Post ADS 1
Post ADS 1
REDAKSI
Minggu, 3/22/2026 05:56:00 PM WIB
HeadlinePeristiwa

Jalur Palutungan Padat di Hari Kedua Lebaran, Warga Imbau Hindari Akses Cileuleuy


Kondisi arus lalu lintas menuju Palutungan padat pada hari kedua Lebaran, terutama di jalur Desa Cileuleuy hingga Cisantana.




KUNINGAN, (BK).– 

Arus lalu lintas menuju kawasan wisata Palutungan mengalami peningkatan signifikan pada hari kedua libur Lebaran, Minggu (22/3/2026). Kepadatan kendaraan terjadi sejak siang hari, terutama di jalur alternatif melalui Desa Cileuleuy hingga Desa Cisantana.

Pantauan di lapangan, lonjakan volume kendaraan roda dua dan roda empat mulai terasa dari Desa Cileuleuy, melintasi Desa Puncak, hingga Desa Cisantana. Tingginya minat masyarakat untuk berwisata saat libur Idulfitri menjadi faktor utama meningkatnya arus kendaraan ke kawasan tersebut.

Selain itu, kepadatan juga dipicu oleh kendaraan yang keluar dari kawasan wisata sehingga terjadi pertemuan dua arus pada ruas jalan yang sempit.

Asep, warga Desa Puncak yang ikut membantu mengatur lalu lintas, mengatakan bahwa warga turun langsung untuk mengurai kepadatan kendaraan. Ia menjelaskan bahwa sistem buka-tutup diterapkan secara manual agar kendaraan dari dua arah tetap bisa melintas.

“Kami berinisiatif turun ke jalan untuk membantu mengatur arus lalu lintas supaya tidak macet total,” ujar Asep.

Ia menambahkan bahwa warga telah berupaya memberikan imbauan kepada para pengendara sejak awal. Menurutnya, masyarakat sudah memasang rambu peringatan di pertigaan Cileuleuy menuju Sukamulya agar kendaraan tidak melewati jalur tersebut.

“Sudah ada rambu dan imbauan, tapi masih banyak pengendara yang tetap masuk ke jalur ini,” imbuhnya.


Secara tidak langsung, Asep menyampaikan bahwa keterbatasan lebar jalan di jalur desa menjadi penyebab utama kemacetan sulit diurai jika volume kendaraan terus bertambah. Ia juga menegaskan bahwa kepatuhan pengendara terhadap arahan warga sangat dibutuhkan untuk menghindari antrean panjang.

Sementara itu, salah seorang pengendara, Dedi, mengaku terjebak kemacetan cukup lama saat melintasi jalur tersebut. Ia mengatakan tidak mengetahui adanya imbauan untuk menghindari akses Cileuleuy.

“Saya tidak tahu kalau jalur ini padat, tadi hanya ikut arahan peta saja,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa perjalanan menuju kawasan wisata menjadi lebih lama dari perkiraan akibat kemacetan tersebut. Dedi berharap adanya petugas resmi di lapangan untuk memberikan informasi jalur alternatif kepada wisatawan.

Sebagai langkah antisipasi, wisatawan yang hendak menuju Palutungan dianjurkan menggunakan jalur utama melalui Cigugur atau Cipari. Jalur tersebut dinilai memiliki kapasitas jalan yang lebih memadai untuk menampung lonjakan kendaraan selama libur Lebaran.

Warga pun mengimbau para pengunjung agar mematuhi arahan di lapangan demi kelancaran bersama. Dengan meningkatnya arus kendaraan pada momen libur panjang, koordinasi antara pengguna jalan dan masyarakat setempat menjadi kunci utama dalam mengurai kepadatan. (Apip/BK)