REDAKSI
Jumat, 11/06/2026 06:16:00 PM WIB
HeadilineHumaniora

Kebakaran Rumah di Mekarwangi, Kerugian Ditaksir Capai Rp115 Juta


Petugas Damkar bersama warga berjibaku memadamkan kebakaran rumah di Desa Mekarwangi, Kecamatan Lebakwangi, Jumat (6/11/2026). Kepulan asap masih terlihat di lokasi kejadian. (Foto: Dok. Apip BK)





KUNINGAN,(BK).–


Kebakaran melanda sebuah rumah milik Kusnan dan Entin di RT 28 RW 05, Desa Mekarwangi, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan, Jumat (6/11/2026) sekitar pukul 15.10 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan sejumlah bagian bangunan dan barang-barang di dalam rumah mengalami kerusakan. Kerugian sementara ditaksir mencapai Rp115 juta.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusumah, mengatakan, pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait kejadian kebakaran tersebut. Berdasarkan informasi awal yang diterima petugas, api diduga berasal dari area dapur. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan.

"Untuk penyebab kebakaran masih kami investigasi. Informasi awal yang kami terima dari warga, api berasal dari dapur. Namun, hal tersebut masih perlu kami pastikan lebih lanjut," ujar Andri saat diwawancarai media online Bokor Kuningan di lokasi kejadian setelah proses pemadaman selesai.



 

Iamenjelaskan, berdasarkan hasil pendataan sementara di lapangan, kerugian diperkirakan mencapai Rp115 juta. Perkiraan tersebut dihitung berdasarkan barang-barang dan material bangunan yang mengalami kerusakan akibat kebakaran.

Dalam penanganan kejadian tersebut, petugas Damkar Kabupaten Kuningan menerjunkan tiga unit mobil pemadam kebakaran. Selain itu, proses pemadaman didukung empat kali pengisian air menggunakan mobil tangki.

Menurut Andri, kondisi medan menuju lokasi kejadian menjadi salah satu tantangan petugas. Bahkan, petugas sempat mengalami kesulitan saat mengikuti petunjuk arah melalui Google Maps. Beruntung, sejumlah warga setempat membantu mengarahkan petugas hingga tiba di lokasi kebakaran.

"Kendala di lapangan memang ada, terutama kondisi medan. Tadi kami sempat sedikit kebingungan mengikuti petunjuk Google Maps, tetapi beruntung ada warga yang membantu mengarahkan kami menuju lokasi," ungkapnya.




 

Andri juga mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap potensi kebakaran, meskipun saat ini wilayah Kabupaten Kuningan sudah mulai diguyur hujan. Menurutnya, kebakaran tidak hanya terjadi akibat kondisi cuaca panas atau musim kemarau, tetapi juga dapat dipicu korsleting listrik maupun aktivitas memasak menggunakan tungku di dapur.

"Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada. Walaupun sekarang sudah turun hujan, potensi kebakaran tetap ada. Penyebabnya bukan hanya musim kemarau, tetapi bisa juga karena korsleting listrik ataupun tungku tempat memasak," tegasnya.

Ia berharap pemerintah desa, kecamatan, serta masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan melalui pemantauan lingkungan dan penyampaian imbauan secara berkelanjutan. Apabila ditemukan potensi kebakaran atau terjadi keadaan darurat, masyarakat diminta segera menghubungi petugas Damkar agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

Andri pun mengimbau warga untuk menyimpan nomor telepon Damkar Kabupaten Kuningan sehingga ketika terjadi kebakaran, laporan dapat segera disampaikan dan keterlambatan penanganan bisa diminimalkan.

Di sisi lain, berdasarkan informasi yang dihimpun, saat kebakaran terjadi, pemilik rumah sedang berada di luar kota. Sementara itu, anak pemilik rumah diketahui sedang bermain di luar sehingga tidak ada orang di dalam bangunan ketika peristiwa kebakaran terjadi.

Sementara itu, berdasarkan keterangan Mardi, kakek dari Dika, cucunya tersebut sebelumnya sempat diminta untuk tinggal di rumah sang kakek. Namun, Dika tidak bersedia dan memilih tetap berada di rumahnya.

Hingga proses pemadaman selesai, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan petugas terkait. Sementara itu, besaran kerugian masih bersifat perkiraan berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian. (Apip/BK)