Post ADS 1
REDAKSI
Minggu, 2/15/2026 10:19:00 PM WIB
Headlinepemerintah

BUMDes Kadugede Kembangkan Melon Golden Kinanti, Targetkan Panen Hingga 2 Ton


Melon Golden Kinanti BUMDes Putra Mayana Kadugede dijual di gerai pinggir jalan, Minggu (15/2/2026).



KUNINGAN,(BK).—

BUMDes Kadugede mengembangkan budidaya melon premium varietas Golden Kinanti melalui sistem tanam hamparan sebagai bagian dari program ketahanan pangan desa. Hasil panen dipasarkan di gerai pinggir jalan, Minggu (15/2/2026).

Ketua BUMDes Kadugede, Sajum, mengatakan varietas Golden Kinanti dipilih karena memiliki kualitas unggulan. Menurut dia, melon tersebut memiliki tekstur renyah, rasa manis, serta daya simpan yang relatif lebih lama setelah dipetik.

“Golden Kinanti ini termasuk melon kelas premium. Teksturnya renyah dan manis, serta tidak cepat busuk setelah dipanen,” ujar Sajum saat dihubungi melalui WhatsApp oleh media online Bokor Kuningan.

Ia menjelaskan, sistem tanam hamparan dipilih karena dinilai lebih efisien dari sisi biaya dibandingkan greenhouse, meski memiliki tingkat risiko lebih tinggi terhadap serangan penyakit, terutama jamur saat musim hujan. Dalam satu kali musim tanam, BUMDes menargetkan hasil panen sekitar 1,5 hingga 2 ton.

Menurut Sajum, permodalan usaha ini bersumber dari alokasi 20 persen Dana Desa untuk program ketahanan pangan (Ketapang). Pengelolaan dilakukan oleh pengurus BUMDes bersama warga sekitar. Selain membuka lapangan kerja, masyarakat juga dilibatkan dalam proses pemasaran sebagai penjual atau reseller.

Untuk distribusi, hasil panen dipasarkan kepada warga sekitar, menjalin kerja sama dengan SPPG (MBG), dipromosikan melalui media sosial, serta dijual melalui gerai di pinggir jalan desa.

Sajum mengakui tantangan terbesar berada pada faktor cuaca dan pemasaran. Ia menuturkan bahwa metode hamparan sangat rentan terhadap serangan jamur saat musim hujan sehingga membutuhkan penanganan ekstra. Di sisi lain, buah yang tidak segera terjual berisiko mengalami penurunan kualitas.

“Kalau tidak langsung habis, kami harus memutar strategi supaya cepat terjual karena ada risiko busuk. Itu yang menjadi tantangan di pemasaran,” katanya.

Ia menegaskan, pengembangan melon premium ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan.

Sementara itu, Pengawas BUMDes Kadugede, Hasanudin, mendorong pengurus agar tetap menjaga semangat, transparansi, dan akuntabilitas dalam menjalankan usaha desa. Ia menilai langkah budidaya melon premium tersebut sebagai terobosan positif.

“Kami merasa bangga karena BUMDes Kadugede berhasil menanam melon kelas premium ini. Semoga bisa menjadi contoh bagi BUMDes lainnya,” ujar Hasanudin.

Program tersebut menjadi salah satu strategi BUMDes Kadugede dalam memperkuat peran ekonomi desa melalui pengelolaan usaha berbasis potensi lokal dan partisipasi masyarakat.(Apip/BK)