Post ADS 1
Post ADS 1
Senin, 3/30/2026 08:55:00 PM WIB
HeadlinePendidikan

Halal Bihalal MKKS SMA Kabupaten Kuningan Diliputi Suasana Kegembiraan, Keakraban Serta Penuh Kekeluargaan

 


Keluarga besar MKKS SMA Kabupaten Kuningan menggelar acara halal bihalal Idul Fitri 1 Syawal 1447 H/Tahun 2026 M berlangsung di Hanggar SMA Negeri 1 Jalaksana, Minggu (29/3/2026) 

KUNINGAN, (BK).-

Acara halal bihalal yang diselenggarakan keluarga besar Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Kuningan diliputi suasana kegembiraan, keakraban serta penuh kekeluargaan berlangsung di Hanggar SMAN 1 Jalaksana, Minggu (29/3/2026).

 

Pertemuan cukup bermakna yang dikemas dalam kegiatan halal bihalal Boboran Shiam 1 Syawal 1447 Hijriyah/2026 M itu, tidak hanya dihadiri para kepala sekolah aktif atau masih bertugas dalam kedinasan. Namun dihadiri pula sejumlah kepala SMA senior yang telah memasuki masa purnabakti tampak menyatu dalam acara halal bihalal tersebut. Mereka tetap istiqomah (konsisten) dalam mempererat tali silaturahmi yang dibangun dengan penuh rasa kekeluargaan cukup tinggi. Mereka  selalu hadir manakala mendapat undangan untuk berjumpa dalam suasana Idul Fitri.

 

Dalam kesempatan tersebut hadir tuan rumah, Kepala SMA Negeri 1 Jalaksana H Nanang Warsa MPd, Ketua MKKS SMA Kab. Kuningan, H Suleha M.MPd, Sekretaris Sukiman  MPd dan unsur pengurus harian, H Sudarmoyo MPd. Termasuk mantan Ketua MKKS SMA periode sebelumnya, Dr H Edy Riyadi, H Jaja Subagja MPd, dan H Moch Chaeri MPd.I, yang kini menduduki jabatan Kepala SMA Negeri 3 Kuningan beserta tokoh senior lainnya.


 



Tidak ketinggalan Kepala SMA Negeri 1 Kadugede dari kalangan muda, Rhida Jaya Bhuana MPd.I beserta para pendamping suami tercinta. Tidak kalah penting, hadir pula Pengawasan Pembina SMA Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jabar Wilayah X, Dr H Ugin Lugina MPd, untuk menyampai siraman rohani dalam suasana Idul Fitri. Termasuk H Agus Hakim MPd sebagai sesepuh perwakilan dari para kepala sekolah untuk menyampaikan amanatnya.

 

Dalam kesempatan tersebut Kepala SMA Negeri 1 Jalaksana, H Nanang Warsa MPd, mengatakan, baik atas nama tuan rumah maupun pribadi mohon maaf, apabila dalam  penerimaan terdapat kekurangan maupun keterbatasan dalam penyelenggaraan kegiatan  halal bihalal Idul Fitri 1 Syawal 1447 H di tempat ini yang kedua kalinya kiranya mohon maaf sebesar-besarnya.

 

“Selain itu, kami ucapkan terima kasih atas kehadiran rekan-rekan kepala sekolah maupun yang purnabakti untuk saling berjumpa serta berbagi pengalaman sebagai bekal ilmu dalam bertugas,” ujar H Nanang.

 

Sementara Ketua MKKS SMA Kab. Kuningan, H Suleha, mengemukakan, terselenggaranya kegiatan halal bihalal Idul Fitri 1 Syawal 1447 H ini tidak terlepas dari dukungan Kepala SMAN 1 Jalaksana yang telah memfasilitasi tempat yang strategis dan representatif ini. Ucapan terima kasih disampaikan pula pada para hadirin, khususnya para senior untuk diminta wejangannnya dalam rangka memajukan pendidikan di Kab. Kuningan.

 

“Acara halal bihalal tahun ini cukup istimewa, selain dihadiri para senior, juga beberapa kepala sekolah yang baru mutasi dari luar daerah maupun promosi untuk menduduki jabatan Kepala SMA di Kuningan. Untuk itu, kami perkenalkan mereka, khususnya bagi kepala sekolah yang baru untuk melaksanakan tugas di SMA yang ada di Kabupaten Kuningan,” tutur H Suleha.  

  

  


Adapun mereka atau para kepala sekolah yang baru dan hadir dalam acara ini antar alain;   

1. Doktor Jajuli Kepala SMAN 1 Mandirancan

2. Solehudin, M. Pd Kepala  SMAN 1 Darma

3. Heri Purnomo, M. Pd Kepala  SMAN 1 Cilimus

4. Iwan Agustiawan M. Pd Kepala SMAN 1 Lebakwangi

5. Udin Sudiana Karnadisastra M.Pd Kepala  SMAN 1 Ciniru

6. Maman Lesmana  M.Pd Kepala SMAN 1 Subang

7. Ahmad Taohid M.Pd Kepala SMAN 1 Cibingbin

8. Ikhsan S.  M.Pd Kepala SMAN 1 Cigugur dan

9. Sukiman, M.Pd Kepala SMAN 1 Luragung

 

Pengawas Pembina SMA,  Dr H Ugin Lugina, MPd. Mengingatkan akan angka kematian dibawah usia 50 tahun. Orang yang selalu mengingat kematian pertanda selalu berhati-hati untuk berbuat baik upaya  mempersiapkan diri berpulang ke akhirat. Karena sebaik-baiknya pengingat dalam kehidupan adalah kematian. Ada tanda-tanda kematian melalui sakit terlebih dahulu, namun setiap sakit belum tentu orang  meninggal dunia. Sebab urusan wafat bukan karena sakit dan tidak juga karena tua, terkadang usia muda banyak yang meninggal dunia sebagaimana dikatakan tadi angka kematian di Indonesia kebanyakan dibawah usia 50 tahun.

 

“Dikhawatirkan, banyak orang sukses namun tidak dikenal oleh penduduk langit. Banyak juga orang biasa tanpa dikenal oleh siapapun namun mendapat tempat yang sangat mulia di sisi Allah Swt serta dimulyakan penduduk langit. Itulah sebuah kehidupan yang harus kita sikapi selama hidup di alam dunia,” tutur Ustadz Ugin.  

 

Ungkapan senada disampaikan perwakilan para kepala sekolah, H Agus Halim MPd. Kata dia, ada orang yang setelah melaksanakan puasa sebulan lamanya tidak mendapatkan apa-apa. Ada tiga penyebab amalnya tidak diterima Allah Swt antara lain, anak yang durhaka pada kedua orang tuanya, suami isteri tidak saling memaafkan atau  belum islah diantara sesama, termasuk oang yang memutuskan tali silaturahmi. (HEM/KC)