| Bupati Kuningan berdialog dengan pedagang beras saat memantau harga dan ketersediaan sembako di Pasar Ancaran menjelang Ramadan 1447 Hijriah. |
KUNINGAN,(BK). —
Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si turun langsung memantau ketersediaan dan harga kebutuhan pokok di Pasar Ancaran serta Toserba Yogya, Sabtu (14/2/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga bahan pokok tetap terkendali menjelang hari besar keagamaan.
Monitoring diawali di Pasar Ancaran. Bupati berdialog dengan pedagang dan pembeli guna mengetahui perkembangan harga sejumlah komoditas, seperti sayuran, cabai merah, buah-buahan, tempe, tahu, bumbu dapur, daging ayam, beras hingga minyak curah.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Tuti Andriani, Sekretaris Daerah, jajaran Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Peternakan dan Perikanan, Diskopdagperin, Bagian Perekonomian dan SDA, Asda II, perwakilan Kodim 0615/Kuningan serta Polres Kuningan yang diwakili Kasat Reskrim.
Bupati Dian mengatakan, pemantauan harga merupakan agenda rutin Pemkab Kuningan setiap menjelang hari besar keagamaan. Menurutnya, hasil dialog langsung dengan pedagang dan pembeli menunjukkan adanya kenaikan pada beberapa komoditas, terutama cabai merah dan sejumlah sayuran.
“Tadi saya ngobrol langsung dengan pedagang dan pembeli. Ada kenaikan di sayur, misalnya cabai merah dan beberapa komoditas lain yang cenderung naik. Tapi setelah dicek, masih dalam batas wajar,” ujarnya.
Namun demikian, ia mengakui kenaikan cukup signifikan terjadi pada harga daging sapi. Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, lonjakan harga mencapai sekitar 40 persen dibandingkan harga normal.
“Yang agak di luar rata-rata memang daging sapi, kenaikannya bisa sampai 40 persenan. Biasanya kondisi seperti ini sering terjadi menjelang hari besar,” katanya.
Ia menjelaskan, kenaikan harga menjelang Ramadan merupakan fenomena musiman akibat meningkatnya permintaan masyarakat. Meski demikian, pemerintah daerah tetap berupaya menjaga agar lonjakan harga tidak membebani warga.
Sebagai langkah antisipatif, Pemkab Kuningan akan berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian untuk menggelar operasi pasar murah dalam waktu dekat. Upaya tersebut, kata dia, bertujuan menstabilkan harga dan menjaga daya beli masyarakat.
“Kita akan ambil langkah, salah satunya operasi pasar murah, supaya harga sembako tetap stabil dan tidak memberatkan masyarakat,” tegasnya.
Bupati berharap, meski terjadi kenaikan pada sejumlah komoditas, harganya tetap berada dalam batas wajar dan terkendali selama Ramadan. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus melakukan pemantauan secara berkala guna memastikan pasokan aman dan harga tetap stabil. (Apip/BK)
Monitoring diawali di Pasar Ancaran. Bupati berdialog dengan pedagang dan pembeli guna mengetahui perkembangan harga sejumlah komoditas, seperti sayuran, cabai merah, buah-buahan, tempe, tahu, bumbu dapur, daging ayam, beras hingga minyak curah.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Tuti Andriani, Sekretaris Daerah, jajaran Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Peternakan dan Perikanan, Diskopdagperin, Bagian Perekonomian dan SDA, Asda II, perwakilan Kodim 0615/Kuningan serta Polres Kuningan yang diwakili Kasat Reskrim.
Bupati Dian mengatakan, pemantauan harga merupakan agenda rutin Pemkab Kuningan setiap menjelang hari besar keagamaan. Menurutnya, hasil dialog langsung dengan pedagang dan pembeli menunjukkan adanya kenaikan pada beberapa komoditas, terutama cabai merah dan sejumlah sayuran.
“Tadi saya ngobrol langsung dengan pedagang dan pembeli. Ada kenaikan di sayur, misalnya cabai merah dan beberapa komoditas lain yang cenderung naik. Tapi setelah dicek, masih dalam batas wajar,” ujarnya.
Namun demikian, ia mengakui kenaikan cukup signifikan terjadi pada harga daging sapi. Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, lonjakan harga mencapai sekitar 40 persen dibandingkan harga normal.
“Yang agak di luar rata-rata memang daging sapi, kenaikannya bisa sampai 40 persenan. Biasanya kondisi seperti ini sering terjadi menjelang hari besar,” katanya.
Ia menjelaskan, kenaikan harga menjelang Ramadan merupakan fenomena musiman akibat meningkatnya permintaan masyarakat. Meski demikian, pemerintah daerah tetap berupaya menjaga agar lonjakan harga tidak membebani warga.
Sebagai langkah antisipatif, Pemkab Kuningan akan berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian untuk menggelar operasi pasar murah dalam waktu dekat. Upaya tersebut, kata dia, bertujuan menstabilkan harga dan menjaga daya beli masyarakat.
“Kita akan ambil langkah, salah satunya operasi pasar murah, supaya harga sembako tetap stabil dan tidak memberatkan masyarakat,” tegasnya.
Bupati berharap, meski terjadi kenaikan pada sejumlah komoditas, harganya tetap berada dalam batas wajar dan terkendali selama Ramadan. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus melakukan pemantauan secara berkala guna memastikan pasokan aman dan harga tetap stabil. (Apip/BK)




