![]() |
| Tampak depan SD Negeri Citikur, Desa Citikur, Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan, sekolah yang berhasil menorehkan prestasi juara olahraga tradisional Hadangan tingkat kabupaten. |
KUNINGAN, (BK). –
SD Negeri Citikur, Desa Citikur, Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan, menorehkan prestasi membanggakan di bidang olahraga tradisional Hadangan pada tingkat kabupaten. Prestasi tersebut diraih saat mewakili SDN se-Kecamatan Ciwaru dalam ajang perlombaan yang digelar beberapa waktu lalu.
Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi pihak sekolah, baik tenaga pendidik maupun seluruh warga sekolah, sekaligus mengharumkan nama almamater di tingkat kabupaten. Kamis (22/01/26)
Saat ditemui awak media Bokor Kuningan, salah seorang guru SDN Citikur, Nani Herdiani, S.Pd., mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian tersebut.
“Saya sebagai salah satu tenaga pengajar di sekolah ini merasa sangat senang dan bangga atas keberhasilan siswa kami yang mampu meraih juara dan mewakili SD se-Kecamatan Ciwaru. Mudah-mudahan ke depan bisa kembali meraih prestasi di bidang lainnya,” ujarnya, saat diwawancarai di ruang kantor sekolah.
Dalam kesempatan tersebut, Nani juga menyinggung pelaksanaan Program Makan Bergizi (MBG) yang saat ini berjalan di SDN Citikur. Ia menilai menu yang disajikan oleh dapur SPPG sejauh ini cukup memuaskan.
“Alhamdulillah, menu MBG yang disajikan sangat baik dan variatif, mulai dari daging sapi, ayam, olahan ikan, hingga buah-buahan. Pihak sekolah juga selalu melakukan pengecekan kualitas makanan sebelum dibagikan kepada siswa,” imbuhnya.
Ia menegaskan, pihak sekolah terus menjalin komunikasi dengan dapur SPPG agar menu yang disajikan sesuai dengan standar gizi yang dianjurkan pemerintah.
“Kami berkomitmen, jika menu yang disajikan tidak sesuai standar atau berpotensi membahayakan kesehatan, maka akan kami tolak demi keselamatan dan kesehatan siswa,” tegasnya.
Menurutnya, program MBG sejatinya berfokus pada pemenuhan gizi anak, sehingga menu yang disajikan harus benar-benar berkualitas dan lebih baik dibandingkan konsumsi harian di rumah.
Saat ini, SDN Citikur memiliki 131 siswa. Namun demikian, sekolah masih menghadapi keterbatasan sarana prasarana, di antaranya kekurangan satu ruang kelas serta belum memiliki lapangan voli sendiri sehingga masih memanfaatkan lapangan balai desa setempat. (Yayan Heryana/BK)






