![]() |
| Rumah warga di Desa Bayuning hangus terbakar usai diduga api dari kompor saat memasak lontong merembet dan membesar pada momen Lebaran. |
KUNINGAN, (BK). –
Peristiwa kebakaran terjadi di RT 15 RW 04 Dusun Wage, Desa Bayuning, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, Minggu dini hari (22/3/2026) sekitar pukul 01.20 WIB. Kebakaran tersebut menghanguskan satu unit rumah milik warga berukuran 6 x 12 meter hingga rata dengan tanah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran pertama kali diketahui oleh anak pemilik rumah yang terbangun dari tidur dan melihat api sudah membesar di bagian atap.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu langsung berupaya memberikan pertolongan dan membangunkan penghuni rumah untuk segera menyelamatkan diri.
Kepala Dusun Wage, Danu, menjelaskan bahwa peristiwa itu diduga bermula saat salah satu penghuni rumah memasak lontong pada momen Lebaran sekitar pukul 24.00 WIB. Namun, yang bersangkutan diduga tertidur sehingga api dari kompor atau tungku terus menyala hingga memicu kebakaran.
“Diduga anak korban memasak lontong tengah malam, lalu tertidur sehingga api membesar dan merembet ke bagian rumah,” ujarnya.
Sementara itu, laporan kejadian segera diteruskan ke UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan. Kepala UPT Damkar Kuningan, Andri Arga Kusumah, SE, mengatakan pihaknya menerima laporan pada pukul 01.35 WIB dan langsung memberangkatkan tim ke lokasi lima menit kemudian.
Ia mengungkapkan, tim tiba di lokasi pukul 01.48 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman serta pendinginan.
Kepala Dusun Wage, Danu, menjelaskan bahwa peristiwa itu diduga bermula saat salah satu penghuni rumah memasak lontong pada momen Lebaran sekitar pukul 24.00 WIB. Namun, yang bersangkutan diduga tertidur sehingga api dari kompor atau tungku terus menyala hingga memicu kebakaran.
“Diduga anak korban memasak lontong tengah malam, lalu tertidur sehingga api membesar dan merembet ke bagian rumah,” ujarnya.
Sementara itu, laporan kejadian segera diteruskan ke UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan. Kepala UPT Damkar Kuningan, Andri Arga Kusumah, SE, mengatakan pihaknya menerima laporan pada pukul 01.35 WIB dan langsung memberangkatkan tim ke lokasi lima menit kemudian.
Ia mengungkapkan, tim tiba di lokasi pukul 01.48 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman serta pendinginan.
“Sebanyak 10 personel dari Regu 3 kami kerahkan, dibantu dua unit mobil pancar dan satu kendaraan rescue,” katanya.
Menurutnya, proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam dan baru berhasil dikendalikan sepenuhnya pada pukul 02.45 WIB. Pemadaman dilakukan bersama unsur kepolisian, perangkat desa, serta masyarakat setempat guna mencegah api merambat ke bangunan lain yang jaraknya berdekatan.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, lima penghuni rumah yang terdiri dari tiga perempuan dan dua laki-laki, termasuk seorang lansia berusia 75 tahun, mengalami syok dan trauma akibat kejadian itu. Saat ini, korban terpaksa mengungsi sementara ke rumah tetangga.
Akibat kebakaran tersebut, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp128.250.000. Rinciannya meliputi bangunan rumah permanen senilai Rp108 juta, gabah kering 350 kilogram, serta sejumlah barang elektronik seperti televisi, kulkas, dan mesin cuci. Selain itu, perabotan rumah tangga, pakaian, hingga dokumen penting seperti KTP, KK, dan ijazah turut hangus terbakar.
Dari hasil pemeriksaan awal, petugas menduga sumber api berasal dari kompor yang tidak dimatikan saat memasak.
Andri mengimbau masyarakat agar lebih waspada, khususnya saat memasak di momen Lebaran. Ia menegaskan pentingnya memastikan kompor dalam kondisi aman sebelum ditinggalkan atau saat hendak beristirahat.
“Pastikan kompor sudah dimatikan sebelum tidur, siapkan air atau alat pemadam sederhana, dan segera laporkan jika terjadi kebakaran. Layanan pemadaman kami gratis,” pungkasnya. (Apip/BK)






