KUNINGAN, (BK). –
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan kembali membuktikan keberhasilan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Sebanyak 20 kilogram melon berhasil dipanen dari lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Pertanian Lapas Kuningan, Kamis (18/6/2026).
Panen dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, didampingi pejabat struktural, staf, dan CPNS. Melon yang dipanen merupakan hasil budidaya warga binaan melalui program pembinaan di bidang pertanian yang selama ini mendapat pendampingan dari petugas.
Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, mengatakan panen tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan yang diberikan tidak hanya berorientasi pada kegiatan selama menjalani masa pidana, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat setelah bebas nanti.
"Panen melon ini menjadi bukti bahwa program pembinaan kemandirian di Lapas Kuningan berjalan dengan baik. Kami ingin warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memiliki keterampilan yang bisa menjadi bekal saat kembali ke tengah masyarakat," ujar Sukarno Ali.
Menurutnya, kegiatan pertanian merupakan salah satu implementasi program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam memperkuat pembinaan kemandirian sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
Ia menegaskan, warga binaan dilibatkan secara langsung mulai dari proses penanaman, perawatan hingga panen sehingga memperoleh pengalaman dan keterampilan kerja yang dapat diterapkan setelah kembali ke lingkungan masyarakat.
"Melalui kegiatan pertanian ini, warga binaan belajar disiplin, bertanggung jawab, dan produktif. Kami akan terus mengembangkan lahan SAE dengan berbagai komoditas agar manfaat program pembinaan semakin luas," katanya.
Sukarno Ali menambahkan, keberhasilan panen melon menjadi motivasi bagi Lapas Kuningan untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan berbasis keterampilan. Selain menghasilkan produk pertanian, program tersebut juga diharapkan mampu membentuk karakter warga binaan agar lebih mandiri, produktif, dan siap berkontribusi secara positif setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Panen melon di SAE Pertanian ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen Lapas Kelas IIA Kuningan dalam menghadirkan program pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Ke depan, pengembangan sektor pertanian akan terus dilakukan melalui diversifikasi tanaman guna meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung ketahanan pangan. (Apip/BK)



