Post ADS 1
Minggu, 2/15/2026 07:53:00 PM WIB
HeadlinePendidikan

FK PKBM Miliki Peran Strategis Dalam Pengembangan Pendidikan Kesetaraan

 

Bupati Kuningan, Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi, dalam acara peresmian DPD FK PKBM Kabupaten Kuningan bertempat di Aula Lantai 3 Setda Kuningan, Sabtu (14/2/2026) 



KUNINGAN, (BK).-

Terbentuknya Dewan Pengurus Daerah  Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (DPD-FK PKBM) Kabupaten Kuningan memiliki peran strategis dalam pengembangan pendidikan kesetaraan, bertempat di Ballroom Arya Kamuning Setda Kuningan, Sabtu (14/2/2026).

 

Dalam acara tersebut, Bupati Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi, mengemukakan, kepada jajaran pengurus yang baru dilantik  mengucapkan selamat bekerja dalam rangka pengembangan PKBM yang ada di Kab. Kuningan. Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Dr. Carlan, S.Pd., M.MPd., Kabid Paud Dikmas, Dicky Mahardika, S.E., M.Si,  Ketua DPW FK PKBM Provinsi Jawa Barat,  Heru Saleh, S.Pd., MPd., serta para pengelola PKBM se-Kabupaten Kuningan.

 

Bupati menegaskan, bahwa pembangunan Kabupaten Kuningan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, akan tetapi harus dibarengi dengan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM). Kuningan terus  membangun untuk maju itu, tidak hanya bersifat fisik temasuk  non-fisik. Salah satunya peningkatan kualitas SDM. Kemajuan daerah masih diukur melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang meliputi indikator pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat. Dari sisi pendidikan, rata-rata lama sekolah masyarakat usia produktif di Kuningan masih menjadi tantangan bersama.




Untuk itu bupati menilai keberadaan PKBM memiliki peran sentral dalam mendorong peningkatan rata-rata lama sekolah melalui program pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C. Hal itu disebabkan masih terdapat warga usia produktif yang belum memiliki ijazah formal (SD, SMP, maupun SMA), sehingga PKBM menjadi jembatan penting menuju akses pendidikan yang lebih layak.

 

“PKBM ini menjadi jembatan penghubung antara harapan masyarakat  belum mengakses pendidikan formal dengan kesempatan hidup yang lebih baik. Kami dorong sinergitas PKBM dengan pemerintah desa, perangkat desa, hingga pondok pesantren agar semakin banyak warga yang dapat difasilitasi memperoleh pendidikan kesetaraan,” tutur H Dian.



Ia menegaskan komitmen Pemerintah Daerah untuk hadir langsung di tengah-tengah masyarakat, terutama dalam menangani persoalan anak tidak sekolah dan keterbatasan akses pendidikan di wilayah pelosok. Pihaknya meminta jajaran perangkat daerah, termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, untuk aktif turun ke lapangan. Jangan hanya bekerja di belakang meja. Pastikan masyarakat merasakan kehadiran pemerintah, sesuai harapan masyarakat.

 

Lebih lanjut, bupati mengingatkan bahwa pengelolaan PKBM harus dilakukan secara akuntabel, transparan, dan berbasis data. Validasi serta pembaruan data warga belajar merupakan langkah awal dalam perencanaan program yang tepat sasaran. Selain itu, ia mendorong pengembangan pendidikan kecakapan hidup (life skills), literasi digital, pelatihan sektor pertanian, serta penguatan UMKM agar lulusan PKBM memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan zaman. (HEM/BK)