![]() |
| Prosesi penyerahan piagam wisuda santri khatam Al-Qur’an di Madrasah Al-Inayah, Minggu (15/02/2026). |
KUNINGAN, (BK).–
Madrasah Al-Inayah Desa Kaduagung, Kecamatan Karangkancana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menggelar kegiatan wisuda santri khatam Al-Qur’an pada Minggu pagi (15/02/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum apresiasi atas capaian para santri yang telah menuntaskan pembelajaran membaca dan menghafal Al-Qur’an.
Acara yang berlangsung di lingkungan madrasah itu diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari penampilan pembacaan doa-doa dan hafalan surat-surat pendek oleh para santri, sambutan penasihat, tausiyah singkat, hingga prosesi penyerahan piagam dan sungkeman kepada orang tua.
Guru sekaligus pengasuh madrasah, Ustadzah Nurul Aeni Sopiyani, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pada tahun ini terdapat 10 santri yang diwisuda.
“Alhamdulillah, di tahun ini kita dapat melaksanakan wisuda sebanyak 10 orang. Sekalipun tidak banyak, tetapi kami tetap bangga karena para santri dan santriwati telah melalui proses pembelajaran dengan baik,” ujarnya di hadapan para tamu undangan.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada para orang tua santri. Menurutnya, pihak madrasah menyadari bahwa dalam proses mendidik tentu masih terdapat kekurangan.
“Kami memohon maaf kepada seluruh orang tua apabila selama mendidik anak-anaknya di sini belum maksimal atau masih belum sepenuhnya memuaskan,” tuturnya.
Secara terpisah dalam tausiyahnya, penasihat madrasah menekankan pentingnya menjaga hafalan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan khatam bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk terus memperdalam pemahaman dan pengamalan isi Al-Qur’an.
Prosesi wisuda ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan oleh penasihat dan pengasuh madrasah kepada para santri. Suasana haru semakin terasa saat para santri melakukan sungkeman kepada masing-masing orang tua sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan terima kasih atas dukungan selama proses belajar.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh orang tua santri, warga sekitar madrasah, perwakilan perangkat desa, serta tamu undangan lainnya. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap pendidikan keagamaan di lingkungan Desa Kaduagung.
Melalui kegiatan ini, Madrasah Al-Inayah berupaya menegaskan perannya dalam membentuk dasar pendidikan agama bagi anak-anak sejak dini. Di tengah perkembangan era modern, pendidikan Al-Qur’an dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun akhlak dan karakter generasi muda, seiring dengan pendidikan formal yang menjadi bekal kehidupan di masa depan. (Yayan/BK)







