KUNINGAN, (BK).-
Acara halal bihalal yang diselenggarakan keluarga besar
Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Kuningan diliputi suasana
kegembiraan, keakraban serta penuh kekeluargaan berlangsung di Hanggar SMAN 1
Jalaksana, Minggu (29/3/2026).
Pertemuan cukup bermakna yang dikemas dalam kegiatan halal
bihalal Boboran Shiam 1 Syawal 1447 Hijriyah/2026 M itu, tidak hanya dihadiri
para kepala sekolah aktif atau masih bertugas dalam kedinasan. Namun dihadiri
pula sejumlah kepala SMA senior yang telah memasuki masa purnabakti tampak
menyatu dalam acara halal bihalal tersebut. Mereka tetap istiqomah (konsisten)
dalam mempererat tali silaturahmi yang dibangun dengan penuh rasa kekeluargaan cukup
tinggi. Mereka selalu hadir manakala mendapat
undangan untuk berjumpa dalam suasana Idul Fitri.
Dalam kesempatan tersebut hadir tuan rumah, Kepala SMA
Negeri 1 Jalaksana H Nanang Warsa MPd, Ketua MKKS SMA Kab. Kuningan, H Suleha
M.MPd, Sekretaris Sukiman MPd dan unsur
pengurus harian, H Sudarmoyo MPd. Termasuk mantan Ketua MKKS SMA periode
sebelumnya, Dr H Edy Riyadi, H Jaja Subagja MPd, dan H Moch Chaeri MPd.I, yang
kini menduduki jabatan Kepala SMA Negeri 3 Kuningan beserta tokoh senior
lainnya.
Tidak ketinggalan Kepala SMA Negeri 1 Kadugede dari kalangan
muda, Rhida Jaya Bhuana MPd.I beserta para pendamping suami tercinta. Tidak
kalah penting, hadir pula Pengawasan Pembina SMA Cabang Dinas Pendidikan Provinsi
Jabar Wilayah X, Dr H Ugin Lugina MPd, untuk menyampai siraman rohani dalam
suasana Idul Fitri. Termasuk H Agus Hakim MPd sebagai sesepuh perwakilan dari
para kepala sekolah untuk menyampaikan amanatnya.
Dalam kesempatan tersebut Kepala SMA Negeri 1 Jalaksana, H Nanang
Warsa MPd, mengatakan, baik atas nama tuan rumah maupun pribadi mohon maaf, apabila
dalam penerimaan terdapat kekurangan maupun
keterbatasan dalam penyelenggaraan kegiatan halal bihalal Idul Fitri 1 Syawal 1447 H di
tempat ini yang kedua kalinya kiranya mohon maaf sebesar-besarnya.
“Selain itu, kami ucapkan terima kasih atas kehadiran rekan-rekan
kepala sekolah maupun yang purnabakti untuk saling berjumpa serta berbagi
pengalaman sebagai bekal ilmu dalam bertugas,” ujar H Nanang.
Sementara Ketua MKKS SMA Kab. Kuningan, H Suleha, mengemukakan,
terselenggaranya kegiatan halal bihalal Idul Fitri 1 Syawal 1447 H ini tidak terlepas
dari dukungan Kepala SMAN 1 Jalaksana yang telah memfasilitasi tempat yang
strategis dan representatif ini. Ucapan terima kasih disampaikan pula pada para
hadirin, khususnya para senior untuk diminta wejangannnya dalam rangka
memajukan pendidikan di Kab. Kuningan.
“Acara halal bihalal tahun ini cukup istimewa, selain dihadiri para senior, juga beberapa kepala sekolah yang baru mutasi dari luar daerah maupun promosi untuk menduduki jabatan Kepala SMA di Kuningan. Untuk itu, kami perkenalkan mereka, khususnya bagi kepala sekolah yang baru untuk melaksanakan tugas di SMA yang ada di Kabupaten Kuningan,” tutur H Suleha.
Adapun mereka atau para kepala sekolah yang baru dan hadir dalam
acara ini antar alain;
1. Doktor Jajuli Kepala SMAN 1 Mandirancan
2. Solehudin, M. Pd Kepala SMAN 1 Darma
3. Heri Purnomo, M. Pd Kepala SMAN 1 Cilimus
4. Iwan Agustiawan M. Pd Kepala SMAN 1 Lebakwangi
5. Udin Sudiana Karnadisastra M.Pd Kepala SMAN 1 Ciniru
6. Maman Lesmana M.Pd
Kepala SMAN 1 Subang
7. Ahmad Taohid M.Pd Kepala SMAN 1 Cibingbin
8. Ikhsan S. M.Pd Kepala
SMAN 1 Cigugur dan
9. Sukiman, M.Pd Kepala SMAN 1 Luragung
Pengawas Pembina SMA, Dr H Ugin Lugina, MPd. Mengingatkan akan angka
kematian dibawah usia 50 tahun. Orang yang selalu mengingat kematian pertanda
selalu berhati-hati untuk berbuat baik upaya mempersiapkan diri berpulang ke akhirat.
Karena sebaik-baiknya pengingat dalam kehidupan adalah kematian. Ada tanda-tanda
kematian melalui sakit terlebih dahulu, namun setiap sakit belum tentu orang meninggal dunia. Sebab urusan wafat bukan
karena sakit dan tidak juga karena tua, terkadang usia muda banyak yang meninggal
dunia sebagaimana dikatakan tadi angka kematian di Indonesia kebanyakan dibawah
usia 50 tahun.
“Dikhawatirkan, banyak orang sukses namun tidak dikenal oleh
penduduk langit. Banyak juga orang biasa tanpa dikenal oleh siapapun namun
mendapat tempat yang sangat mulia di sisi Allah Swt serta dimulyakan penduduk
langit. Itulah sebuah kehidupan yang harus kita sikapi selama hidup di alam
dunia,” tutur Ustadz Ugin.
Ungkapan senada disampaikan perwakilan para kepala sekolah,
H Agus Halim MPd. Kata dia, ada orang yang setelah melaksanakan puasa sebulan
lamanya tidak mendapatkan apa-apa. Ada tiga penyebab amalnya tidak diterima
Allah Swt antara lain, anak yang durhaka pada kedua orang tuanya, suami isteri
tidak saling memaafkan atau belum islah
diantara sesama, termasuk oang yang memutuskan tali silaturahmi. (HEM/KC)




