| Warga Desa Karangkancana menambal jalan rusak secara swadaya di Dusun Indrahayu, Kecamatan Karangkancana, Kabupaten Kuningan, Selasa (3/2/2026). |
KUNINGAN, (BK).—
Lelah menunggu janji perbaikan yang tak kunjung terealisasi, warga Desa Karangkancana, Kecamatan Karangkancana, Kabupaten Kuningan, akhirnya bergerak mandiri. Pada Selasa (3/2/2026), masyarakat setempat bergotong royong memperbaiki jalan penghubung utama Karangkancana–Jabranti–Cibingbin dengan dana dan tenaga swadaya.
Aksi tersebut dilakukan karena kondisi jalan dinilai semakin membahayakan. Aspal yang mengelupas, lubang di sejumlah titik, serta genangan air saat hujan kerap memicu kecelakaan, terutama bagi pelajar yang setiap hari melintasi jalur itu menuju SMPN Karangkancana.
Penjabat (Pj) Kepala Desa Karangkancana, Uhen Suhendar, membenarkan aksi gotong royong tersebut. Ia mengatakan, kesabaran warga telah mencapai batas, mengingat jalan di Dusun Indrahayu itu merupakan akses vital bagi aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pariwisata.
“Jalur ini bukan sekadar jalan biasa. Ini urat nadi masyarakat, mulai dari petani ke sawah, anak-anak sekolah, sampai wisatawan yang hendak ke Goa Indrakila,” ujar Uhen kepada media online Bokor Kuningan.
Ia menuturkan, karena kondisi jalan semakin parah dan berisiko tinggi menimbulkan kecelakaan, warga akhirnya sepakat melakukan penambalan darurat di titik-titik terparah sepanjang kurang lebih 30 meter.
“Daripada menunggu lebih lama sementara kondisi makin membahayakan, warga memilih bergerak sendiri,” imbuhnya.
Dalam pelaksanaannya, perbaikan swadaya tersebut dilakukan melalui iuran warga dan juga mendapat bantuan material berupa semen dari salah satu anggota DPRD Kabupaten Kuningan.
Meski demikian, Uhen menegaskan bahwa perbaikan yang dilakukan masyarakat bersifat sementara. Ia menilai, kualitas tambalan swadaya tentu tidak dapat disamakan dengan konstruksi jalan permanen yang semestinya menjadi kewenangan pemerintah daerah.
“Ini hanya solusi darurat untuk menekan risiko kecelakaan. Harapan kami tetap ada pada perbaikan permanen, idealnya melalui pengecoran beton yang dibiayai APBD,” tegasnya.
Warga berharap, aksi gotong royong ini dapat membuka mata pemerintah agar segera mengambil langkah konkret dalam menangani kerusakan infrastruktur yang telah lama dikeluhkan masyarakat Karangkancana.(Apip/BK)
Meski demikian, Uhen menegaskan bahwa perbaikan yang dilakukan masyarakat bersifat sementara. Ia menilai, kualitas tambalan swadaya tentu tidak dapat disamakan dengan konstruksi jalan permanen yang semestinya menjadi kewenangan pemerintah daerah.
“Ini hanya solusi darurat untuk menekan risiko kecelakaan. Harapan kami tetap ada pada perbaikan permanen, idealnya melalui pengecoran beton yang dibiayai APBD,” tegasnya.
Warga berharap, aksi gotong royong ini dapat membuka mata pemerintah agar segera mengambil langkah konkret dalam menangani kerusakan infrastruktur yang telah lama dikeluhkan masyarakat Karangkancana.(Apip/BK)





