![]() |
| Danramil 1505/Ciwaru Kapten Inf Kantir, S.M., bersama Babinsa Sertu Hendi dan aparat desa meninjau lokasi penemuan tengkorak di perbatasan Lebakherang–Cilimus Sari, Ciwaru, Minggu (22/2/26). |
KUNINGAN,(BK). –
Penemuan tengkorak kepala manusia di area sungai perbatasan Desa Lebakherang dan Cilimus Sari, Kecamatan Ciwaru, Mingy (22/2/2026) sore, diduga merupakan warga Desa Cilayung yang dilaporkan hilang sekitar satu tahun lalu. Pihak keluarga menyatakan menolak dilakukan autopsi karena meyakini tengkorak tersebut adalah anggota keluarganya yang hilang.
Danramil 1505/Ciwaru, Kapten Inf Kantir, S.M., membenarkan adanya temuan tersebut. Ia menyampaikan, dari sisi kemanusiaan, peristiwa ini memberi kepastian bagi keluarga yang selama ini mencari keberadaan korban.
“Kalau memang ini warga Desa Cilayung, artinya keluarga sudah tahu nanti dimakamkan di mana. Intinya keluarga punya kepastian makam bapaknya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, terdapat dua warga Cilayung yang hilang dalam dua tahun terakhir. Satu orang hilang hampir satu tahun, dan satu lainnya sekitar tiga bulan lalu yang hingga kini belum ditemukan. Dari kondisi tengkorak, diperkirakan sudah lama berada di lokasi.
“Usianya sekitar 80 tahun, jenis kelamin laki-laki. Anak korban juga meyakini itu bapaknya,” katanya.
Kapten Kantir menduga korban mengalami pikun dan tersesat.
“Indikasinya bisa karena kelaparan atau lemas akibat tersesat. Ini jadi evaluasi bersama agar keluarga menjaga orang tua yang sudah pikun,” tegasnya.
Babinsa Lebakherang, Sertu Hendi, menambahkan bahwa temuan tersebut diduga korban pertama yang hilang hampir setahun lalu.
“Untuk korban kedua yang hilang sekitar tiga bulan masih dalam pencarian. Identitas resmi masih menunggu proses lebih lanjut,” jelasnya.
Kepala Desa Lebakherang, Hardi, mengatakan laporan diterimanya sekitar pukul 17.30 WIB dari perangkat desa. Karena waktu menjelang berbuka puasa dan kondisi gerimis, pengecekan dilakukan setelah salat tarawih bersama perangkat desa, linmas, dan warga.
“Tengkorak diamankan warga karena khawatir dibawa hewan. Setelah itu kami laporkan ke kecamatan, Polsek, dan Koramil,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Desa Cilayung, Darmanto, menyebut korban diduga bernama Maryadi (80), warga RT 08 RW 02 Dusun Ciputat, Desa Cilayung. Korban dilaporkan hilang saat hendak mengunjungi anaknya di Cilimus Sari.
“Sudah hampir setahun menghilang. Sekarang ditemukan tengkoraknya saja,” ucap Darmanto.
Ia juga menyampaikan bahwa pihak keluarga menolak dilakukan autopsi karena sudah merasa yakin tengkorak tersebut adalah ayah mereka yang hilang.
“Anaknya sudah merasa itu bapaknya, jadi pihak keluarga menolak dilakukan autopsi,” ungkapnya.
Di sisi lain, Kepala Desa Cilimus Sari, Cahyana, memastikan tengkorak tersebut bukan warganya. Ia mengaku tidak pernah menerima laporan warga hilang dari desanya, namun mendapat informasi dari Kepala Desa Cilayung terkait dua warga lansia yang hilang dalam setahun terakhir.
Tengkorak pertama kali ditemukan oleh Misna, warga Cilimus Sari, saat hendak mengambil batu di sungai.
“Awalnya saya kira biasa, tapi setelah dilihat ternyata tengkorak kepala. Saya amankan pakai kayu lalu dimasukkan ke kantong plastik hitam,” tuturnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anggota keluarga lanjut usia, khususnya yang mengalami gangguan ingatan. Unsur TNI–Polri bersama pemerintah desa pun menghormati keputusan keluarga yang menolak autopsi, sembari tetap mengimbau warga agar lebih waspada agar kejadian serupa tidak terulang kembali. (Apip/BK)
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anggota keluarga lanjut usia, khususnya yang mengalami gangguan ingatan. Unsur TNI–Polri bersama pemerintah desa pun menghormati keputusan keluarga yang menolak autopsi, sembari tetap mengimbau warga agar lebih waspada agar kejadian serupa tidak terulang kembali. (Apip/BK)








