Post ADS 1
REDAKSI
Selasa, 1/06/2026 03:55:00 PM WIB
Headlinepemerintahan

Komisi II DPRD Kuningan Dukung Penuh Konferda PPSI dan Penguatan Budaya Silat


Ketua Komisi II DPRD Kuningan, Jajang (tengah), berfoto bersama pengurus DPD PPSI Kabupaten Kuningan usai audiensi Konferda di Ruang Rapat Banggar DPRD Kuningan, Selasa (6/1/2026).


KUNINGAN,(BK). –

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kuningan menerima audiensi dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Kabupaten Kuningan, Selasa (6/1/2026), di Ruang Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kuningan.

Audiensi tersebut membahas rencana pelaksanaan Konferensi Daerah (Konferda) PPSI serta penguatan pelestarian budaya seni silat di Kabupaten Kuningan. Selain itu, pertemuan juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pembinaan 41 paguron pencak silat yang berada di bawah naungan DPD PPSI Kabupaten Kuningan.

Ketua Komisi II DPRD Kuningan, Jajang dari Fraksi PKS, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pelestarian seni dan budaya silat sebagai bagian dari identitas daerah.

“Kami di Komisi II DPRD Kuningan sangat mendukung langkah DPD PPSI dalam menjaga dan mengembangkan seni budaya silat. Ini bukan hanya olahraga, tetapi warisan budaya yang harus terus hidup,” ujar Jajang.

Ia menambahkan, DPRD akan mendorong sinergi antara PPSI dengan para pemangku kepentingan, termasuk dunia pendidikan, agar pencak silat dapat masuk sebagai kegiatan ekstrakurikuler di lembaga pendidikan formal maupun nonformal.

“Apa yang disampaikan hari ini akan kami bawa dan sampaikan kepada Ketua DPRD dalam rapat internal sebagai bahan tindak lanjut,” imbuhnya.


Sementara itu, perwakilan DPD PPSI Kabupaten Kuningan menjelaskan bahwa sejumlah program strategis telah dirancang, di antaranya Konferda PPSI, pembinaan paguron, peningkatan kapasitas pesilat melalui senam silat massal dan pasanggiri, pengadaan sekretariat DPD PPSI, pengukuhan DPC PPSI se-Kabupaten Kuningan, serta program insidentil lainnya.

DPD PPSI juga memaparkan beberapa agenda yang telah dilaksanakan secara mandiri tanpa menggunakan anggaran APBD. Pihaknya menyambut baik arahan Komisi II DPRD Kuningan dan menyatakan kesiapan untuk menyusun proposal kegiatan secara komprehensif.

“Kami siap menindaklanjuti dengan penyusunan proposal yang mencakup konsep acara, sasaran peserta, skema pelaksanaan, serta kebutuhan dukungan dari berbagai pihak,” ungkap perwakilan PPSI.

Program-program tersebut dinilai memiliki potensi strategis dalam memperkuat peran paguron sebagai penggerak budaya seni silat, sekaligus memberikan ruang bagi paguron agar tetap eksis dan berkembang di wilayahnya masing-masing.

Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal terbangunnya kolaborasi berkelanjutan antara DPRD Kabupaten Kuningan dan DPD PPSI Kabupaten Kuningan dalam menjaga dan mengembangkan seni budaya silat sebagai salah satu pilar penguatan nilai keimanan, persatuan, dan peradaban. (Apip/ BK)