Siswa SMP Negeri 1 Kuningan dinilai sukses dalam pergelaran Pasar Edukasi dan Seni Sunda selama tiga hari berlangsung di sekolah setempat berakhir Rabu (26/11/2025).
KUNINGAN, (BK).-
SMP Negeri 1 Kuningan sukses menyelenggarakan kegiatan
Pembelajaran Kokurikuler Pasar Edukasi dan Seni Sunda berbasis kearifan lokal lewat pembelajaran
mendalam (Deep Learning Approach) berlangsung di sekolah setempat, pada 24–26
November 2025.
Kegiatan yang memakan waktu selama tiga hari, Senin, Selasa
dan berakhir Rabu (26/11/2025) itu, menghadirkan kolaborasi lintas mata pelajaran
dengan melibatkan seluruh peserta didik dari mulai kelas VII, VIII, dan kelas
IX. Adapun tema yang diusung “Ngarumat Budaya, Ngaronjatkeun Kabisa”, yang
berarti merawat bahasa sebagai upaya meningkatkan kemampuan dan kreativitas. Kegiatan
dibuka Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten
Kuningan, Abidin, S.Pd, M.Si.
Dalam sambutannya, Abidin, menyampaikan apresiasi atas
terselenggaranya kegiatan yang memadukan kurikulum merdeka dengan budaya lokal.
Kegiatan ini adalah implementasi nyata Kurikulum Merdeka yang memberikan ruang
kepada siswa untuk belajar melalui pengalaman. Pasar Edukasi dan Seni Sunda
bukan hanya mengenalkan budaya, tetapi membentuk karakter dan kecakapan hidup. Dalam
hal ini SMP Negeri 1 Kuningan mampu menunjukkan inovasi pembelajaran yang
relevan dengan kebutuhan zaman.
“Kegiatan kokurikuler ini menerapkan pendekatan pembelajaran
mendalam (deep learning), memungkinkan peserta didik mengintegrasikan berbagai
disiplin ilmu dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif,
kolaboratif, dan komunikatif. Melalui simulasi Pasar Edukasi dan pementasan
Seni Sunda, siswa tidak hanya belajar teori tetapi juga mempraktikkan
pengalaman nyata dan refleksi mendalam,” ungkap Abidin.
Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala SMP Negeri 1 Kuningan,
H Adang Kusdiana, M.Pd., mengemukakan, bahwa kegiatan ini menjadi bukti
transformasi pembelajaran yang bermakna. Pembelajaran berbasis budaya tidak
hanya memperkaya identitas tetapi membentuk karakter yang jujur, kreatif,
bertanggung jawab, dan terampil. Anak-anak belajar berpikir, bekerja, dan
berkolaborasi secara nyata.
“Alhamdulillah, kegiatan tersebut dari mulai perencanaan
hingga pelaksanaan dapat berjalan dengan lancar. Kegiatan Pasar Edukasi dan
Seni Sunda membuktikan bahwa pembelajaran dapat berlangsung menyenangkan,
bermakna, serta mengakar pada identitas budaya. Melalui kegiatan ini, peserta
didik belajar menjadi pribadi yang memiliki karakter Pancawaluya. Yakni; Cageur,
Bageur, Bener, Pinter, dan Singer, selaras dengan visi pembentukan karakter
pelajar di masa depan,” tutur H Adang.
Sementara, Ketua panitia kegiatan, Hamduli, S.IP., S.Pd.,
M.Pd., menambahkan, program ini berjalan melalui kolaborasi lintas mata
pelajaran, sehingga siswa dapat melihat keterkaitan antar ilmu dalam konteks
kehidupan sehari-hari. Pada kegiatan Pasar Edukasi Sunda, peserta didik
mengelola stand jajanan khas Sunda seperti Hucap, Peuyeum Ketan, Cireng,
Batagor, Kue Klepon, dan puluhan kuliner tradisional lainnya. Seluruh transaksi
dilakukan menggunakan Bahasa Sunda, lengkap dengan perhitungan modal, promosi,
dan pencatatan laporan keuangan.
“Ada juga sesi penampilan
Seni Sunda berbagai karya seni seperti Drama Sunda, Pupuh, Rampak Tari, Musik Tradisional,
Dongeng, Puisi, Pencak Silat dan kreasi seni lainnya. Seluruh kegiatan
mengangkat nilai karakter Sunda Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer,”
jelas Hamduli.
Kegiatan berakhir Rabu, 26 November 2025 ditutup oleh Kepala
Seksi Kurikulum dan Penilaian SMP, Dr. Udin Khaerudin, M.Pd. Dalam acara penutupan, Dr Udin menegaskan, nilai strategis
kegiatan tersebut dalam pembangunan kualitas pendidikan daerah. Kita mengapresiasi kreativitas sekolah yang mampu
menghadirkan pembelajaran yang otentik dan berdampak.
“Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi sekolah lain
untuk terus mengembangkan program berbasis kearifan lokal serta memperkuat profil
pelajar yang berkarakter Pancawaluya; Cageur, Bageur, Bener, Pinter, jeung singer,”
pungkas Udin.
Menjadi Agenda
Tahunan
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini menghasilkan laporan
observasi lintas mata pelajaran, dokumentasi digital (foto, video, dan vlog),
produk kreatif siswa dalam bentuk karya seni dan kuliner, serta peningkatan
kemampuan siswa pada dimensi kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. SMP
Negeri 1 Kuningan berencana menjadikan kegiatan ini sebagai agenda tahunan
sekaligus membuka kerja sama dengan komunitas budaya, pelaku UMKM, dan instansi
pendidikan lainnya. (HEM/BK).




