Sabtu, 8/01/2026 02:41:00 PM WIB
BirokrasiHeadline

Pemerintah Kabupaten Kuningan Melalui Diskatan Salurkan Bantuan Pangan Tepat Sasaran Cegah Kerawanan Pangan

 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian (Dskatan) Kabupaten Kuningan, Dr Wahyu Hidayah MSi, menyalurkan bantuan pangan berlangsung di Desa Sangkanurip Kecamatan Cigandagamekar, Kamis (30/7/2026) 


KUNINGAN, (BK).-

Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Diskatan menyalurkan bantuan pangan berdasarkan hasil analisis Sistem Peringatan Dini Kerawanan Pangan dan Gizi (SKPG) pada masyarakat di berlangsung di Desa Sangkanurip Kecamatan Cigandamekar, Kamis (30/7/2026).

 

Program intervensi tersebut merupakan upaya pemerintah daerah dalam mencegah potensi kerawanan pangan dan gizi sejak dini. Melalui SKPG, pemerintah dapat mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan perhatian sehingga bantuan yang diberikan menjadi lebih cepat, tepat sasaran, dan efektif. Sebanyak 100 paket bantuan pangan disalurkan kepada keluarga penerima manfaat, terdiri atas 51 paket di Desa Sangkanurip dan 49 paket di Desa Sangkanmulya. Setiap paket berisi beras 5 kilogram, telur 1 kilogram, daging ayam 1 kilogram, serta dua kemasan susu UHT sebagai sumber pangan bergizi untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., mengatakan bahwa SKPG menjadi instrumen strategis dalam mendukung pengambilan kebijakan di bidang ketahanan pangan karena mampu memberikan gambaran kondisi pangan masyarakat secara lebih akurat.


 



"Pemerintah tidak boleh menunggu sampai masyarakat mengalami kerawanan pangan. Melalui SKPG, kita dapat mendeteksi potensi kerawanan sejak dini sehingga intervensi yang dilakukan menjadi lebih cepat, tepat sasaran, dan berdampak nyata. Bantuan ini bukan sekadar penyaluran bahan pangan, melainkan bentuk kehadiran pemerintah dalam melindungi masyarakat," ujar Wahyu

 

Menurutnya, penyaluran bantuan pangan merupakan bagian dari strategi mitigasi untuk menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama kelompok rentan. Ia mengajak masyarakat membangun kemandirian pangan dari tingkat rumah tangga melalui optimalisasi pemanfaatan pekarangan.

 

"Ketahanan pangan tidak hanya dibangun dari sawah, tetapi juga dimulai dari rumah. Pekarangan dapat menjadi sumber pangan keluarga melalui budidaya sayuran, buah-buahan, tanaman bumbu, ternak maupun ikan. Jika setiap keluarga mampu memenuhi sebagian kebutuhan pangannya sendiri, maka ketahanan pangan daerah akan semakin kuat," katanya.

 

Sementara itu, Bupati Kuningan Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu fondasi utama pembangunan daerah. Karena itu, setiap program harus disusun berdasarkan data yang akurat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Pemerintah harus hadir sebelum masyarakat menghadapi kesulitan. Itulah makna penting SKPG sebagai sistem peringatan dini yang membantu pemerintah mengambil langkah cepat dan tepat dalam mencegah kerawanan pangan. Kebijakan yang berbasis data akan menghasilkan intervensi yang lebih efektif, tepat sasaran, dan berkeadilan.



“Keberhasilan pembangunan ketahanan pangan tidak hanya diukur dari tingginya produksi pertanian, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menjamin seluruh masyarakat memperoleh akses terhadap pangan yang cukup, aman, bergizi, dan terjangkau.  Pemerintah Kabupaten Kuningan akan terus memperkuat sinergi antara pemerintah, petani, pemerintah desa, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan. Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, saya optimistis Kuningan mampu mewujudkan daerah yang mandiri pangan, masyarakatnya sehat, dan kesejahteraannya terus meningkat," pungkas H Dian.

 

Dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan berkomitmen memperkuat berbagai program strategis di bidang ketahanan pangan, mulai dari peningkatan produksi pertanian, pemberdayaan masyarakat, pengembangan pangan berbasis keluarga, hingga intervensi berbasis hasil analisis SKPG sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan daerah. Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap bantuan pangan tidak hanya mampu meringankan beban masyarakat dalam jangka pendek, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan keluarga serta mendorong tumbuhnya kemandirian pangan yang berkelanjutan. (HEM/BK)