Post ADS 1
REDAKSI
Jumat, 1/23/2026 09:26:00 AM WIB
HeadlinePeristiwa

Hujan Lebat Picu Longsor di Margacina, BPBD Kabupaten Kuningan Turun Tangan


Tim Assessment BPBD Kabupaten Kuningan bersama aparat desa meninjau lokasi longsor yang menggerus badan jalan di Dusun Cipari, Desa Margacina, Kecamatan Karangkancana, Rabu (21/1/2026).



KUNINGAN,(BK).–

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Karangkancana, Kabupaten Kuningan, memicu terjadinya tanah longsor di Jalan Desa Margacina, tepatnya di Dusun Cipari, Desa Margacina, Rabu (21/1/2026) petang.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.00 WIB, setelah hujan turun sejak pukul 16.00 WIB hingga malam hari. Kondisi tanah yang labil menyebabkan tebing bahu jalan longsor dan menyeret tembok penahan tanah (TPT), gorong-gorong, serta sebagian badan jalan.

Akibat kejadian itu, akses jalan desa tidak dapat dilalui kendaraan roda empat. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Tim Assessment Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Kuningan, Aep Saepudin, S.Kom, mengatakan bahwa longsor berdampak cukup signifikan terhadap infrastruktur jalan.

“TPT bahu jalan dengan panjang sekitar 8 meter, tinggi 6 meter dan lebar 60 sentimeter longsor. Gorong-gorong serta badan jalan sepanjang kurang lebih 8 meter dengan lebar 2 meter ikut terbawa material longsoran,” ujarnya, Senin (22/1/2026).



Ia menambahkan, selain TPT, tebing bahu jalan sepanjang 10 meter dengan tinggi sekitar 7 meter juga mengalami longsor. Saat ini, akses jalan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dengan pengamanan sementara.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Kuningan langsung turun tangan dengan menurunkan Tim Assessment ke lokasi. Aparat desa setempat juga berkoordinasi dengan pihak kecamatan, TNI, Polri, serta BPBD untuk melakukan langkah penanganan darurat.

Secara tidak langsung, BPBD menyebutkan bahwa upaya awal difokuskan pada pengamanan lokasi guna mencegah risiko kecelakaan dan longsor susulan. Bersama masyarakat, aparat desa memasang rambu-rambu peringatan serta pagar pembatas menggunakan bambu.

“Pemasangan rambu peringatan dan pagar pembatas sudah selesai dilaksanakan. Ini untuk memastikan keselamatan warga yang melintas,” imbuh Aep.

Hingga laporan pembaruan diterima pada Senin (22/1/2026) pukul 14.55 WIB, kondisi cuaca di lokasi terpantau berawan. BPBD Kabupaten Kuningan juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama di tengah musim penghujan yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam beraktivitas, khususnya di wilayah rawan longsor. Langkah lanjutan akan kami koordinasikan dengan pemerintah desa dan pihak terkait lainnya,” pungkasnya.

Saat ini, kebutuhan darurat di lokasi kejadian antara lain karung untuk penanganan sementara dan antisipasi longsor lanjutan. (Apip/BK)