KUNINGAN,(BK). –
Ia menambahkan, seluruh hasil pemeriksaan medis berada pada dokter yang menangani langsung, mengingat proses dilakukan sesuai prosedur standar serta melibatkan pihak kepolisian.
Sementara itu, saat dikonfirmasi di ruang IGD, dr. Alex menyatakan tidak memiliki kewenangan memberikan keterangan kepada media dan menyarankan agar konfirmasi dilakukan melalui Direktur rumah sakit guna menunjuk dokter yang berhak menyampaikan keterangan resmi.
“Saya tidak memiliki kewenangan menyampaikan keterangan. Silakan hubungi Dirut untuk menunjuk dokter IGD yang berwenang memberikan penjelasan,” ucapnya singkat.
Secara terpisah, Kepala Bidang Pelayanan RSUD 45, dr. Yanuar Firdaus, saat dihubungi melalui telepon oleh Media Online Bokor Kuningan, membenarkan adanya laporan temuan bayi tersebut. Berdasarkan laporan awal dan pemeriksaan fisik, bayi berjenis kelamin laki-laki dan diperkirakan berusia nol hari.
“Benar, ada laporan terkait temuan bayi laki-laki. Saat ditemukan masih terdapat tali pusar yang menempel, sehingga diperkirakan baru saja dilahirkan,” tuturnya.
Ia menegaskan, pihak rumah sakit hanya melakukan tindakan sesuai standar pelayanan, yakni pemeriksaan fisik berdasarkan laporan yang masuk. Diagnosis yang disampaikan pun sebatas hasil pemeriksaan medis awal.
Pelaksana administrasi kamar jenazah RSUD 45, Bahrudin, S.E., menyampaikan bahwa jenazah bayi saat ini dititipkan ke Rumah Sakit Linggarjati karena fasilitas kamar jenazah RSUD 45 sedang mengalami kerusakan alat.
“Sekarang jenazah sudah dititipkan di Rumah Sakit Linggarjati karena alat di kamar jenazah sedang rusak,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap asal-usul bayi tersebut serta pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa ini. (Red/BK)
RSUD 45 Kuningan membenarkan temuan jenazah bayi laki-laki di Desa Mekarwangi, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Kuningan, Sabtu (14/2/2026) pagi. Bayi yang diduga baru lahir itu ditemukan dalam kondisi tali pusar masih menempel. Konfirmasi dari pihak RS baru diperoleh pada Sabtu sore.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Media Online Bokor Kuningan, jenazah bayi sebelumnya mendapatkan penanganan awal di Puskesmas Mekarwangi sebelum dirujuk ke RSUD 45 Kuningan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Penanggung jawab administrasi forensik RSUD 45, dr. Sutisna, saat dihubungi melalui telepon menjelaskan bahwa setelah jenazah tiba, dilakukan pemeriksaan luar oleh dokter Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan dilanjutkan oleh dokter yang berwenang.
“Pak Kabid dan Pak Direktur menginstruksikan bahwa yang memberikan keterangan adalah dokter yang memeriksanya, karena tentu lebih mengetahui secara rinci kondisi yang bersangkutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh hasil pemeriksaan medis berada pada dokter yang menangani langsung, mengingat proses dilakukan sesuai prosedur standar serta melibatkan pihak kepolisian.
Sementara itu, saat dikonfirmasi di ruang IGD, dr. Alex menyatakan tidak memiliki kewenangan memberikan keterangan kepada media dan menyarankan agar konfirmasi dilakukan melalui Direktur rumah sakit guna menunjuk dokter yang berhak menyampaikan keterangan resmi.
“Saya tidak memiliki kewenangan menyampaikan keterangan. Silakan hubungi Dirut untuk menunjuk dokter IGD yang berwenang memberikan penjelasan,” ucapnya singkat.
Secara terpisah, Kepala Bidang Pelayanan RSUD 45, dr. Yanuar Firdaus, saat dihubungi melalui telepon oleh Media Online Bokor Kuningan, membenarkan adanya laporan temuan bayi tersebut. Berdasarkan laporan awal dan pemeriksaan fisik, bayi berjenis kelamin laki-laki dan diperkirakan berusia nol hari.
“Benar, ada laporan terkait temuan bayi laki-laki. Saat ditemukan masih terdapat tali pusar yang menempel, sehingga diperkirakan baru saja dilahirkan,” tuturnya.
Ia menegaskan, pihak rumah sakit hanya melakukan tindakan sesuai standar pelayanan, yakni pemeriksaan fisik berdasarkan laporan yang masuk. Diagnosis yang disampaikan pun sebatas hasil pemeriksaan medis awal.
Pelaksana administrasi kamar jenazah RSUD 45, Bahrudin, S.E., menyampaikan bahwa jenazah bayi saat ini dititipkan ke Rumah Sakit Linggarjati karena fasilitas kamar jenazah RSUD 45 sedang mengalami kerusakan alat.
“Sekarang jenazah sudah dititipkan di Rumah Sakit Linggarjati karena alat di kamar jenazah sedang rusak,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap asal-usul bayi tersebut serta pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa ini. (Red/BK)






