REDAKSI
Sabtu, 7/04/2026 07:13:00 PM WIB
HeadlinePariwisata

Libur Sekolah Dongkrak Kunjungan ke Wisata Air Panas Subang, Pengelola Harap Akses Jalan Diperbaiki




Direktur BUMDes Maral Walatra Desa Subang, Subagja Mulyono, saat ditemui di Objek Wisata Air Panas Subang, Desa Subang, Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan, Sabtu (4/7/2026). (Foto: Apip/BK)





KUNINGAN, (BK) .–

Jumlah pengunjung Objek Wisata Air Panas Subang di Dusun Kliwon, Desa Subang, Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan, mengalami peningkatan selama masa libur sekolah. Pengelola berharap pemerintah dapat memperbaiki akses jalan menuju lokasi wisata yang hingga kini masih menjadi kendala.

Direktur BUMDes Maral Walatra, Subagja Mulyono, saat ditemui di Objek Wisata Air Panas Subang, Sabtu (4/7/2026), mengatakan peningkatan kunjungan terjadi dibandingkan hari biasa. Menurutnya, wisatawan yang datang berasal dari Kabupaten Kuningan, Ciamis, hingga Bogor.

"Banyak pengunjung datang untuk berendam karena percaya air panas di sini dapat membantu meredakan penyakit kulit, gatal-gatal, rematik, asam urat, dan pegal-pegal," ujarnya.

Subagja menjelaskan, objek wisata yang mulai dibangun pada 2012 itu memanfaatkan sumber air panas alami. Selain pemandian air panas, kawasan tersebut juga memiliki sejumlah curug yang dapat ditempuh sekitar satu jam perjalanan melalui jalur yang cukup menantang.



Ia menambahkan, tarif masuk objek wisata sebesar Rp5.000 untuk anak-anak dan Rp10.000 bagi orang dewasa. Sementara pengelolaan parkir dilakukan oleh karang taruna setempat.

Meski jumlah pengunjung meningkat selama libur sekolah, menurutnya kondisi akses jalan menuju lokasi sepanjang sekitar satu kilometer masih perlu mendapat perhatian pemerintah.

"Harapan kami pemerintah dapat membantu memperbaiki akses jalan agar pengunjung lebih nyaman saat berkunjung ke sini," katanya

Sementara itu, salah seorang pengunjung asal Kabupaten Kuningan, Albin Afian (24), mengaku datang karena penasaran ingin melihat langsung objek wisata air panas tersebut. Ia menilai fasilitas di area kolam masih perlu ditingkatkan agar pengunjung lebih nyaman.

"Kalau ada tempat berteduh di area kolam, pengunjung bisa lebih nyaman saat berendam," ucapnya.



Di sisi lain, pedagang asongan asal Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka, Encur, mengaku peningkatan jumlah pengunjung selama libur sekolah turut berdampak terhadap penjualannya.

"Kalau liburan sekolah dagangan lebih ramai. Penghasilan sehari sekitar Rp50 ribu, bahkan bisa lebih kalau pengunjung sedang banyak," tuturnya.

Pengelola berharap dukungan pemerintah, khususnya melalui perbaikan infrastruktur jalan menuju objek wisata, sehingga potensi wisata alam di Desa Subang dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.(Apip/BK)