Post ADS 1
REDAKSI
Jumat, 3/06/2026 09:27:00 AM WIB
HeadlinePeristiwa

Hujan Es Dipicu Awan Cumulonimbus, BPBD Kuningan Imbau Warga Waspada Saat Pancaroba


Butiran hujan es terlihat di tangan warga saat fenomena cuaca ekstrem terjadi. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, hujan es terbentuk dari awan Cumulonimbus yang berkembang saat masa pancaroba.



KUNINGAN, (BK). –

Fenomena hujan es yang sesekali terjadi di sejumlah wilayah saat masa peralihan musim mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang biasanya muncul pada masa pancaroba. Jumat (6/3/26)

Ia menjelaskan, hujan es merupakan fenomena cuaca yang dapat terjadi akibat terbentuknya awan badai tinggi yang dikenal sebagai Cumulonimbus. Awan ini terbentuk dari udara panas dan lembap yang naik secara cepat ke atmosfer.

Menurut Indra Bayu, berdasarkan penjelasan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, hujan es terjadi ketika butiran air di dalam awan tersebut membeku dan terus membesar sebelum akhirnya jatuh ke permukaan bumi.

“Di dalam awan Cumulonimbus terdapat arus udara naik yang sangat kuat sehingga butiran air yang telah membeku akan berulang kali terangkat ke atas dan turun kembali. Proses itu membuat ukuran butiran es semakin besar hingga akhirnya jatuh ke bumi,” ujar Indra Bayu.


Ia menambahkan, ketika ukuran butiran es sudah cukup berat, arus udara turun yang kuat akan membawa butiran tersebut jatuh ke permukaan sebelum sempat mencair. Kondisi tersebut biasanya disertai hujan lebat, kilat, dan angin kencang dalam waktu yang relatif singkat.

Indra Bayu juga menjelaskan bahwa fenomena hujan es biasanya diawali dengan kondisi udara yang terasa panas dan gerah pada siang hari. Setelah itu, muncul awan putih yang menumpuk dan secara perlahan berubah menjadi awan gelap disertai angin kencang mendadak.

“Biasanya hujan es hanya terjadi dalam skala lokal dan berlangsung beberapa menit saja. Namun tetap perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan dampak seperti kerusakan atap rumah, pohon tumbang, hingga potensi cedera apabila ukuran butiran es cukup besar,” imbuhnya.

Ia menegaskan, kejadian tersebut umumnya muncul pada periode transisi musim, baik dari kemarau menuju musim hujan maupun sebaliknya.

Karena itu, BPBD Kuningan mengimbau masyarakat agar terus memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG serta segera mencari tempat perlindungan apabila terjadi hujan es. Selain itu, warga juga disarankan memindahkan kendaraan ke tempat yang terlindungi guna menghindari kerusakan akibat benturan butiran es.

“Yang terpenting masyarakat tetap tenang namun waspada. Jika terjadi hujan es, segera berlindung di tempat yang aman hingga kondisi cuaca kembali normal,” pungkas Indra Bayu. (Apip/BK)