Post ADS 1
Post ADS 1
REDAKSI
Kamis, 1/08/2026 09:04:00 PM WIB
BirokrasiHeadlineHukumHumaniora

Dari Balik Lapas, Peci Peupeujeuh Karya Warga Binaan Kuningan Mulai Dilirik Pemda


Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan Sukarno Ali (kiri) saat bersilaturahmi dengan jajaran Dinas PU Kabupaten Kuningan dalam rangka penguatan sinergi dan pengenalan produk karya Warga Binaan.


KUNINGAN,(BK). –

Upaya pembinaan kemandirian Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan terus menunjukkan hasil positif. Melalui penguatan sinergi dengan pemerintah daerah, Lapas Kuningan memperkenalkan produk unggulan peci peupeujeuh hasil karya Warga Binaan kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kuningan, Kamis (8/1/2026).

Kegiatan silaturahmi yang berlangsung di Kantor Dinas PU Kabupaten Kuningan itu dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan Sukarno Ali, Kepala Dinas PU Kabupaten Kuningan, Kasi Giatja Lapas Kuningan, serta jajaran staf. Pertemuan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam mendukung program pembinaan kemandirian di dalam lapas.

Dalam pertemuan tersebut, pihak Lapas Kuningan memperkenalkan peci peupeujeuh sebagai produk hasil pembinaan kerja Warga Binaan yang mengangkat nilai kearifan lokal Kabupaten Kuningan. Produk ini dihasilkan melalui proses pembinaan yang terarah, mulai dari pelatihan keterampilan hingga pendampingan produksi.

Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, mengatakan bahwa pembinaan yang dilakukan pihaknya tidak hanya berorientasi pada pemenuhan masa pidana, tetapi juga pada kesiapan Warga Binaan untuk kembali ke tengah masyarakat.

“Melalui pembinaan kemandirian, kami ingin memastikan Warga Binaan memiliki keterampilan yang bernilai ekonomi dan bisa menjadi bekal hidup setelah bebas,” ujarnya.




Menurut Sukarno Ali, peci peupeujeuh merupakan salah satu wujud nyata hasil karya Warga Binaan yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan. Ia menambahkan, dukungan dari pemerintah daerah sangat dibutuhkan agar produk tersebut dapat dikenal lebih luas.

“Kami berharap sinergi ini dapat berlanjut dalam bentuk kerja sama yang konkret, baik promosi produk maupun pelatihan keterampilan teknis,” imbuhnya.

Sementara itu, pihak Dinas PU Kabupaten Kuningan memberikan apresiasi terhadap kualitas peci peupeujeuh karya Warga Binaan Lapas Kuningan. Secara tidak langsung, produk tersebut dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bagian dari produk lokal yang dapat dipromosikan di lingkungan pemerintah daerah.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Kuningan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembinaan yang humanis, produktif, dan berorientasi pada kemandirian, sebagai bekal reintegrasi sosial Warga Binaan setelah kembali ke masyarakat. (Apip/BK)