Jumat, 9/04/2026 09:10:00 AM WIB
HeadlinePendidikan

Dinas Lingkungan Hidup Bekerja Sama Dengan Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Beserta HPAI Verifikasi 15 CSA 2026 Kuningan

 

Kepala SMP Negeri 2 Kramatmulya Kecamatan Kramatmulya Kabupaten Kuningan, Dery Daryaman SPd, berserta para siswa siap melaksakan Program Sekolah Adiwiyata, saat menerima kunjungan tim penilai tingkat kabupaten, Kamis (3/9/2026).




KUNINGAN, (BK).-

 

Sebagaimana jadwal yang telah ditetapkan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kuningan bekersaja dengan Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan beserta HPAI melakukan verifikasi pada 15 Calon Sekolah Adiwiyata (CSA) tahun 2026 Tingkat Kabupaten Kuningan.

 

Adapun sekolah yang dikungjungi oleh oleh tim penilai yakni;  TK Negeri Pembina Cigandamekar, TK Aismala Asri, dan TK Islam Plus Baitussalam. Sedangkan untuk SD terdiri dari  SDN Kapandayan, SDN Sayana, SDN Maniskidul, SDN 1 Sukamukti, SDN 2 Maniskidul, SDN 2 Pamulihan, dan SDN 2 Sembawa. Selain itu, untuk tingkat SLTP antara lain;  SMPN 1 Kalimanggis, SMPN 1 Pancalang, SMPN 2 Kramatmulya, SMPN 2 Pancalang, dan SMPN 2 Sindangagung.

 

Kegiatan verifikasi tersebut merupakan salah satu tahapan  dalam Program Adiwiyata yang mengacu pada Permen LHK Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Program Adiwiyata. Tim Penilai dibentuk berdasarkan Keputusan Bupati Kuningan Nomor 430 Tahun 2026. Tim terdiri dari unsur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Bidang PSDA, P3HL, Tata Kelola Lingkungan, Subkor Kemitraan DLH, HPAI Kabupaten Kuningan, dan LSM Akar.


 


Salah satu sekolah yang diverifikasi, SMPN 2 Sindangagung, menyambut baik kedatangan tim. Kepala Sekolah menyatakan siap untuk menerima masukan dan harapan dari  tim penilai. Keikutsertaannya untuk mengikuti Sekolah Adiwiyata bukan untuk mengejar piagam, akan tetapi upaya  membentuk karakter siswa agar peduli terhadap lingkungan sejak usia dini.

 

Berkaitan dengan hal itu, Kepala Bidang (Kabid) Tata Lingkungan DLH Kabupaten Kuningan, Agus Susanto, ST., M.A.P, menjelaskan bahwa verifikasi tersebut bertujuan untuk memastikan kesesuaian data yang diunggah di aplikasi SIDIA dengan kondisi nyata di lapangan. Penilaian Adiwiyata saat ini mengacu pada 4 prinsip utama: Proses, Partisipasi, Perilaku, dan Dampak.

 

“Kami tidak mencari sekolah yang paling bagus secara fisik, namun  sekolah yang konsisten dalam  menjalankan program Adiwiyata, melibatkan seluruh warga, dan memberi dampak nyata bagi lingkungan sekitarnya," ungkap Agus.

 

Dalam verifikasi, tim memeriksa 4 komponen utama yakni; kebijakan berwawasan lingkungan, kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan berbasis partisipatif, dan pengelolaan sarana ramah lingkungan. Sedangkan aspek yang ditinjau langsung meliputi pengelolaan sampah, hemat energi, hemat air, kebun sekolah, kantin sehat bebas plastik, serta integrasi materi lingkungan hidup dalam RPP. Hasil verifikasi lapangan ini akan menjadi dasar penetapan 15 sekolah tersebut sebagai Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten Kuningan Tahun 2026.




Ketua Himpunan Penggiat Adiwiyata Indonesia (HPAI) Kab. Kuningan, H Ajat Sudrajat MPd, mengemukakan, kita termasuk orang-orang yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya. Siapa lagi kalau  buka kita untuk merawat, memelihara serta melestarikan lingkungan sekitar yang dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Oleh sebab itu, silahkah keluarga besar sekolah untuk menanam pepohonan di lingkungan sekolah sekitar agar lingkungan tetap rindang sehingga akan banyak memberikan oksigen bagi kehirupan kita.

 

“Semakin banyak tanaman yang rindang dan terawat, maka akan semakin segar lingkungan sekitar kita. Apalagi jika dihiasi dengan tanaman obat keluarga  maupun pernak-pernik lainnya, maka kita akan lebih betah tinggal di sekolah,” tutur H Ajat.

 

Sementara, Kepala SMP Negeri 2 Kramatmulya, Dery Daryaman SPd, mengatakan,  dia siap untuk melaksanakan program Sekolah Adiwiyata dalam rangka mendukung program pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Kuningan Melesat. Melaksanakan pola hidup sehat, menjaga kebersihan dan pelestarian lingkungan adalah suatua kebutuhan bagi banyak orang. Keluarga besar SMP Negeri 2 Kramatmuya akan terus berupaya maksimal sebagaimana arahan serta masukan dari tim penilaian demi terwujudnya sekolah Adiwiyata sesuai harapan kita semua. (HEM/BK)