KUNINGAN, (BK) —
Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si, menegaskan pentingnya peran guru madrasah sebagai sosok inspiratif dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Penegasan itu disampaikannya saat menghadiri Workshop Kepala Madrasah dan Guru se-Kabupaten Kuningan yang dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Cabang (PC) Punggawa Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) Kuningan 5, Sabtu (26/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Arya Kamuning, Lantai 3 Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Kuningan tersebut diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari kepala madrasah dan guru. Selain itu, sebanyak 23 orang resmi dilantik sebagai pengurus PC PGMNI Kuningan 5.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H. Dudy Pamuji, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan Dr. Carlan, M.M.Pd, Kasi Penmad Kementerian Agama Kabupaten Kuningan, Ketua Umum PB PGMNI Heri Purnama, Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Kuningan, serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Dian menyampaikan bahwa keberadaan guru madrasah memiliki peran strategis dalam pembangunan pendidikan. Ia bahkan mengibaratkan peran tersebut sebagai unsur yang tidak tergantikan.
“Berbicara pendidikan tanpa melibatkan guru madrasah, rasanya seperti sayur tanpa garam,” ujarnya.
Menurut Dian, guru madrasah tidak hanya berperan dalam aspek akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter peserta didik. Ia menilai, perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut guru untuk mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
Ia menjelaskan, generasi saat ini merupakan generasi digital yang membutuhkan pendekatan pembelajaran yang berbeda, sehingga guru dituntut untuk lebih kreatif dalam menyampaikan materi.
“Guru harus mampu memanfaatkan teknologi dan menghadirkan pembelajaran yang interaktif, kreatif, serta inspiratif,” katanya.
Lebih lanjut, Dian menekankan bahwa peran guru tidak cukup hanya sebagai penyampai materi pembelajaran. Ia berharap para guru madrasah dapat menjadi teladan sekaligus sumber inspirasi bagi siswa.
“Saya berharap guru madrasah menjadi guru yang inspiratif, bukan sekadar guru kurikulum,” ucapnya.
Selain itu, Bupati Dian juga mengapresiasi terbentuknya kepengurusan PGMNI di Kabupaten Kuningan. Ia berharap organisasi tersebut mampu menjadi motor penggerak dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di lingkungan madrasah.
“Kegiatan ini menjadi bahan bakar semangat bagi para guru untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensinya,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Umum PB PGMNI, Heri Purnama, mengapresiasi kehadiran Bupati Kuningan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran kepala daerah merupakan bentuk dukungan nyata terhadap penguatan peran guru madrasah di daerah.
Ia juga menyampaikan bahwa PGMNI terus mendorong peningkatan kesejahteraan guru madrasah di tingkat nasional. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperjuangkan pengangkatan ratusan ribu guru honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh PD PGMNI Kabupaten Kuningan ini mengusung tema “Sinergi guru dan kepala madrasah dalam membangun lingkungan belajar yang sehat dan inspiratif”, sebagai upaya memperkuat kolaborasi dalam peningkatan mutu pendidikan madrasah. (Apip/BK)
Ia menjelaskan, generasi saat ini merupakan generasi digital yang membutuhkan pendekatan pembelajaran yang berbeda, sehingga guru dituntut untuk lebih kreatif dalam menyampaikan materi.
“Guru harus mampu memanfaatkan teknologi dan menghadirkan pembelajaran yang interaktif, kreatif, serta inspiratif,” katanya.
Lebih lanjut, Dian menekankan bahwa peran guru tidak cukup hanya sebagai penyampai materi pembelajaran. Ia berharap para guru madrasah dapat menjadi teladan sekaligus sumber inspirasi bagi siswa.
“Saya berharap guru madrasah menjadi guru yang inspiratif, bukan sekadar guru kurikulum,” ucapnya.
Selain itu, Bupati Dian juga mengapresiasi terbentuknya kepengurusan PGMNI di Kabupaten Kuningan. Ia berharap organisasi tersebut mampu menjadi motor penggerak dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di lingkungan madrasah.
“Kegiatan ini menjadi bahan bakar semangat bagi para guru untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensinya,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Umum PB PGMNI, Heri Purnama, mengapresiasi kehadiran Bupati Kuningan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran kepala daerah merupakan bentuk dukungan nyata terhadap penguatan peran guru madrasah di daerah.
Ia juga menyampaikan bahwa PGMNI terus mendorong peningkatan kesejahteraan guru madrasah di tingkat nasional. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperjuangkan pengangkatan ratusan ribu guru honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh PD PGMNI Kabupaten Kuningan ini mengusung tema “Sinergi guru dan kepala madrasah dalam membangun lingkungan belajar yang sehat dan inspiratif”, sebagai upaya memperkuat kolaborasi dalam peningkatan mutu pendidikan madrasah. (Apip/BK)





