Selasa, 9/01/2026 08:30:00 AM WIB
BirokrasiHeadline

Internet Kini Jadi Kebutuhan Infrastruktur Dalam Kehidupan, Bupati H Dian Ingatkan ISP Tak Hanya Kejar Pelanggan

 

Bupati H Dian Rachmat Yanuar menghadiri Festival Pantura IX Paguyuban ISP SUCIAYUMAJAKUNING (Subang-Cirebon-Indramayu-Majalengka-Kuningan) Volume 3 yang digelar Paguyuban ISP Suciayumajakuning di kawasan wisata Ipukan Highland, Desa Cisantana Kecamatan Cigugur,  Minggu, (30/8/2026)


KUNINGAN, (BK).-

Sarfana internet kini menjadi kebutuhan infrastruktur kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari, namun Bupati Kuningan, Dr H Dian Rachmat Yanuar Msi, mengingatkan agar ISP tidak hanya berorietnasi pada peroleh jumlah pelanggan dan keuntungan bisnis.

 

“Namun idealnya turut membantu dalam membangun pertumbuhan serta peningkatan ekonomi masyarakat. Sebab internet saat ini cukup berkembang menjadi bagian penting dari infrastruktur kehidupan masyarakat. Perannya menjangkau berbagai sektor, dari  mulai pemerintahan, pendidikan, Usaha Mikro Kecil Masyarakat (UMKM),  pertanian dan aspek kehidupan lainnya,” demikian diungkapkan Bupati H Dian, saat menghadiri Festival Pantura IX Paguyuban ISP SUCIAYUMAJAKUNING (Subang-Cirebon-Indramayu-Majalengka-Kuningan) Volume 3 yang digelar Paguyuban ISP Suciayumajakuning di kawasan wisata Ipukan Highland, Desa Cisantana Kecamatan Cigugur,  Minggu, (30/8/2026).

 

Dia mencontohkan, pelayanan pemerintahan yang kini semakin bergantung pada teknologi digital. Begitu pula siswa yang membutuhkan internet untuk belajar, pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha, serta petani yang membutuhkan informasi harga dan teknologi pertanian. Oleh karena itu, ia menilai keberadaan para pelaku ISP memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Mereka usaha jasa komunikasi tersebut,  diminta pertumbuhan industri ISP tidak hanya dilihat dari sisi kuantitas pelanggan, juga harus dibarengi peningkatan kualitas layanan, inovasi dan kontribusi sosial ekonomi.

 

“Jangan tumbuh hanya dari sisi kuantitas pelanggan saja, tapi juga inovasi kualitas dan kontribusi sosial ekonominya. Bisnis internet memiliki dampak yang lebih luas dibanding sekadar transaksi penyediaan bandwidth. Akses internet memberikan kesempatan bagi masyarakat, khususnya anak-anak di desa, pelaku UMKM hingga petani untuk berkembang dan terhubung dengan berbagai peluang Dalam hal ini, bapak/ibu tidak hanya menjual bandwidth, namun membuka kesempatan agar pelanggan lebih produktif,” pinta bupati.


 



Misalnya, berupa akses pendidikan bagi anak-anak desa, peluang pengembangan usaha bagi UMKM, hingga akses informasi bagi petani untuk meningkatkan produktivitas. Ia meminta pemerataan akses internet terus diperkuat hingga wilayah pedesaan. Kabupaten Kuningan memiliki 376 desa dan kelurahan. Dian berharap transformasi digital tidak hanya terkonsentrasi di kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau masyarakat di pelosok.

 

“Jangan sampai transformasi digitalnya hanya terpusat di pusat kota saja. Saya juga titip di pedesaan-pedesaan,” katanya.

 

Dalam kesempatan tersebut, bupati menyampaikan gagasan untuk menjadikan Paguyuban ISP Suciayu Majakuning sebagai salah satu kekuatan dalam membangun ekosistem ekonomi digital di Jawa Barat bagian timur. Melihat forum yang mempertemukan ISP, mikro operator, reseller, vendor dan pelaku usaha lainnya sebagai bentuk kolaborasi yang penting. Dalam hal ini, tidak ada pelaku usaha yang dapat berkembang secara optimal jika berjalan sendiri.

 

“Jika diibaratkan kolaborasi sebagai bandwidth yang memiliki nilai besar karena mampu menghubungkan berbagai peluang. Kalau bandwidth ini internet bisa menghubungkan antar perangkat, maka kolaborasi ini akan menghubungkan antar peluang dan kesempatan. Diharapkan, pertemuan tersebut tidak berhenti pada silaturahmi, tetapi menghasilkan kerja sama dan peluang baru yang memberikan manfaat bagi Kabupaten Kuningan,” pinta bupati.

 

Ketua Badan Pengurus Wilayah Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Jawa Barat, Geary M. Fherza, menyebut Paguyuban ISP Suciayumajakuning sebagai salah satu paguyuban paling aktif di Jawa Barat. Ia mengatakan APJII Jawa Barat membagi wilayah kerja menjadi enam kawasan, yakni Bogor-Depok, Bekasi Raya, Bandung Raya, Priangan Timur, Cianjur-Sukabumi, dan Suciayumajakuning. Dari enam wilayah tersebut, menurut dia, Suciayumajakuning menjadi wilayah yang paling aktif dalam menggelar kegiatan.

 

“Saat ini terdapat sekitar 288 ISP yang berdomisili di Jawa Barat. Sementara secara nasional terdapat sekitar 1.600 ISP yang beroperasi. Keberadaan paguyuban salah satunya bertujuan memperkuat daya saing ISP lokal agar mampu bersaing dengan perusahaan besar. Sedangkan ISP lokal memiliki peran penting dalam menjaga agar aktivitas ekonomi digital di daerah juga memberikan manfaat bagi daerah tersebut,” tutur Geary.


 


Dijelaskannya, ia menyinggung persoalan reseller ISP serta pentingnya kepatuhan terhadap regulasi. Membedakan reseller legal yang berada di bawah ISP dengan praktik reseller ilegal yang tidak sesuai ketentuan. Kepatuhan terhadap regulasi diperlukan untuk menciptakan industri yang sehat sekaligus mencegah potensi kebocoran penerimaan negara. Dalam hal ini, ia mengapresiasi komitmen para CEO ISP Suciayu Majakuning yang telah menyatakan kesiapan untuk menjalankan usaha sesuai aturan.

 

Sementara itu, Ketua Paguyuban ISP Suciayu Majakuning Deny Restu Ginanjar, mengatakan saat ini terdapat 40 ISP yang tergabung dalam paguyuban tersebut. Anggotanya tersebar di Kabupaten Subang, Indramayu, Kabupaten dan Kota Cirebon, Majalengka, serta Kuningan. Namun khusus di Kabupaten Kuningan, terdapat lima ISP lokal yang berdomisili di daerah tersebut. Kegiatan tersebut menjadi momentum mempertemukan para pelaku ISP dengan vendor penyedia sarana dan infrastruktur, pelaku usaha serta stakeholder lainnya. Sementara, Pengurus HIPMI dari Kota Cirebon juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.

 

Dalam kegiatan tersebut, hadir jajaran pengurus dan anggota Paguyuban ISP Suciayumajakuning yang menaungi 40 perusahaan penyedia jasa internet (ISP) dari wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, dan Subang. Selain para CEO ISP beserta keluarga, kegiatan juga dihadiri Ketua Pengwil APJII Jawa Barat Geary M. Fherza, Ketua Paguyuban ISP Suciayumajakuning Denny Restu Ginanjar, serta perwakilan HIPMI Kota Cirebon.

 

Selain dihadiri Bupati H Dian, juga  Kadiskominfo Kab. Kuningan, H Ucu Suryana, diwakili Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kuningan Cece Hendra Krissianto, dan Kepala Bidang Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi Heri Juheri. (HEM/BK)