Minggu, 6/14/2026 09:29:00 AM WIB
BirokrasiHeadline

Bupati H Dian Beserta Ratusan Personil Turun Langsung Melaksanakan Gerakan Sapu Bersih Eceng Gondok Di Kawasan Wisata Waduk Darma

 

Bupati H Dian Rachmatr Yanuar menaiki alat berat Harvester untuk memimpin loangsung melaksanakan Gerakan Sapu Bersih Eceng Gendok (Garpu Sendok) di kawasan wisata Waduk Darma, Sabtu (13/6/2026).

  


KUNINGAN, (BK).-

Tanpa ragu-ragu Bupati Kuningan H Dian Rachmatr Yanuar berserta ratusan personil turun langsung ke perairan umum melaksanakan Gerakan Sapu Bersih Eceng Gendok (Garpu Sendok) di kawasan wisata Waduk Darma, Sabtu (13/6/2026).

  

Tidak kurang dari  31 unsur lembaga terkait menyatu dalam Garpu Sendok untuk sama-sama membersihkan tanaman liar yang mencemari Situ Darma itu. Dalam aksi kebersihan tersebut, mereka  terdiri dari unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, instansi vertikal, dan  BUMD. Termasuk komunitas lingkungan, pelaku usaha, kelompok perikanan, pemerintah desa, hingga masyarakat sekitar waduk. Dua alat berat Harvester yang didatangkan dari BBWS Cimancis dan UPTD PSDA Jabar Wlayah Cirebon itu menyapu Eceng Gondok digiring ke tepi patai  untuk diangkuat sejumlah dam truk.

 

Dalam kesempatan tersebut, Bupati H  Dian Rachmat Yanuar menaiki alat berat Harvester bersama tim teknisi didampingi Sekda U Kusmana, Assda II Setda Kuningan, Wawan Setiawan, Camat Darma Deni dan Kuwu Jagawa Umar Hidayat.  Sementara Wakil Bupati Hj Tuti Andriani beserta Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Kuningan, Hj Ela Helayati  beserta komunitas ibu-ibu lainnya turut membersihkan di pinggiran pantai Waduk Darma.




Sebagai langkah nyata menyelamatkan kawasan wisata Waduk Darma dari  ancaman kerusakan lingkungan, bupati beserta jajaran dibantu pihak terkait melakukan tindakan nyata sebagai penanganan secara serius. Hal ini bukan semata seremoni, melainkan keseriusan pihak Pemda dalam penangan  gulma yang memiliki daya sebar dan daya rusak tinggi terhadap ekosistem perairan umum Waduk Darma. Sebab jika dibiarkan, Eceng Gondok ini akan menurunkan kualitas air, merusak ekosistem perairan, mempercepat pendangkalan waduk. Sehingga akan berdampak terhadap sektor pariwisata, perikanan, dan pertanian yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat.

 

“Kami juga ucapkan terima kasih atas gerakan pembersihan Eceng Gondok, atas dukungan dari sembilan desa penyangga Waduk Darma. Yakni; Desa Jagara, Sakerta Timur, Sakerta Barat, Paninggaran, Cipasung, Cikupa, Darma, Kawah Manuk, dan Parung yang mengerahkan partisipasi masyarakat serta para petani ikan di wilayah masing-masing,” tutur H Dian.

 

Termasuk ucapkan terima kasih atas bantuan serta dukungan sarana operasional turut dikerahkan upaya  mempercepat pembersihan. Dari mulai dari alat berat, perahu, kapal, kendaraan angkut hingga armada pengangkut Eceng Gondok. Seluruhnya dikoordinasikan bersama oleh BBWS Cimanuk-Cisanggarung, UPTD PSDA Jawa Barat, BPBD, dan sejumlah perangkat daerah terkait. Penyelamatan Waduk Darma ini tidak bisa dibebankan kepada pemerintah daerah semata. Namun diperlukan kolaborasi seluruh unsur melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan masyarakat.

 

“Untuk itu, kami menginginkan gerakan ini tidak berhenti sampai di sini sebagai kegiatan seremonial. Namun harus menjadi gerakan bersama yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Para  pihak yang menikmati manfaat dari keberadaan Waduk Darma harus ikut bertanggung jawab menjaga dan merawatnya,” pinta bupati.



Bupati sangat tidak menghendaki adanya  pihak yang memberoleh manfaat dari Waduk Darma, namun  hanya berdiam diri tanpa peduli terhadap kelanggusung kawasan wisata andalan Pemkab Kuningan ini. Jangan sampai terjadi keuntungan dinikmati pihak lain, sementara Pemda hanya kebagian permasalah akibat pihak yang tidak bertanggungjawab terhadap lingkungan. Termasuk dalam perawatan jalan, ada pengusaha tidak perduli terhadap kerusakan jalan yang dilalu, hanya pemerintah setempat yang terkana imbasnya.

 

“Dalam hal ini yang dirugikan tidak hanya Pemda termasuk masyarakat untuk mendapatkan manfaat fasiltas yang disediakan pemerintah. Keberadaan perairan umum Waduk Darma yang tercemar serta  kondisi jalan kabupaten yang rusak akibat dilalui kendaraan melebih tonase jangan sampai terulang. Dalam hal ini harus  ada kepedulain pihak pengguna jasa/fasilitas negara itu. Selanjutnya, kami mintu laporan dari Asda II dan pihak Dishub Kab. Kuningan, baik terkait kondisi Waduk Darma setelah dilakukan pembersihan Eceng Gondok dan kondisi jalan kabupaten yang dilalui kendaraan tidak sesuai tonase,” uajar H Dian.

 

Dalam rangka penyelamatan lingkungan kawasan wisata Waduk Darma, Pemkab Kuningan maupun kerusakan jalan akaibat dilalui kedanraan diluar tonase, akan terus dilakukan evaluasi dan koordinasi secara berkala untuk memastikan penanganan permasalahan tersebut  dapat berjalan efektif. Targetnya, dalam beberapa bulan ke depan kondisi Waduk Darma dapat berangsur pulih dan kembali menjadi kawasan yang bersih, indah, serta nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.  (HEM/BK)