Post ADS 1
Post ADS 1
Minggu, 11/30/2025 10:06:00 PM WIB
HeadlinePendidikan

SMP Negeri 1 Kuningan Gelar Pasar Edukasi Dan Seni Sunda Berbasis Kearifan Lokal Lewat Pembelajaran Mendalam

 



Siswa SMP Negeri 1 Kuningan dinilai sukses dalam pergelaran Pasar Edukasi dan Seni Sunda selama tiga hari berlangsung di sekolah setempat berakhir Rabu (26/11/2025).


KUNINGAN, (BK).-

SMP Negeri 1 Kuningan sukses menyelenggarakan kegiatan Pembelajaran Kokurikuler Pasar Edukasi dan  Seni Sunda berbasis kearifan lokal lewat pembelajaran mendalam (Deep Learning Approach) berlangsung di sekolah setempat, pada 24–26 November 2025.

 

Kegiatan yang memakan waktu selama tiga hari, Senin, Selasa dan berakhir Rabu (26/11/2025) itu,  menghadirkan kolaborasi lintas mata pelajaran dengan melibatkan seluruh peserta didik dari mulai kelas VII, VIII, dan kelas IX. Adapun tema yang diusung “Ngarumat Budaya, Ngaronjatkeun Kabisa”, yang berarti merawat bahasa sebagai upaya meningkatkan kemampuan dan kreativitas. Kegiatan dibuka Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Abidin, S.Pd, M.Si.

 

Dalam sambutannya, Abidin, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang memadukan kurikulum merdeka dengan budaya lokal. Kegiatan ini adalah implementasi nyata Kurikulum Merdeka yang memberikan ruang kepada siswa untuk belajar melalui pengalaman. Pasar Edukasi dan Seni Sunda bukan hanya mengenalkan budaya, tetapi membentuk karakter dan kecakapan hidup. Dalam hal ini SMP Negeri 1 Kuningan mampu menunjukkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman.


 


“Kegiatan kokurikuler ini menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning), memungkinkan peserta didik mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Melalui simulasi Pasar Edukasi dan pementasan Seni Sunda, siswa tidak hanya belajar teori tetapi juga mempraktikkan pengalaman nyata dan refleksi mendalam,” ungkap Abidin.

 

Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala SMP Negeri 1 Kuningan, H Adang Kusdiana, M.Pd., mengemukakan, bahwa kegiatan ini menjadi bukti transformasi pembelajaran yang bermakna. Pembelajaran berbasis budaya tidak hanya memperkaya identitas tetapi membentuk karakter yang jujur, kreatif, bertanggung jawab, dan terampil. Anak-anak belajar berpikir, bekerja, dan berkolaborasi secara nyata.


 



“Alhamdulillah, kegiatan tersebut dari mulai perencanaan hingga pelaksanaan dapat berjalan dengan lancar. Kegiatan Pasar Edukasi dan Seni Sunda membuktikan bahwa pembelajaran dapat berlangsung menyenangkan, bermakna, serta mengakar pada identitas budaya. Melalui kegiatan ini, peserta didik belajar menjadi pribadi yang memiliki karakter Pancawaluya. Yakni; Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer, selaras dengan visi pembentukan karakter pelajar di masa depan,” tutur H Adang.

 

Sementara, Ketua panitia kegiatan, Hamduli, S.IP., S.Pd., M.Pd., menambahkan, program ini berjalan melalui kolaborasi lintas mata pelajaran, sehingga siswa dapat melihat keterkaitan antar ilmu dalam konteks kehidupan sehari-hari. Pada kegiatan Pasar Edukasi Sunda, peserta didik mengelola stand jajanan khas Sunda seperti Hucap, Peuyeum Ketan, Cireng, Batagor, Kue Klepon, dan puluhan kuliner tradisional lainnya. Seluruh transaksi dilakukan menggunakan Bahasa Sunda, lengkap dengan perhitungan modal, promosi, dan pencatatan laporan keuangan.

 

“Ada juga sesi  penampilan Seni Sunda berbagai karya seni seperti Drama Sunda, Pupuh, Rampak Tari, Musik Tradisional, Dongeng, Puisi, Pencak Silat dan kreasi seni lainnya. Seluruh kegiatan mengangkat nilai karakter Sunda Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer,” jelas Hamduli.


 


Kegiatan berakhir Rabu, 26 November 2025 ditutup oleh Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian SMP, Dr. Udin Khaerudin, M.Pd. Dalam acara  penutupan, Dr Udin menegaskan, nilai strategis kegiatan tersebut dalam pembangunan kualitas pendidikan daerah. Kita  mengapresiasi kreativitas sekolah yang mampu menghadirkan pembelajaran yang otentik dan berdampak.

 

“Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk terus mengembangkan program berbasis kearifan lokal serta memperkuat profil pelajar yang berkarakter Pancawaluya; Cageur, Bageur, Bener, Pinter, jeung singer,” pungkas Udin.

 

Menjadi Agenda Tahunan

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini menghasilkan laporan observasi lintas mata pelajaran, dokumentasi digital (foto, video, dan vlog), produk kreatif siswa dalam bentuk karya seni dan kuliner, serta peningkatan kemampuan siswa pada dimensi kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. SMP Negeri 1 Kuningan berencana menjadikan kegiatan ini sebagai agenda tahunan sekaligus membuka kerja sama dengan komunitas budaya, pelaku UMKM, dan instansi pendidikan lainnya. (HEM/BK).