![]() |
| Jahadi (57), tukang sol sepatu asal Awirarangan, memperbaiki sepatu pelanggan di trotoar Jalan Sudirman, depan Terbit, Kuningan, Jumat (6/3). Ia menekuni profesi tersebut sejak usia 17 tahun. |
KUNINGAN, (BK).–
Aktivitas sederhana tampak di trotoar Jalan Sudirman, tepatnya di depan Terbit, Kabupaten Kuningan. Seorang pria paruh baya terlihat telaten memperbaiki sepatu menggunakan peralatan sederhana. Ia adalah Jahadi (57), warga Awirarangan yang telah menggeluti profesi sebagai tukang sol sepatu selama sekitar 30 tahun.
Setiap hari Jahadi mangkal di lokasi tersebut sejak pagi hingga sore. Dengan kotak kayu berisi peralatan kerja di sampingnya, ia melayani warga yang ingin memperbaiki sepatu, mulai dari mengganti sol hingga menjahit bagian yang rusak.
Jahadi menuturkan, keterampilan memperbaiki sepatu ia pelajari sejak usia muda. Ia mengaku mulai belajar dari kakaknya yang juga berprofesi sebagai tukang sol sepatu.
“Saya belajar dari kakak yang juga tukang sol. Waktu itu umur saya sekitar 17 tahun,” ujar Jahadi saat ditemui di tempatnya mangkal, Jumat (6/3/26).
Ia menjelaskan, setiap hari mulai membuka lapaknya sekitar pukul 08.00 WIB dan biasanya menutup pekerjaannya sekitar pukul 15.00 WIB.
“Biasanya buka sekitar jam delapan pagi, kalau sudah sore sekitar jam tiga saya tutup,” katanya.
Menurutnya, sejak saat itu ia mulai menekuni pekerjaan tersebut hingga akhirnya menjadi profesi yang dijalani sampai sekarang. Selama puluhan tahun bekerja di pinggir jalan, Jahadi mengaku sudah terbiasa dengan kondisi panas maupun hujan.
Ia mengatakan, penghasilan dari memperbaiki sepatu memang tidak menentu.
Namun pekerjaan itu tetap ia jalani untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Jahadi juga memiliki satu orang putra yang saat ini belum memiliki pekerjaan tetap.
“Kadang ramai, kadang juga sepi. Tapi alhamdulillah masih ada saja yang datang memperbaiki sepatu,” katanya.
Ia berharap masih dapat menjalankan profesi tersebut selama kondisi kesehatannya memungkinkan.
“Saya berharap masih bisa terus kerja di sini. Selama masih kuat, saya akan tetap memperbaiki sepatu,” imbuhnya. (Apip/BK)





