![]() |
| Material longsor menutup sebagian badan jalan penghubung Cilebak–Ciwaru di Blok Pal–Ciwedus, Desa Bungurberes, Kecamatan Cilebak, Kabupaten Kuningan, Kamis (4/9/2025). |
KUNINGAN, (BK) –
Tanah longsor terjadi di Blok Pal–Ciwedus, kawasan Perhutani Petak 98, Desa Bungurberes, Kecamatan Cilebak, Kabupaten Kuningan, Kamis (4/9/2025) sekitar pukul 05.00 WIB. Material longsoran menutup sebagian badan jalan hingga akses kendaraan roda dua maupun roda empat sempat lumpuh selama tiga jam.
Peristiwa ini dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada Rabu (3/9/2025) sore hingga malam. Tebing bukit Ciwedus yang longsor menimbun jalan kabupaten penghubung Kecamatan Cilebak dengan Kecamatan Ciwaru.
“Longsor menimbun jalan sepanjang delapan meter dengan tinggi dua meter dan lebar dua setengah meter. Akibatnya kendaraan tidak bisa melintas sejak pagi hingga akses berhasil dibuka sekitar pukul 10.30 WIB,” jelas Tim Assessment Pusdalops PB BPBD Kuningan dalam laporan resminya, Jumat (5/9/2025).
Selain menimbun jalan, longsor juga menyeret sejumlah pohon besar. Dua pohon kawung berukuran tinggi 15 meter dengan diameter 50 cm serta dua pohon pinus setinggi 20 meter dengan diameter 40 cm ikut terbawa longsoran. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
“Korban jiwa nihil, hanya kerugian material berupa tertutupnya jalan dan pohon yang tumbang terbawa longsoran,” imbuh petugas BPBD.
Upaya penanganan darurat segera dilakukan aparat desa bersama kecamatan, TNI, Polri, dan BPBD Kabupaten Kuningan. Tim gabungan melakukan pembersihan material dengan cara memotong pohon yang menutup jalan dan mengeruk tanah longsoran.
“Tim assessment juga sudah kami turunkan ke lokasi untuk memantau kondisi. Bantuan logistik darurat sudah disalurkan, sementara kebutuhan mendesak di lapangan adalah alat berat beko untuk pembersihan maksimal,” ujar salah satu anggota BPBD Kuningan.
Hingga Jumat sore, kondisi cuaca di lokasi berawan dan jalan sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun, langkah lanjutan penanganan masih akan terus dikoordinasikan antara pihak desa, kecamatan, hingga instansi terkait. (Yayan/BK)
Upaya penanganan darurat segera dilakukan aparat desa bersama kecamatan, TNI, Polri, dan BPBD Kabupaten Kuningan. Tim gabungan melakukan pembersihan material dengan cara memotong pohon yang menutup jalan dan mengeruk tanah longsoran.
“Tim assessment juga sudah kami turunkan ke lokasi untuk memantau kondisi. Bantuan logistik darurat sudah disalurkan, sementara kebutuhan mendesak di lapangan adalah alat berat beko untuk pembersihan maksimal,” ujar salah satu anggota BPBD Kuningan.
Hingga Jumat sore, kondisi cuaca di lokasi berawan dan jalan sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun, langkah lanjutan penanganan masih akan terus dikoordinasikan antara pihak desa, kecamatan, hingga instansi terkait. (Yayan/BK)







