Post ADS 1
Post ADS 1
Selasa, 9/02/2025 08:04:00 PM WIB
HeadlineMuslim

Secara Pancaindra Bersuci Ada Dua Hal Mengangkat Hadas Dan Menghilangkan Najis

Ustadz Dadan Lc dalam kajian  siang bersama Majelis Taklim Until Zanah di Masjid Agung Syiarul Islam Kuningan, Selasa (2/9/2025)

KUNINGAN, (BK).-

Athoharoh secara etimologi artinya, bersih (membersihkan diri) sedangkan secara therminologi mengandung arti mengangkat hadas dan menghilangkan najis. Thoharoh bersuci dari dosa dan maksiat, namun secara pancaindra  bersuci dari dua hal. Yakni; mengangkat hadas ada yang sifatnya hukmiah (tidak nampak) dan haqiqiyah dan menghilangkan najis.

 

Demikian diungkapkan Ustadz Dadan Lc dalam kajian siang pada Majelis Taklim Until Zanah, berlangsung di Masjid Agung Syiarul Islam Kuningan, Selasa (2/9/2025).

 

Dijelaskan Dadan, bersuci dari 2 hal:

Catatan;  Thoharotul hadas (bersuci dari hadas) ada 4: 1. Mutathohir saratnya(Islam dan tamyis), 2. Alat bersuci (air dan tanah) dalam surat Almadidah:6 Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

 

يٰۤـاَيُّهَا  الَّذِيْنَ  اٰمَنُوْۤا  اِذَا  قُمْتُمْ  اِلَى  الصَّلٰوةِ  فَا غْسِلُوْا  وُجُوْهَكُمْ  وَاَ يْدِيَكُمْ  اِلَى  الْمَرَا فِقِ  وَا مْسَحُوْا  بِرُءُوْسِكُمْ  وَاَ رْجُلَكُمْ  اِلَى  الْـكَعْبَيْنِ  ۗ وَاِ نْ كُنْتُمْ  جُنُبًا  فَا طَّهَّرُوْا  ۗ وَاِ نْ كُنْتُمْ  مَّرْضٰۤى  اَوْ  عَلٰى  سَفَرٍ  اَوْ  جَآءَ  اَحَدٌ  مِّنْكُمْ  مِّنَ  الْغَآئِطِ  اَوْ  لٰمَسْتُمُ  النِّسَآءَ  فَلَمْ  تَجِدُوْا  مَآءً  فَتَيَمَّمُوْا  صَعِيْدًا  طَيِّبًا  فَا مْسَحُوْا  بِوُجُوْهِكُمْ  وَاَ يْدِيْكُمْ  مِّنْهُ  ۗ مَا  يُرِ يْدُ  اللّٰهُ  لِيَجْعَلَ  عَلَيْكُمْ  مِّنْ  حَرَجٍ  وَّلٰـكِنْ  يُّرِ يْدُ  لِيُطَهِّرَكُمْ  وَ  لِيُتِمَّ  نِعْمَتَهٗ  عَلَيْكُمْ  لَعَلَّكُمْ  تَشْكُرُوْنَ

 

"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan sholat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur." (QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 6)

3. Muthatohirun minhum (objek bersuci dari hadas besar dan kecil) dan 4. Perbuatannya (wudu dan mandi).

 

Hadas sesuatu sifat yang menghalangi kita untuk sah nya sholat.

Macam-macam air (Aqsamul miyah):

Thohurun (suci dan mensucikan) terbagi; mubah (boleh untuk dipakai, makruhun(air yg terkena sinar matahari/akan menimbulkan penyakit. Air haram (air ngambil dari tetangga tanpa minta izin). Air yg suci mensucikan misal air kena sabun boleh dipake mandi, tapi tidak suci untuk bersuci. Thohirun (suci tidak mensucikan) tidak boleh dipakai bersuci.

 

“Najisun (air najis): air yg tercampur dari najis dan berubah sifatna (warna, bau, rasa). Jika berubah secara alamiah maka air tetap suci mensucikan,” pungkas Ustadz Dadan. (HEM/Nok Nels/BK)