Post ADS 1
Post ADS 1
Minggu, 11/30/2025 06:34:00 PM WIB
HeadlinePendidikan

Kokoy Kurnaeti SPd, MPd, Terpilih Juara II Nasional Pada Ajang Anugerah GTK Hebat 2025 Kategori Kepala SLB Dedikatif

 



Kepala SLB Negeri Taruna Mandiri Desa Sampora Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan, Kokoy Kurnaeti SPd, MPd, bersama Presiden Republik Indonesia atas anugerah GTK Hebat 2025


KUNINGAN, (BK).-

Mewakili Provinsi Jawa Barat, Kepala SLB Negeri Taruna Mandiri Desa Sampora Kecamatan Cilimus Kebupaten Kuningan, Kokoy Kurnaeti SPd, MPd, terpilih menjadi juara II nasional pada ajang Anugerah GTK Hebat 2025 kategori Kepala SLB Dedikatif.

 

Penyerahan penghargaan beserta sejumlah uang kadeudeuh disampaikan langsung pada puncak acara oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, berlangsung di Istora Senayan Bung Karno, Kamis 27 Nopember 2025. Penganugerahan terhadap pemenang nasional sejalan dengan tema  yang diusung “Guru Hebat, Indonesia Kuat”, sebuah panggilan bagi para pendidik untuk terus berkarya, menginspirasi, dan meneguhkan komitmen bagi masa depan pendidikan bangsa Indonesia.

 

“Alhamdulullah, perjalanan panjang telah kita lalui dari mulai seleksi tingkat provinsi, saya harus bersaing dengan 13 kandidat Kepala SLB Dedikatif dari berbagai daerah dan akhirnya menjadi juara I Provinsi Jabar,” ungkap Kokoy, Minggu (30/11/2025). 


 


Adapun tahapan seleksi berikutnya, Kokoy melaju ke tingkat nasional. Prestasi ini menjadikan satu-satunya wakil Jawa Barat yang berhak mengikuti seleksi ke tingkat nasional. Sedangkan presentasi dan wawancara, Kokoy memaparkan program transformasi sekolahnya, “Penguatan SLB Vokasional melalui Program Taruna Nagara (Ngahiji, Ngabakti, Ngajadi, Raharja)”. Hal ini merupakan sebuah inovasi untuk  memperkuat peran SLB sebagai lembaga yang menyiapkan peserta didik berkebutuhan khusus menjadi mandiri, kreatif, dan produktif.

 

“Program Taruna Nagara menjadi bukti bahwa SLB tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga tempat tumbuhnya karakter, keterampilan vokasional, kemandirian, serta identitas diri bagi siswa,”ujarnya.

 

Seleksi di tingkat nasional,  Kokoy melakukan presentasi dan wawancara mendalam pada 26 November 2025 hingga mengalahkan kandidat dari kalangan non-disabilitas. Keberhasilan Kokoy ini semakin bermakna karena ia adalah sosok kepala sekolah disabilitas netra yang bersaing sejajar dengan kepala sekolah non-disabilitas dari seluruh Indonesia. Dedikasi, profesionalisme, dan visi besarnya mematahkan stigma bahwa disabilitas bukan hambatan untuk berkinerja unggul dan berprestasi tingkat nasional.




Peroleh penghargaan tingkat nasional merupakan momen bersejarah berlangsung di Senayan. Penganugerahan pada puncak acara 27 Nopember 2025 di Istora Senayan Jakarta diumumkan sebagai juara II nasional Kepala SLB Dedikatif. Prestasi ini disiarkan  langsung oleh TV One, INewsTV, dan kanal YouTube Ditjen Kemdikdasmen, sehingga menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Barat, khususnyta Pemeritah Daerah  dan masyarakat Kabupaten Kuningan.

 

Prestasi ini tidak hanya mengangkat nama sekolah, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa pemimpin perempuan dengan disabilitas dapat berdiri di barisan terdepan penggerak pendidikan nasional. Atas dedikasinya, Kokoy berkesempatan duduk sejajar dengan Presiden  dan menerima Lencana Kehormatan yang disematkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto pada panggung Anugerah GTK Hebat 2025.

 

Selain memperoleh penghargaan, sebagai simbol karya vokasional siswa SLBN Taruna Mandiri, Kokoy menyerahkan kenang-kenangan Batik Muning Cerme kepada Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Abdul Mu’ti. Batik hasil karya guru dan siswa tunarungu ini merupakan bukti konkret bahwa pendidikan vokasional di SLB dapat menghasilkan produk bernilai seni tinggi yang layak diperkenalkan di panggung nasional.


 


Selama memimpin SLBN Taruna Mandiri, Kokoy dikenal sebagai sosok pemimpin yang hangat, rendah hati, dan tidak pernah lelah berinovasi. Dibawah kepemimpinannya, sekolah berkembang pesat menjadi SLB rujukan dengan berbagai layanan unggulan, mulai dari penguatan vokasional yang terarah dan berdampak, program kemandirian berbasis komunitas, dan peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan berkelanjutan. Termasuk  pembentukan pusat intervensi awal bagi siswa dengan kebutuhan khusus, hingga kolaborasi aktif dengan pemerintah, dunia usaha, dan komunitas disabilitas.

 

Tidak hanya meningkatkan kualitas siswa, Kepala SLBN yang satu ini,  juga berhasil memperkuat budaya kerja guru, membuka akses kolaborasi nasional, dan menempatkan SLBN Taruna Mandiri sebagai sekolah inklusif yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Taruna mandiri sudah bekerjama dengan berbagai instansi sampai ke tingkat internasional. Termasuk bekerjasama dengan Prof Masataka Kizuka dari Kyoto Prefectural University of Medicine di Jepang. Bahkan  sekolah juga sempat  dikunjungi oleh Ukai Saito Sensei, CEO Tasuc Corporation yang tertarik dengan vokasional di SLBN Taruna Mandiri

 

Harumkan Jawa Barat

Prestasi Kokoy Kurnaeti bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi menjadi cermin bahwa semangat, keyakinan, dan inovasi mampu melampaui keterbatasan apapun. Perjalanannya menunjukkan bahwa pendidikan SLB bukan berada di barisan belakang, melainkan berdiri sejajar sebagai lokomotif perubahan sehingga mampu mengharumkan nama baik bagi Provinsi Jawa Barat. (HEM/BK)