REDAKSI
Selasa, 7/28/2026 09:46:00 PM WIB
HeadlineHukum

Harmoni Fest 2026 Batal, Panitia Beberkan Dugaan Penyalahgunaan Anggaran oleh Oknum Ketua Pelaksana





KUNINGAN, (BK).–

Gelaran konser musik Harmoni Fest 2026 yang sebelumnya dinantikan masyarakat Kabupaten Kuningan dipastikan batal digelar. Konser yang semula dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 tersebut diduga batal akibat persoalan keuangan yang berdampak pada terhambatnya pembayaran kepada vendor dan manajemen artis.

Selain gagal menghadirkan sejumlah musisi nasional maupun lokal, persoalan lain muncul terkait proses pengembalian dana (refund) tiket yang hingga kini belum seluruhnya terealisasi. Para pembeli tiket masih menunggu kepastian pengembalian dana yang menjadi hak mereka.

Salah seorang pembeli tiket berinisial G, yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, mengaku telah menghubungi pihak panitia melalui pesan WhatsApp untuk mempertanyakan kejelasan proses refund.

"Punten kang, sampai saat ini masih belum ada kejelasan tentang dana refund. Saya minta tolong kang, saya hanya minta hak saya," tulis G dalam pesannya kepada panitia.

Perwakilan panitia, Wildan, mengatakan pembatalan konser terjadi setelah kondisi keuangan acara mengalami gangguan. Menurutnya, keterlambatan pembayaran kepada sejumlah pihak membuat beberapa vendor memilih mundur sehingga pelaksanaan konser tidak dapat dilanjutkan.

Wildan menyebut, pihak panitia menduga persoalan tersebut bermula dari adanya penggunaan anggaran kegiatan tanpa otorisasi oleh oknum Ketua Pelaksana berinisial Q yang juga menjabat sebagai Direktur Utama CV penyelenggara.

"Terjadinya pembengkakan anggaran disebabkan oleh tindakan oknum ketua pelaksana yang menggunakan anggaran acara tanpa otorisasi. Dugaan penarikan dana secara sepihak tersebut dilakukan dengan dalih kebutuhan biaya kuliah sebesar Rp7,5 juta menurut pengakuan Q melalui pesan WhatsApp, serta Rp45 juta yang diduga digunakan untuk kepentingan pribadi, yang tidak bisa dijelaskan oleh keluarganya" ujar Wildan saat memberikan keterangan, Selasa (28/7/2026).


Ia menjelaskan, pihak panitia sempat mencari keberadaan Q ke rumahnya yang pada 5 Mei 2026 karena sulit ditemui, namun di rumah Q hanya ada keluarganya. Dalam proses tersebut, lanjut Wildan, keluarga Q telah mengembalikan sejumlah dana.

Namun, dana tersebut langsung digunakan untuk memenuhi kewajiban pembayaran kepada vendor dan manajemen artis sehingga belum dapat dialokasikan untuk pengembalian dana tiket.

"Dana yang dikembalikan langsung terserap untuk membayar kewajiban kepada vendor dan manajemen artis. Karena itu, proses refund kepada pembeli tiket belum bisa diselesaikan seluruhnya," katanya.

Wildan mengungkapkan, kondisi tersebut membuat panitia berada dalam posisi sulit. Di satu sisi, panitia harus menyelesaikan kewajiban kepada pihak-pihak yang terlibat dalam acara, sementara di sisi lain para pembeli tiket masih menunggu kepastian pengembalian dana.

Menurutnya, persoalan tersebut bukan hanya terkait dana yang telah dikembalikan, tetapi juga membutuhkan penjelasan mengenai pengelolaan anggaran serta pertanggungjawaban atas dampak yang menyebabkan konser batal digelar dan proses refund mengalami hambatan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak panitia masih berupaya menyelesaikan proses pengembalian dana tiket dan terus melakukan komunikasi dengan pihak terkait agar hak para pembeli dapat segera dipenuhi. Sementara itu, Q belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan yang disampaikan pihak panitia.(Red/BK)