).

“Untuk progres keseluruhan saat ini sudah mencapai 28,15 persen, dengan beberapa item pekerjaan yang masih berjalan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada tahap pekerjaan, progres lantai beton jembatan dan rambatan jalan sudah mencapai 84 persen. Rinciannya, pembesian 92 persen, begesting 100 persen, dan pengecoran beton 60 persen. Sementara itu, pengerjaan peninggian TPT baru mencapai 40 persen, dengan pasangan batu 80 persen dan plesteran serta acian yang belum dikerjakan.

Selain itu, lanjut Kopka Ehon, pemasangan gelagar jembatan (UNP baja) dan pembatas jembatan masih belum dimulai atau berada di angka nol persen. Begitu pula dengan pekerjaan pengecatan dan pemasangan prasasti yang belum dilaksanakan.



Dari sisi material, kata dia, proses dropping material telah mencapai 73,1 persen. Beberapa material seperti batu pecah dan begesting kayu triplek bahkan telah terpenuhi 100 persen, sementara besi mencapai 93 persen, pasir 82,6 persen, semen 70 persen, dan batu koral 66 persen.

“Material sebagian besar sudah tersedia, tinggal menunggu tahapan pekerjaan berikutnya,” imbuhnya.

Jembatan dengan panjang 15 meter dan lebar 1,2 meter tersebut dibangun untuk mendukung mobilitas masyarakat setempat. Dengan kapasitas tonase mencapai 4,2 ton, jembatan ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh sekitar 2.961 jiwa atau 987 kepala keluarga di wilayah tersebut.

Dalam pelaksanaannya, pembangunan melibatkan 6 personel TNI, 2 orang konsultan, serta 10 orang masyarakat setempat. Kondisi cuaca selama kegiatan berlangsung dilaporkan relatif mendukung, dengan cuaca cerah pada pagi hingga siang hari dan mendung pada sore hari.

Kopka Ehon menegaskan, situasi di lokasi pembangunan hingga saat ini terpantau aman dan terkendali. 

“Seluruh kegiatan berjalan lancar tanpa kendala berarti di lapangan,” pungkasnya.(Apip/BK)