KUNINGAN, (BK).-
يُقَالُ: عَشْرُ خِصَالٍ تَبْلُغُ مَنْزِلَةَ الْأَخْيَارِ، وَيَنَالُ
بِهَا الدَّرَجَاتِ:
١. أَوَّلُهَا: كَثْرَةُ الصَّدَقَةِ.
٢. وَالثَّانِي: كَثْرَةُ تِلَاوَةِ الْقُرْآنِ.
٣. وَالثَّالِثُ: الْجُلُوسُ مَعَ مَنْ يُذَكِّرُهُ بِالآخِرَةِ،
وَيُزَهِّدُهُ فِي الدُّنْيَا.
٤. وَالرَّابِعُ: صِلَةُ الرَّحِمِ.
٥. وَالْخَامِسُ: عِيَادَةُ الْمَرِيضِ.
٦. وَالسَّادِسُ: قِلَّةُ مُخَالَطَةِ الأَغْنِيَاءِ الَّذِينَ
شَغَلَهُمْ غِنَاهُمْ عَنِ الآخِرَةِ.
٧. وَالسَّابِعُ: كَثْرَةُ التَّفَكُّرِ فِيمَا هُوَ صَائِرٌ إِلَيْهِ
غَدًا.
٨. وَالثَّامِنُ: قِصَرُ الأَمَلِ، وَكَثْرَةُ ذِكْرِ الْمَوْتِ.
٩. وَالتَّاسِعُ: لُزُومُ الصَّمْتِ، وَقِلَّةُ الْكَلَامِ.
١٠. وَالْعَاشِرُ: التَّوَاضُعُ، وَلُبْسُ الدُّونِ، وَحُبُّ الْفُقَرَاءِ،
وَالْمُخَالَطَةُ مَعَهُمْ، وَقُرْبُ الْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ، وَمَسْحُ رُءُوسِهِمْ.
AlFaqih Abu Laits Assamarqondi berkata; semoga Allah Swt meridhainya:
telah disebutkan bahwa ada sepuluh hal yang dapat menghantarkan seseorang
mencapai derajat orang-orang pilihan dan mendapatkan berbagai tingkatan kemuliaan.
Demikian dikemukakan Ustadz Fitriayadi Siraj dalam kajian
subuh di Masjid Agung Syiarul Islam Kuningan, Selasa (15/7/3035).
Adapun ke-sepuluh hal tersebut, lanjut Ustadz Fitriyadi
Siraj, yakni; 1. Banyak bersedekah. 2.
Banyak membaca Al-Qur’an. 3. Duduk bersama orang-orang yang mengingatkannya
akan akhirat dan membuatnya zuhud terhadap dunia. 4. Menyambung tali
silaturahmi dan 5. Menjenguk orang sakit. Selain itu, doa menjenguk orang sakit
sebagaimana dalam hadits dari Ibnu ‘Abbas radhiyallāhu ‘anhumā, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: "Tidaklah
seorang hamba Muslim menjenguk orang sakit yang belum tiba ajalnya, lalu ia
mengucapkan sebanyak 7 kali:
أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ، رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، أَنْ
يَشْفِيَكَ
(“Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Tuhan ‘Arsy yang
agung, agar Dia menyembuhkanmu”), melainkan orang sakit itu akan diberi
kesembuhan.”
Sedangkan nomor 6. Sedikit bergaul dengan orang-orang kaya
yang kekayaannya melalaikan mereka dari akhirat. 7. Banyak merenung tentang
nasib yang akan ia hadapi esok hari (setelah mati). 8. Pendek angan-angan dan
banyak mengingat kematian. 9. Bersikap pendiam dan sedikit berbicara dan nomor
10. Tawadhu’, memakai pakaian sederhana, mencintai orang-orang fakir, bergaul
dengan mereka, dekat dengan anak yatim dan orang miskin, serta mengusap kepala
mereka (dengan kasih sayang). (HEM/BK)



