Rabu, 6/24/2026 07:29:00 PM WIB
HeadlinePendidikan

SMA IT Manba'ul Huda Desa Sidaraja Resmikan Gedung Baru Sekaligus Mewisuda Ratusan Santri Tahfidz Quran

 


Sejumlah santri tahfidz quran diwisuda berlangsung di Komplek Pondok Pesantren Manba'ul Huda Desa Sidaraja Kecamatan Ciawigebang Kabupaten Kuningan, Sabtu (20/6/2026).  


KUNINGAN, (BK),-

Apa yang diidamkan akhirnya terkabulkan, kini SMA Islam Terpadu (IT) Manba’ul Huda berlokasi di Desa Sidaraja Kecamatan Ciawigebang Kabupaten Kuningan meresmikan penggunaan gedung baru sekaligus mewisuda ratusan santri tahfidz quran.

 

Peresmial Madrasah Mu’allimin Mu’allimat Manba’ul Huda Sidaraja, Haflah Akhirussanah dan wisuda tahfidz ke-2 berlangsung di komplek pondok pesantren setempat, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 600 orang, terdiri dari para santri, alumni, wali santri, dewan guru, tokoh masyarakat serta undangan lainnya.

 

Kegiatan tersebut menjadi ajang pembuktian atas capaian akademik dan keagamaan bagi para santri selama satu tahun terakhir. Mereka yang diwisuda dari berbagai cabang tahfidz, mulai dari Syair Syahadatain, Matan Jurmiyah, Hadits Arbain, Nadzam Alfiyah Ibnu Malik, Nadzam Istiarah, hingga Tahfidz Juz ‘Amma. Wisuda kelulusan bagi santri Kelas 6 juga turut digelar dalam rangkaian acara yang sama.

 

Sebelum prosesi wisuda, acara diawali dengan peresmian gedung kelas baru SMA IT Manba’ul Huda yang ditandai dengan pengguntingan  pita secara simbolis oleh sesepuh dan jajaran tokoh yayasan. Pembangunan gedung tersebut menjadi salah satu langkah strategis madrasah dalam memperkuat sarana pendidikan, khususnya bagi santri Muallimin Muallimat jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA).


 


Berkaitan dengan hal itu, Kepala SMA IT Manba’ul Huda, Ato Sugiarto, S.Pd., menyampaikan rasa syukur atas rampungnya pembangunan gedung baru tersebut. Keberadaan  gedung tersebut  merupakan bentuk komitmen sekolah dalam memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi siswa maupun tenaga pendidik.

 

“Alhamdulillah, gedung kelas baru ini telah rampung dan diresmikan. Hal ini adalah bentuk nyata upaya kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada siswa dan guru. Kami berkomitmen terus menjaga kualitas unggulan sekolah, baik di bidang keagamaan maupun akademik,” ujar Ato.

 

Adapun prosesi wisuda tahfidz ditandai dengan penyerahan sertifikat Tahfidz Mutun dan Tahfidz Juz ‘Amma kepada para santri. Selain itu, panitia juga turut menghadirkan sesi uji publik, yakni demonstrasi hafalan langsung di atas panggung sebagai pembuktian kemampuan santri berprestasi. Setiap santri yang berhasil menjawab tantangan hafalan dengan benar mendapat apresiasi langsung berupa hadiah dari pimpinan pondok.

 

Sejumlah santri tampil sebagai wisudawan terbaik di masing-masing cabang, yakni;  Septian Maulana (terbaik cabang Syahadatain), Fardan Muttaqin (terbaik cabang Jurmiah), Teguh Harianto (terbaik cabang Hadits Arbain), Suci Cahya Rahmadini (terbaik cabang Alfiyah), Rani Angelia (terbaik cabang Istiarah), dan Qori Nurul Azkia (terbaik cabang Juz ‘Amma).

 

Dalam tausiyahnya, Sesepuh Yayasan Manba’ul Huda, KH Asep Ubaidillah, S.Pd.I, menitipkan pesan mendalam mengenai hakikat rezeki dan makna sejati pendidikan kepada para santri.

 

“Harta adalah tingkatan rezeki yang paling rendah, kesehatan badan adalah tingkatan rezeki yang paling tinggi, anak yang saleh/salehah adalah rezeki yang paling utama, dan mendapatkan ridha Allah adalah kesempurnaan rezeki. Ijazah hanyalah tanda kalian pernah belajar, namun hakikat pendidikan adalah saat ilmu membuat kalian semakin tawadhu dan bermanfaat bagi masyarakat. Di mana pun nanti kalian berkiprah, jangan pernah malu mengaku sebagai santri,” pintanya.




Hal senada disampikan Ketua Yayasan Manba’ul Huda, K.H. Irfan Hilmi, S.Pd.I.. Ia berpesan agar santri tidak menyia-nyiakan empat hal penting dalam hidup. Antara lain; perkara yang tidak boleh disia-siakan oleh santri: orang tuamu, karena mereka surgamu; waktumu, karena itu umurmu; cita-citamu, karena itu masa depanmu; dan kesehatanmu, karena itu modal berhargamu. Kita mendidik santri di sini agar menjadi qurratu ‘ayun atau penyejuk hati bagi orang tuanya, bukan menjadi musuh atau fitnah.

 

Sementara, Direktur Mu’allimin Mu’allimat, Ny. Hj. Nina Samrotul Fuadah, S.Sos., M.H.I., menekankan makna kelulusan yang bertepatan dengan momentum tahun baru Hijriah ini  harus menjadi ibrah untuk berhijrah. Hijrah bukan sekadar pindah kelas, tapi menetapkan arah tujuan hidup. Apa pun profesi kalian kelak, pejabat, guru, dokter, atau pebisnis, tujuannya harus satu: memberikan manfaat bagi manusia dan meraih rida Allah.

 

Suasana haru turut menyelimuti penghujung acara, terutama saat siswi Kelas 3 putri mempersembahkan lagu perpisahan yang membuat banyak wali santri dan santri tak kuasa menahan air mata. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan penampilan pencak silat Pagar Nusa dari unit Tri Sukma Jati, pembagian rapor, pengumuman juara umum, serta sesi foto bersama per kelas.

 

Dengan bertambahnya sarana fisik dan terus berlanjutnya tradisi wisuda tahfidz setiap tahun, Madrasah Mu’allimin Mu’allimat Manba’ul Huda menegaskan komitmennya mempertahankan kurikulum integratif. Yakni; perpaduan penuh antara ilmu agama melalui kajian kitab kuning dengan ilmu umum sesuai kurikulum nasional. Hal ini demi melahirkan generasi yang matang secara spiritual maupun intelektual, sejalan dengan motto Haflah yang diusung tahun ini, “Lulus Berkah, Melangkah Dakwah.” (HEM/BK)