KUNINGAN,(BK) –
Mahasiswa Universitas Bhakti Husada Indonesia (UBHI) yang tergabung dalam kelompok Program Belajar Lapangan (PBL) mengadakan pelatihan pengelolaan sampah organik menjadi Eco Enzym di Desa Citapen, Kecamatan Hantara, Kabupaten Kuningan, Selasa (2/09/25).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus melahirkan Duta Lingkungan yang akan berperan dalam keberlanjutan program.
Dalam pelatihan tersebut, warga diperkenalkan cara mengolah sampah rumah tangga menjadi Eco Enzym. Hasil olahan itu tidak hanya bermanfaat untuk kebersihan, tetapi juga dapat digunakan dalam bidang pertanian hingga kesehatan lingkungan.
Selain memberi pelatihan, mahasiswa UBHI juga menggagas pemilihan Duta Lingkungan dari kalangan masyarakat dan kader desa. Duta Lingkungan tersebut diharapkan mampu menjadi penggerak, mengedukasi warga, serta memastikan program peduli lingkungan tetap berjalan meskipun kegiatan mahasiswa telah usai.
Kepala Desa Citapen, Uri Miskari, menilai kegiatan mahasiswa UBHI sangat bermanfaat bagi masyarakat. Ia mengatakan, hadirnya Duta Lingkungan akan membantu pemerintah desa dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Kami menyambut baik kegiatan ini. Harapan kami, ke depan Duta Lingkungan bisa menjadi teladan bagi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan desa,” ujarnya.
Uri menambahkan, pemerintah desa siap mendukung keberlanjutan program ini. Menurutnya, edukasi kepada masyarakat harus dilakukan secara berkesinambungan. Ia menegaskan bahwa Duta Lingkungan nantinya tidak hanya sebagai simbol, tetapi juga harus benar-benar aktif mengajak warga.
“Kalau hanya program sekali selesai, manfaatnya tidak akan terasa lama. Karena itu, Duta Lingkungan harus rajin turun ke masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok PBL UBHI, Ikmal Fauzan, menjelaskan bahwa program yang mereka jalankan bukan sebatas pelatihan jangka pendek. Ia menuturkan, mahasiswa ingin meninggalkan sesuatu yang bermanfaat jangka panjang bagi desa.
“Kami ingin meninggalkan jejak keberlanjutan. Dengan adanya Duta Lingkungan, masyarakat dapat terus bergerak bersama meskipun program PBL telah selesai,” katanya.
Ikmal juga menyebutkan bahwa Eco Enzym dapat diproduksi secara mandiri oleh masyarakat dengan bahan-bahan rumah tangga. Ia menegaskan, jika warga konsisten membuat dan memanfaatkannya, maka desa akan lebih bersih dan sehat.
“Eco Enzym bisa dibuat dari kulit buah, sayuran, dan gula merah. Hasilnya dapat dipakai untuk membersihkan rumah, menyuburkan tanaman, bahkan menjaga kualitas air,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ikmal mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk investasi sosial. Menurutnya, keberadaan Duta Lingkungan akan memastikan ilmu yang sudah diberikan tidak berhenti setelah mahasiswa kembali ke kampus.
“Kami percaya masyarakat Citapen mampu melanjutkan semangat ini. Duta Lingkungan adalah motor penggerak yang akan menjaga api kepedulian tetap menyala,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UBHI bersama masyarakat Desa Citapen membuktikan bahwa sampah rumah tangga dapat diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Lebih dari itu, program ini juga memperkuat gerakan peduli lingkungan di tingkat desa. (Apip/BK)







