REDAKSI
Kamis, 10/01/2026 08:59:00 PM WIB
HeadlineKesehatan

Kunjungan Pasien RS di Kuningan Naik 30 Persen, Dinkes: Belum Tentu Influenza A


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, dr. H. Edi Martono, MARS, menyampaikan imbauan kepada masyarakat terkait peningkatan kunjungan pasien rumah sakit dan isu Influenza A, Kamis (1/ 10/ 2026). 



KUNINGAN,(BK).–

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kuningan mencatat kunjungan pasien ke rumah sakit mengalami peningkatan hingga sekitar 30 persen. Namun, kenaikan tersebut belum dapat disimpulkan sebagai peningkatan kasus Influenza A.

Kepala Dinkes Kabupaten Kuningan, dr. H. Edi Martono, MARS, mengatakan peningkatan kunjungan pasien tidak serta-merta menunjukkan adanya lonjakan Influenza A. Kepastian mengenai jenis virus yang menyebabkan keluhan pasien harus melalui pemeriksaan laboratorium.

“Memang ada peningkatan kasus kunjungan ke rumah sakit 30 persen, tapi kita juga tidak bisa menyatakan bahwa seperti rumor yang sekarang sedang ramai itu Influenza A,” kata Edi, Kamis (1/10/2026).

Menurut Edi, laporan dari rumah sakit menunjukkan pasien datang dengan beragam keluhan dan penyakit. Dengan demikian, kenaikan kunjungan tersebut tidak seluruhnya berkaitan dengan influenza, batuk maupun pilek.

Ia menjelaskan, Influenza A juga sulit dibedakan hanya berdasarkan gejala karena memiliki kemiripan dengan infeksi saluran pernapasan lainnya. Pemeriksaan laboratoris diperlukan untuk memastikan jenis virus yang menginfeksi pasien.

“Kalau untuk pemeriksaan influenza itu perlu pemeriksaan laboratoris seperti pemeriksaan COVID-19 dulu. Dan itu bukan biaya yang murah,” ujarnya.


Di tengah informasi mengenai Influenza A yang beredar, Edi mengimbau masyarakat tidak panik. Menurutnya, kondisi cuaca pada masa pancaroba juga dapat memicu berbagai keluhan kesehatan, terutama batuk dan pilek.

“Imbauan dari kami, masyarakat jangan panik, jangan resah. Memang musim pancaroba ini gejala penyakit apa pun bisa timbul, terutama batuk pilek,” tuturnya.

Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada terhadap kondisi kesehatan. Jika keluhan semakin berat, terutama disertai sesak napas, segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan.

“Yang kita titik beratkan di sini adalah ketika timbul gejala sesak atau penyakit bertambah berat, segeralah ke layanan kesehatan,” tegasnya.

Dinkes juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat, seperti menjaga pola makan dan istirahat, rajin mencuci tangan, serta menerapkan etika batuk dan bersin.

Penggunaan masker juga dianjurkan, terutama bagi masyarakat yang sedang sakit maupun ketika berada di fasilitas pelayanan kesehatan. Masyarakat yang mengalami sakit cukup berat diminta membatasi aktivitas di luar rumah, termasuk bekerja dan bersekolah, untuk mengurangi risiko penularan.

“Kalau yang sakit itu memang agak berat, sebaiknya tidak beraktivitas dulu, baik yang kerja atau anak sekolah juga, untuk tidak menularkan kepada yang lain,” pungkasnya. (Apip/BK)