Jumat, 10/23/2026 07:25:00 AM WIB
BirokrasiHeadline

Kebakaran Hutan Kawasan Gunung Ciremai Kian Meluas Sehingga Mengungdang Perhatian Bapak Aing Didampingi Bapa Urang

 

Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi didampingi Bupati Kuningan, H Dian Rachmat Yanuar turun langsung atas terjadinya kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Ciremai, Kamis (22/10/2026).


KUNINGAN, (BK).-

Peristiwa kebakaran hutan dan lahan di kawasan gununing Ciremai kian meluas diperkirakan hingga mencapai puluhan hektar. Atas kejadian tersebut mengundang perhatian Gubernur Jabar Bapa Aing alias Kang Dedi Mulyadi (KDM) didamping Bapa Urang, Bupati Kuningan H Dian Rachmat Yanuar, Kamis (22/10/2026).

 

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Ciremai-Pasawahan kian mengkhawatirkan. Api mulai terpantau,  Rabu (21/10/2026) malam terus merambat dengan luasan terdampak yang semula diperkirakan hanya  5 hektar, kini bertambah hingga puluhan hektare, Kamis (22/10/2026).

 

Kondisi vegetasi yang mengering serta tiupan angin kencang menjadi faktor penyebab hingga  memperbesar resiko penjalaran api. Situasi tersebut membuat upaya pemadaman tampak keberja ekstra karena medan yang sangat menantang, terutama di kawasan lereng dengan medan terjal dan berbatu.

 

Bupati Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si,  yang baru datang  dari Jakarta setelah menghadiri agenda kedinasan, langsung turun ke lokasi bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi kebakaran sekaligus memastikan langkah penanganan di lapangan.


 



Bupati Dian mengungkapkan, karakteristik medan menjadi salah satu kendala utama bagi petugas dalam menjangkau titik-titik api. Sejumlah area berada di lereng curam dan berbatu sehingga berisiko tinggi apabila pemadaman hanya mengandalkan personel darat. Kalau api sudah menjalar ke lereng-lereng yang terjal dan berbatu, proses pemadaman melalui jalur darat akan sangat sulit dan berbahaya.

 

Menghadapi situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan melakukan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk meminta dukungan pemadaman melalui udara menggunakan helikopter dengan metode water bombing. Langkah ini diharapkan dapat membantu menjangkau titik api yang sulit diakses petugas dari darat. Penanganan karhutla juga dilakukan melalui koordinasi lintas instansi.

 

Sejumlah unsur yang terlibat di antaranya Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Dr. Drs. Herman Suryatman, M.Si., Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, S.H., M.Kn, unsur TNI dari Yonif, Polres, Kodim, BPBD, Perhutani Jawa Barat, petugas pemadam kebakaran, serta masyarakat peduli api.

 

Penguatan personel turut disiapkan melalui keterlibatan petugas dari wilayah sekitar, termasuk Kabupaten Majalengka dan Cirebon. Personel gabungan tersebut direncanakan mendukung operasi di posko penanganan dengan sistem penjagaan secara bergiliran.

 

“Mereka berjuang di sana tanpa mengenal waktu, siang dan malam selama dua hari terakhir. Karena itu, provinsi memberikan insentif sebagai bentuk stimulus,” tutur Bupati Dian.

 

Ditambahkannya, selain berfokus pada pengendalian api, Pemkab Kuningan juga memperhatikan kondisi kesehatan personil di lapangan. Tim medis dari puskesmas terdekat dipastikan segera diterjunkan untuk memantau kondisi petugas gabungan dan relawan yang masih bertahan di kawasan atas. Bupati selalu mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama selama kondisi cuaca dan vegetasi masih rentan memicu kebakaran.

 

“Kami minta warga tidak membakar sampah sembarangan serta lebih berhati-hati terhadap puntung rokok yang dapat menyulut material kering di kawasan hutan. Kami  menghimbau pada siapapun  agar tidak membakar sampah sembarangan dan mewaspadai puntung rokok. Pohon-pohon dan rumput di sepanjang jalur pendakian saat ini sangat kering sehingga mudah tersulut, terlebih ketika angin bertiup,” papar bupati.


 


Menjelang Kamis malam, upaya pengendalian terus dilakukan oleh petugas gabungan bersama masyarakat. Pembuatan sekat bakar menjadi salah satu langkah yang ditempuh untuk membatasi pergerakan api dan mencegah kebakaran meluas ke bagian hutan lainnya. Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) tak luput untuk menyampaikan terima kasih pada seluruh masyarakat beserta bupati,  TNI-Polri, BPBD, jajaran Masyarakat Peduli Api TNGC yang sudah bahu-membahu memadamkan api di kaki Gunung Ciremai.

 

“Saya berkomunikasi dengan Pak Wamenhan dengan jajaran TNI AU, akan segera diturunkan heli untuk melakukan pemadaman melalui water bombing,” kata Kang Dedi, saat berada di lokasi.

 

Menurt Bapa Aing panggilang akrab Gubernur Jabar itu, mengemukakan,  semoga seluruh kerja sama ini menjadi spirit bagi semua, untuk selalu menjaga hutan secara bersama-sama.  Sebab hutan tersebut banyak memberikan manfaat bagi kepentingan masyarakat.

 

“Kami ucapkan  terima kasih buat Pak Mensesneg dan Pak Seskab yang sudah memberikan izin saya tidak mengikuti kegiatan bersama Bapak Presiden di Jakarta, karea sedang  fokus memadamkan api di kawasan Gunung Ciremai Kabupaten Kuningan. Mari kita jaga alam secara bersama, karena alam adalah diri kita, maka perlakukanlah alam sebagaimana kita memperlakukan diri kita sendiri,” ucap Kang Dedi, mengakhiri pembicaraan. (HEM/BK)