KUNINGAN, (BK).-
Musyawarahan Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni
Budaya dan MGMP Basa Sunda SMA/SMK, Madrasah Aliyah (MA) dan MAK akan menyelenggarakan lomba Gelar Aksi Etnik Jawa
Barat 2026, berlangsung di Kampus Universitas Kuningan 17 Nopmber mendatang.
Adapun 7 cabang yang akan dilombakan
yakni; Festival Seni Bunyi, Rampak Tari Tradisi, Tempas Sindir, Maca dan Nulis
Aksara Sunda, Ngarang Carpon, Biantara, dan Pupuh diselenggarakan MGMP Basa
Sunda. Kegiatan Gelar Aksi Etnik Jabar ini melibatkan dua organisasi masing-masing MGMP Seni Budaya dan
MGMP Basa Sunda. Dari ke tujuh cabang mata lomba ini yang sudah dilaksanakan
diantaranya; Tempas Sindir, Maca dan Nulis Aksara Sunda, Ngarang Carpon,
Biantara, dan Pupuh bertempat di Universitas Muhammadiyah Kuningan.
Bagi juara 1 dari lima cabang mata lomba
tersebut akan mewakili tingkat provinsi, dua mata lomba dari ke 7 cabang lomba
tersebut diantaranya; Festival Seni Bunyi, Rampak Tari Tradisi, akan diselenggarakan oleh MGMP Seni Budaya
pada tanggal 17 November 2026 bertempat di Kampus Universitas Kuningan pada Fakultas
Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP). Kegiatan ini akan diikuti oleh jenjang
SMA/MA/SMK/MAK se-Kab Kuningan mencari juara satu untuk mewakili ke tingkat Provinsi
Jabar yang akan diselenggarakan tanggal 21 November 2026 mendatang.
“Kami berharap, baik secara pribadi maupun Humas MGMP Kab. Kuningan mudah mudahan tahun
ini Kuningan mendapatkan hasil terbaik.
Juara memang yang utama, tapi pengalaman
adalah pembelajaran yang sangat berharga,
khususnya dalam melestarikan kearifan
budaya lokal. Semangat untuk maju, melangkah untuk menjadi nomor satu. Mari kita
berkreasi tunjukan dalam aksi, Kuningan pasti berprestasi,” ungkap Bidang Humas
dan Kerja Sama MGMP Seni Budaya SMA Kabupaten Kuningan, Oka Mustofa S.Sn, SMA
Negeri 3 Kuningan, Selasa (3/11/2026)
Berkaitan dengan hal itu, Ketua MGMP
Seni Budaya SMA Kabupaten Kuningan, Usman Supriatna S.Sn, (SMA Negeri 1 Mandirancan),
mengemukakan, mngingat budaya dan karakter bangsa merupakan substansi dalam
pembinaan kesiswaan pada tatanan nasional, maka perlu membuka ruang dan
kesempatan bagi siswa untuk bersama-sama menumbuhkan, mengembangkan, dan
memberdayakan kembali karakter bangsa sebagai akumulasi dari kreativitas
pembinaan kesiswaan yang dilaksanakan di tingkat satuan pendidikan. Untuk itu,
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat bermaksud menyelenggarakan kegiatan lomba
yang terkait dengan budaya dan karakter siswa khas Jawa Barat, yang dikemas
dalam kegiatan Gelar Aksi Etnik Jawa Barat 2026.
“Adapun tujuan terselengagranya kegiatan
tersebut, antar alain; mengaktualisasikan potensi siswa agar menjadi manusia
yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Mengaplikasikan sikap
kerjasama, nasionalisme, dan rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Menumbuhkan
sikap hormat dan saling menghargai dalam keberagaman. Selain itu, meningkatkan
disiplin diri, tanggung jawab, kesadaran
terhadap lingkungan fisik. Menjalin silaturahmi antar siswa dari berbagai
daerah untuk memperkokoh kesatuan bangsa. Membangun jiwa kepemimpinan
dikalangan generasi muda. Termasuk untuk meningkatkan kematangan jiwa dan
kestabilan emosi dalam rangka pembentukan sikap dan perilaku terpuji serta menjadikan siswa mencintai bangsa dan
negaranya,” papar Usman.
Dijelaskannya, tema yang diusum dalam kegiatan
Gelar Aksi Etnik Jawa Barat 2026 yakni; “Ngolah Sora, Aksara, Carita, Ngarumat
Budaya, Ngawangun Pancawaluya“. Sedangkan hasil yang diharapkan dari kegiatan dimaksud,
teraktualisasikannya potensi siswa agar menjadi manusia waluya(cageur, bageur,
bener, pinter, singer). Menguatnya sikap
kerja sama dikalangan generasi muda, menguatnya sikap hormat dan saling
menghargai dalam keberagaman. Selan itu, meningkatkan apresiasi terhadap
kearifan lokal Jawa Barat dan terjalinnya ikatan silaturahmi antar siswa dari
berbagai daerah untuk memperkokoh kesatuan bangsa.
Ketua MKKS SMA Kab. Kuningan, H Suleha
M.MPd, menjelaskan, dia mengapresiasi setinggi-tingginya pada penyelenggara
Gelar Aksi Etnik Jawa Barat Kab. Kuningan.
Dia berharap dalam pelaksanaannya dapat berjalan dengan lancar serta melahirkan
juara untuk mewakili Kuningan di tingkat Provinsi Jabar. Sebab Kuningan ini memiliki
banyak potensi dalam mata lomba yang ditangani kedua MGMP tersebut untuk terus
digali dan dikembangkan.
“Kami berharap setiap SLTA yang ada di
Kuningan harus dipetakan agar memiliki unggulan mata lomba masing-masing pada Gelar
Aksi Etnit Provinsi Provinsi Jawa Barat,” pinta H Suleha. (HEM/BK)




