Post ADS 1
Post ADS 1
REDAKSI
Minggu, 2/01/2026 08:54:00 AM WIB
HeadlinePeristiwa

Puluhan Ikan Dewa Mati Mendadak di Balong Girang Cigugur, Diduga Terserang Parasit dan Cuaca Ekstrem


Puluhan ikan dewa mati di kolam Balong Girang, diduga akibat parasit Sabtu (31/1/26).



KUNINGAN,(BK). –

Sebanyak puluhan ikan dewa, satwa endemik sekaligus ikon Kabupaten Kuningan, ditemukan mati mendadak di kolam Kawasan Wisata Balong Girang, Kecamatan Cigugur, dalam beberapa hari terakhir. Peristiwa ini mengundang perhatian publik dan memicu kekhawatiran akan kelestarian ikan yang selama ini dijaga ketat.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kematian ikan dewa tersebut diduga kuat disebabkan oleh serangan parasit cacing yang diperparah oleh perubahan cuaca ekstrem dan buruknya kualitas air kolam.

Kepala Bidang Perikanan Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Kuningan, Denny Rianto, mengatakan pihaknya menemukan indikasi parasit di tubuh ikan yang mati saat melakukan pengamatan di lokasi, Sabtu (31/1/26).

“Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan parasit cacing di dalam tubuh ikan. Itu menjadi salah satu penyebab utama kematian ikan-ikan tersebut,” ujar Denny.


Ia menyebutkan, sekitar 50 ekor ikan dewa mati dalam kurun waktu tiga hari, jumlah yang dinilai cukup besar dan jarang terjadi. Menurutnya, kasus serupa baru pertama kali ditemukan dalam satu tahun terakhir.

Selain parasit, kondisi kolam yang tidak ideal turut memperparah situasi. Debit air yang minim serta sirkulasi air yang buruk membuat ikan lebih rentan terhadap penyakit.

“Debit air yang masuk sangat kurang, sirkulasi juga rendah. Ditambah kualitas pakan yang tidak optimal, kondisi ini membuat ikan kurus dan mudah terserang penyakit,” jelasnya.

Denny juga menyoroti faktor cuaca ekstrem, terutama hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi terus-menerus dalam beberapa hari terakhir, sehingga memicu perubahan suhu air secara drastis.

“Perubahan cuaca yang ekstrem sangat memengaruhi daya tahan ikan. Ini menjadi faktor pemicu tambahan,” imbuhnya.

Pihak Diskanak berharap ke depan dilakukan perbaikan menyeluruh terhadap sistem pengelolaan kolam, mulai dari sirkulasi air, kualitas pakan, hingga pengawasan kesehatan ikan, agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Kami berharap ada pembenahan agar ikan dewa sebagai ikon Kuningan tetap terjaga dan kejadian ini tidak terulang lagi,” pungkasnya. (Apip/BK)