Kepala SLB Negeri Taruna Mandiri Desa Sampora Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan, Kokoy Kurnaeti SPd, MPd, bersama Presiden Republik Indonesia atas anugerah GTK Hebat 2025
KUNINGAN, (BK).-
Mewakili Provinsi Jawa Barat, Kepala SLB Negeri Taruna
Mandiri Desa Sampora Kecamatan Cilimus Kebupaten Kuningan, Kokoy Kurnaeti SPd,
MPd, terpilih menjadi juara II nasional pada ajang Anugerah GTK Hebat 2025
kategori Kepala SLB Dedikatif.
Penyerahan penghargaan beserta sejumlah uang kadeudeuh
disampaikan langsung pada puncak acara oleh Presiden Republik Indonesia,
Prabowo Subianto, berlangsung di Istora Senayan Bung Karno, Kamis 27 Nopember
2025. Penganugerahan terhadap pemenang nasional sejalan dengan tema yang diusung “Guru Hebat, Indonesia Kuat”, sebuah
panggilan bagi para pendidik untuk terus berkarya, menginspirasi, dan
meneguhkan komitmen bagi masa depan pendidikan bangsa Indonesia.
“Alhamdulullah, perjalanan panjang telah kita lalui dari
mulai seleksi tingkat provinsi, saya harus bersaing dengan 13 kandidat Kepala
SLB Dedikatif dari berbagai daerah dan akhirnya menjadi juara I Provinsi
Jabar,” ungkap Kokoy, Minggu (30/11/2025).
Adapun tahapan seleksi berikutnya, Kokoy melaju ke tingkat
nasional. Prestasi ini menjadikan satu-satunya wakil Jawa Barat yang berhak mengikuti
seleksi ke tingkat nasional. Sedangkan presentasi dan wawancara, Kokoy
memaparkan program transformasi sekolahnya, “Penguatan SLB Vokasional melalui
Program Taruna Nagara (Ngahiji, Ngabakti, Ngajadi, Raharja)”. Hal ini merupakan
sebuah inovasi untuk memperkuat peran
SLB sebagai lembaga yang menyiapkan peserta didik berkebutuhan khusus menjadi
mandiri, kreatif, dan produktif.
“Program Taruna Nagara menjadi bukti bahwa SLB tidak hanya
menjadi ruang belajar, tetapi juga tempat tumbuhnya karakter, keterampilan
vokasional, kemandirian, serta identitas diri bagi siswa,”ujarnya.
Seleksi di tingkat nasional,
Kokoy melakukan presentasi dan wawancara mendalam pada 26 November 2025
hingga mengalahkan kandidat dari kalangan non-disabilitas. Keberhasilan Kokoy ini
semakin bermakna karena ia adalah sosok kepala sekolah disabilitas netra yang
bersaing sejajar dengan kepala sekolah non-disabilitas dari seluruh Indonesia.
Dedikasi, profesionalisme, dan visi besarnya mematahkan stigma bahwa disabilitas
bukan hambatan untuk berkinerja unggul dan berprestasi tingkat nasional.
Peroleh penghargaan tingkat nasional merupakan momen bersejarah
berlangsung di Senayan. Penganugerahan pada puncak acara 27 Nopember 2025 di
Istora Senayan Jakarta diumumkan sebagai juara II nasional Kepala SLB
Dedikatif. Prestasi ini disiarkan
langsung oleh TV One, INewsTV, dan kanal YouTube Ditjen Kemdikdasmen,
sehingga menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Barat, khususnyta Pemeritah Daerah dan masyarakat Kabupaten Kuningan.
Prestasi ini tidak hanya mengangkat nama sekolah, tetapi
juga menjadi bukti nyata bahwa pemimpin perempuan dengan disabilitas dapat
berdiri di barisan terdepan penggerak pendidikan nasional. Atas dedikasinya,
Kokoy berkesempatan duduk sejajar dengan Presiden dan menerima Lencana Kehormatan yang
disematkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto pada
panggung Anugerah GTK Hebat 2025.
Selain memperoleh penghargaan, sebagai simbol karya
vokasional siswa SLBN Taruna Mandiri, Kokoy menyerahkan kenang-kenangan Batik
Muning Cerme kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Abdul
Mu’ti. Batik hasil karya guru dan siswa tunarungu ini merupakan bukti konkret
bahwa pendidikan vokasional di SLB dapat menghasilkan produk bernilai seni
tinggi yang layak diperkenalkan di panggung nasional.
Selama memimpin SLBN Taruna Mandiri, Kokoy dikenal sebagai
sosok pemimpin yang hangat, rendah hati, dan tidak pernah lelah berinovasi. Dibawah
kepemimpinannya, sekolah berkembang pesat menjadi SLB rujukan dengan berbagai
layanan unggulan, mulai dari penguatan vokasional yang terarah dan berdampak, program
kemandirian berbasis komunitas, dan peningkatan kapasitas guru melalui
pelatihan berkelanjutan. Termasuk pembentukan
pusat intervensi awal bagi siswa dengan kebutuhan khusus, hingga kolaborasi
aktif dengan pemerintah, dunia usaha, dan komunitas disabilitas.
Tidak hanya meningkatkan kualitas siswa, Kepala SLBN yang
satu ini, juga berhasil memperkuat
budaya kerja guru, membuka akses kolaborasi nasional, dan menempatkan SLBN
Taruna Mandiri sebagai sekolah inklusif yang adaptif terhadap perkembangan
zaman. Taruna mandiri sudah bekerjama dengan berbagai instansi sampai ke
tingkat internasional. Termasuk bekerjasama dengan Prof Masataka Kizuka dari
Kyoto Prefectural University of Medicine di Jepang. Bahkan sekolah juga sempat dikunjungi oleh Ukai Saito Sensei, CEO Tasuc
Corporation yang tertarik dengan vokasional di SLBN Taruna Mandiri
Harumkan Jawa Barat
Prestasi Kokoy Kurnaeti bukan hanya kebanggaan pribadi,
tetapi menjadi cermin bahwa semangat, keyakinan, dan inovasi mampu melampaui
keterbatasan apapun. Perjalanannya menunjukkan bahwa pendidikan SLB bukan
berada di barisan belakang, melainkan berdiri sejajar sebagai lokomotif
perubahan sehingga mampu mengharumkan nama baik bagi Provinsi Jawa Barat.
(HEM/BK)




