Post ADS 1
Post ADS 1
REDAKSI
Selasa, 3/31/2026 09:56:00 AM WIB
BirokrasiHeadlinepemerintahan

Sistem Antrean Baru BPJS Kuningan Bikin Lama, Warga Harus Duduk dan ‘Mutar’ Dulu



Sejumlah peserta tampak menunggu antrean di Kantor BPJS Kesehatan Kuningan dengan sistem baru, di mana peserta harus duduk bergilir sebelum mendapatkan nomor antrean, Selasa (31/3/2026). 




KUNINGAN,(BK). –

Perubahan sistem antrean di Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Kuningan menuai keluhan dari masyarakat. Peserta kini tidak bisa lagi langsung mengambil nomor antrean di pintu masuk, melainkan harus duduk terlebih dahulu dan menunggu giliran secara bergilir, Selasa (31/3/2026).

Pantauan di lokasi, puluhan peserta tampak memenuhi ruang tunggu. Mereka duduk di kursi yang telah disediakan sambil menunggu dipanggil untuk mendapatkan nomor antrean. Sistem ini berbeda dari sebelumnya, di mana peserta bisa langsung meminta nomor antrean kepada petugas keamanan saat datang.

Salah satu peserta, Neni (50), warga Perumahan Persimuka, mengaku kebingungan dengan mekanisme baru tersebut. Ia datang untuk mengurus kepesertaan BPJS Kesehatan milik ibunya yang sebelumnya didaftarkan melalui tempat kerja anaknya.

“Dulu ibu saya dimasukkan lewat tempat kerja anak saya. Sekarang anaknya sudah pindah kerja, jadi saya tidak tahu BPJS-nya masih aktif atau tidak,” ujarnya.


Ia menuturkan, selama ini iuran BPJS Kesehatan dibayarkan sebesar Rp80 ribu per bulan untuk kelas II. Namun, ketidakjelasan status kepesertaan membuat dirinya merasa terbebani.

“Setiap bulan bayar Rp80 ribu, tapi sekarang tidak jelas statusnya, ini cukup memberatkan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Neni juga menyoroti sistem antrean yang dinilai memperlambat pelayanan. Menurutnya, peserta harus menunggu cukup lama karena tidak langsung mendapatkan nomor antrean.

“Sekarang harus duduk dulu, mutar dulu baru dapat nomor antrean. Tidak seperti dulu yang langsung dikasih sama satpam,” katanya.

Sementara itu, petugas keamanan di lokasi, Egi, menjelaskan bahwa sistem tersebut diterapkan untuk menjaga ketertiban antrean dan menghindari penumpukan di pintu masuk.

“Peserta diarahkan duduk dulu supaya tertib. Nanti dipanggil sesuai giliran untuk ambil nomor antrean,” jelasnya.

Di sisi lain, keterbatasan petugas juga menjadi kendala dalam pelayanan. Dari total empat pegawai yang ada, hanya dua orang yang melayani peserta. Satu pegawai diketahui sedang sakit, sementara satu lainnya izin.

Kondisi ini membuat antrean menjadi lebih panjang dan waktu tunggu semakin lama. Sejumlah peserta berharap pihak BPJS Kesehatan Kuningan dapat melakukan evaluasi, baik dari sisi sistem antrean maupun penambahan petugas, agar pelayanan kepada masyarakat bisa lebih optimal.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak BPJS Kesehatan Kuningan terkait perubahan sistem antrean tersebut. (Apip/BK)